Friday, December 29, 2006

financial distress

Financial distress ; kesulitan keuangan dalam perusahaan...
Sebenernya buatku masih perlu dipertanyakan lagi, sama halnya dengan menanyakan 'duluan mana ayam sama telor?'.. di sini bisa dipertanyakan.. duluan mana financial distress sama kebangkrutan perusahaan (failure) ?
Karena selain merupakan kausal dari terjadinya distressed firm, financial distress bisa juga menjadi akibat lanjutan dari gonjang-ganjingnya suatu perusahaan.

Eniwe, di manapun dan bagaimanapun terjadinya, yang jelas financial distress merupakan satu kondisi yang secara kasat mata merugikan bagi siapapun, baik itu untuk jajaran manajerial maupun para staff yang digaji untuk bekerja (dan bekerja agar digaji, tentunya ^^).

Staff mana yang gag khawatir n berontak ketika mendapati gajinya tak terbayarkan atau terbayarkan dengan tersendat? Dan manajer mana yang tidak pusing menerima keluhan2 para staff yang menuntut haknya, sementara mereka juga menunggu haknya sendiri? Bagian keuangan mana yang gag pusing terus memangkas pengeluaran2 perusahaan yang sebenernya esensial, menentukan prioritas pengeluaran, dan menjawab tagihan2 yang masuk dengan senyum kecut? Direktur mana yang gag kelimpungan menyusun strategi untuk mendapatkan pemasukan baru dan menahan informasi supaya komisaris dan pemegang saham tidak risau? Dan komisaris n pemegang saham mana yang tidak berpikir ulang untuk mere-org perusahaan, memikirkan selusin langkah turnover untuk menyelamatkan uangnya?

Duit.. lagi2 duit.. (anggun saids)
It’s all about the money... (meja sung)..
UUD (ujung-ujungna duit)

Banyak penelitian2 tentang distressed firms dirangkum, n kemaren setelah baca satu makalah tentang corporate governance dalam perusahaan, ada satu causal yang terbetik di benakku kenapa financial distress bisa terjadi. Mbah-e persoalan ya tak lain dan tak bukan karena manajemen lemah / tidak mampu dan kurangnya monitoring. (pretty predictable, huh? Xexexe)

Kalo gini, berarti gonjang ganjing perusahaan bisa dibilang hanya merupakan masalah manajerial semata. Kalo manajer becus, perusahaan maju.. demikian sebaliknya. Gimana kalo staff –nya yang gag becus? Staff yang gag becus tentuna juga merupakan produk dari kegagalan manajer dalam memilih SDM kan.. ujung2na manajemen juga. IMO, problem staff merupakan refleksi dari kelemahan manajerial.

Back to financial distress.. kalo hal ini merupakan hal yang urgent, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan yang mengalaminya? Ada beberapa item yang musti diperhatikan..

1. Management Turnover..
Sepertina ini yang jadi pemikiran pertama ketika terbentuk opini kegagalan manajerial. Bahwa jajaran manajer perlu dire-organisir, dijadwal ulang, dirombak ato apalah namanya. Mungkin person to personnya yang harus dire-org, atau mungkin juga job-desc masing2 orangnya..

Ada sementara pemikiran bahwa ketika terjadi kemelut dalam perusahaan akan lebih baik bila mengganti jajaran manajer atau CEO dengan orang2 yang benar2 baru dan outsider, unttuk menghindari keterikatan emosi, dan untuk mendapatkan tenaga n pemikiran yang lebih fresh.
Turnover (pergantian) manajer atau direktur (khususnya masuknya outsider yang sama sekali bersih dari kegagalan strategi) mungkin akan memfasilitasi alokasi ulang yang bernilai dari sumberdaya ekonomis perusahaan (Wruck, 1990)

Tapi ternyata, menurut penelitian yang melibatkan 3.567 perusahaan (versi majalah Computa ’96) menyatakan bahwa distressed firm yang melakukan pergantian CEO mengalami kebangkrutan 2x lebih banyak daripada perusahaan yang tidak mengganti CEO. Dan lebih lanjut lagi, perusahaan yang memutuskan untuk mengganti jajaran CEO dan manajerial lama dengan outsider mengalami kebangkrutan 2,5 x lebih banyak.

Jadi.. pergantian CEO dengan pihak outsider seharusnya sebisa mungkin dihindari oleh perusahaan2 yang mengalami financial distress. Masuk akal juga, IMO.. siapa lagi coba yang tahu seluk beluk perusahaan n penyebab kegagalan perusahaan selain orang lama di jajaran manajerial? Dan mungkin juga bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi mereka agar tak salah langkah lagi ke depannya. Yang penting adalah monitoring.. mungkin bisa dibentuk badan pengawas khusus untuk itu.

2. Struktur kepemilikan
Ownership structure juga bisa diutak atik untuk menyelesaikan masalah keuangan ini. Mungkin bisa dilakukan dengan meningkatkan blockholder ownership yaitu.. levelling yang jelas dan pemberian insentif untuk setiap pengambilan keputusan yang baik bagi perusahaan. Setidakna, dengan levelling yang jelas, masing2 person bisa menyadari posisi, job-desc-na masing2 n do the best they can. Pemberian insentif juga krusial, sebagai reward n meningkatkan sense of belonging pegawai terhadap perusahaan n pekerjaan. Manusia gitu loch... gag jauh beda sama hewan sirkus yang harus dipancing dengan makanan kesukaannya supaya mau beratraksi... ^^

3. Indikator akuntansi
Kl yang ini mungkin teknis keuangan banget. Langsung masuk ke tindakan nyata yang bisa dilakukan dengan hasil yang langsung terlihat, meskipun gag bisa digeneralisir, karena penyelesaian permasalahan dengan menggunakan indikator akuntansi harus dilakukan case per case perusahaan. Pertama2 tentu harus ditelaah kondisi keuangan perusahaan secara detil, kelemahannya di mana, missnya di mana, kok bisa terjadi distress.. baru bisa dilakukan treatment.

Tapi basically, ada beberapa poin umum yang bisa dilakukan. Pertama, kaitannya dengan ukuran. Dalam kondisi normal, semakin besar ukuran suatu perusahaan, akan semakin settle-lah perusahaan tersebut. Tapi sekali perusahaan mengalami distress, yang bisa dilakukan adalah mengecilkan ukuran. Entah itu dengan pengerucutan/perampingan, atau dengan efisiensi berbagai pengeluaran.

Kedua, kaitannya dengan likuiditas.... yaitu kemampuan perusahaan untuk bertahan pada periode berkurangnya cashflow perusahaan ini. Karena komponen likuiditas adalah total aset yang langsung bisa dicairkan berbanding dengan total utang jangka pendek perusahaan, maka.. yang bisa dilakukan adalah menambah aset seperti kas, piutang, dan persediaan.. atau kalo uda mentok ya bisa dilakukan dengan mengurangi utang jangka pendek. Baru kemudian perusahaan baru bisa dibilang likuid. Kalo uda likuid.. dalam keadaan terburuk sekalipun kemungkinan perusahaan bisa bertahan. Rasio likuiditas yang aman adalah 200%, meski sekarang susah juga untuk menerapkannya... yaa paling gag 140% lah..

Yang ketiga, kaitannya dengan profitabilitas, keuntungan, laba perusahaan, return on sales, kemampuan perusahaan untuk pulih ‘recover’ dari bahaya financial distress yang harus ditingkatkan bagaimanapun caranya. Gimana? Hehe.. secara teori, komponen untung rugi terdiri dari margin/spread, harga pokok produksi, biaya depresiasi dan biaya penjualan, biaya bunga dan pajak. Tapi berhubung pajak dan biaya bunga gag bisa diutik2.. maka yang bisa disiasati adalah menaikkan margin laba, dengan menaikkan pendapatan (harga jual) ato menekan HPP (harga beli), dan menekan biaya penjualan, seperti administrasi, promosi, iklan, biaya operasional.. dll.)

4. Creditor Involvement.. keterlibatan kreditur pemberi hutang
Yang ini sebenernya mungkin tidak terlalu berpengaruh. Apalagi bagi perusahaan2 yang tidak bergantung pada hutang. Biasanya kreditur yang memberi hutang pada perusahaan memang akan menaruh perhatian lebih pada kondisi perusahaan, tapi hanya sejurus pada kepentingannya sendiri, yaitu mendapatkan pengembalian penuh (beserta bunga) dari hutang yang pernah ia berikan.. Tapi ini bisa dijadikan pelecut bagi perusahaan, untuk memperbaiki kinerjanya.. Ya.. bisa dianalogikan dengan seseorang yang terpaksa berlari sekencang2nya karena dikejar anjing galak.. yatoh? Hehehe...


Labels:

Monday, December 11, 2006

ke mana...?

A scene taken from a movie titled: Mozart and The Whale ;
An autist lady.. : I don't know what to do, Mozart.. In fact, I don't know where to go after this...

An autist guy : Well.. we can go to the park..??!

Autist lady : .... (speechless).. gyaaa ha ha haaaahahaaaa... yess.. absolutely, we can go to the park.. gya haa haa haaaa....

Ke mana kita akan melangkah setelah ini? Mau dibawa ke mana semua ini?
Pertanyaan yang hampir selalu Kinanti dengar, dan ia jawab serupa dengan jawaban si pria autist.. as simple as... melangkah ke depan.. dan mau dibawa ke satu tempat... Ke taman yang penuh kedamaian kek.. ato dibawa ke mana angin membawanya.. ^^
Kalau memang suatu saat pasti berakhir..kenapa sekarang masih dilanjutkan?

Ntahlah... saat ini, seorang Kinanti hanya bisa memindai bahwa.. kadang, waktu yang sesungguhnya beringas, bisa mendadak jadi beku. Waktu psikis bisa melampaui waktu kosmologis. Itulah yang terjadi kala dua hati yang terajut dan berkelindan dalam satu cinta, terpisahkan. Ntah oleh jarak, oleh kondisi, ntah oleh perbedaan2.. yang jelas terpisahkan.

Jarak, kondisi, dan atau perbedaan kerap dijadikan demarkasi dalam bercinta. Menciptakan kondisi 'terpisahkan' yang sebenarnya bisa dijadikan penanda, penguji bagaimana cinta bisa menghadapinya. Ibarat angin atau air, ketika dihadang, ia akan mencari celah lain untuk bisa melewati suatu halangan. Dan lambat laun.. akan berhasil juga menembus demarkasi yang tercipta atau diciptakan. Dats what Kinan used 2 think, though... Sifat air dan angin-lah yang mengamini bahwa demarkasi tidak selalu harus menjadi penyebab berakhirnya sebuah percintaan. Celah lain kan selalu ada, tergantung kreativitas dan sudut pandang seseorang.

Percintaan yang berakhir dengan menuduhkan demarkasi sebagai biang keladi hanya dialami oleh orang2 yang lemah.. orang2 yang akhirnya menyerah, putus asa, dan tak punya kekuatan untuk memperjuangkan apa yang seharusnya bisa menjadi sumber kebahagiaannya. Atau... dialami oleh orang2 yang akhirnya tunduk pada kekuatan 'liyan-perception' yang terus menerus merongrong, menciptakan sebuah paradigma benar dan salah menurut 'mereka', dan bukan menurut 'aku'. Bahwa apa yang benar adalah 'sama', atau yang benar adalah 'dekat'.

Kenyataannya, Kinan sadar, 'sama' atau 'dekat' bukanlah suatu keharusan, tapi merupakan satu kebutuhan, prasyarat untuk mendapatkan sebentuk cinta yang utuh. Dan cinta yang utuh bertaut secara fisik serta ditandai dengan penyatuan masing2 pribadi, baik secara lahir maupun secara batin sehingga tercapai kenikmatan yang paling maksimal.

Apa yang terjadi dengan para pecinta yang 'tidak sama' dan 'tidak dekat'? Akankah cinta serta merta hilang dan berakhir karena adanya kedua demarkasi ciptaan liyan-perception tadi?

Tidak.
Dua kemungkinan yang akan terjadi:
First possibility : Cinta yang beringas, dengan kekuatannya akan merobek berbagai keangkuhan selain dirinya. Ia akan membuat segalanya mungkin. Termasuk penghabluran diri pecinta yang memilikinya untuk membuat cinta tetap eksis sebagai cinta yang utuh.. dengan membuat sebuah 'tidak sama' jadi 'sama'.. dan sebuah 'tidak dekat' menjadi 'dekat'. It's painful, though.

Second possibility: cinta yang kompromis. Yang memaklumi adanya warna2 dan jarak. Yang terus dibiarkan tumbuh dan berkembang tapi sekaligus juga tidak memaksakan diri untuk merobohkan pagar atau demarkasi apapun yang berdiri di antara pemiliknya. Platonis. Tumbuh dalam imajinasi. Puas dan nikmat tanpa penyatuan fisik. Jenis cinta yang akan bersenyawa dengan keabadian dan tidak mudah bertekuk lutut di hadapan benda2 yang lekang oleh waktu. Pecinta platonis memperlihatkan kebertahanan yang luar biasa pada kesunyian dan pada kesendirian.. tapi sekaligus mempertontonkan kepengecutannya untuk meraih realita.

Well.. Idealnya adalah.. memadukan 2 kemungkinan tadi tatkala menemui demarkasi yang terlalu menekan, yaitu... berjuang dengan mendompleng kekuatan cinta yang membuat segalanya mungkin, dengan tetap mempertahankan kemandirian cinta platonis.

Kalau begini.. tak akan pernah ada kata 'akhir' bagi Kinan. Karena cinta, akan selalu bisa menemui bentuknya yang lain. Bagai air, ia akan selalu bisa menyublim menjadi es, atau uap.. dan kembali ke air lagi yang kan terus mengalir menuju ke dia.

Eniwe, after all..
Kinan hanya ingin
dirinya dan dia.. satu
That's all


inspired by: Gemintang [andien]
gemintang awali indahnya cerita, melantunkan rasa. nyanyikan denting nada dan senyuman, menghadirkan cinta. resahku menepi, indahku bersemi, mengingat utuh bayangmu...
hatiku... mengucap kata merindukanmu. laksana nyata manis nuansa. dan jika gemintang tiada lagi melagu, kisahku yang mencinta dirimu kan slalu abadi...
rembulan temani indah malam ini, menyatukan asa. lukiskan dekap hangat yang kau beri, mengartikan kita. resahku menepi, indahku bersemi, mengingat utuh bayangmu...

Labels:

Thursday, December 07, 2006

.....

tidak mudah... memang.

dan segala sesuatu yang tidak mudah
(mudah2an) akan menghasilkan sesuatu yang lain yang akan last longer
dan tidak temporer.


hanya saja...
all i need is faith. keyakinan. diyakinkan.
bahwa aku tak sendiri...
cuz i felt so alone..
damn...

Labels:

Monday, December 04, 2006

unveiled the mind

Artikel Persona di Kompas minggu ini mengupas tentang seorang tokoh yang jujur ajah, baru kudengar sekarang keberadaannya. Seorang perempuan, dokter merangkap psikiater asal Mesir dengan paradigma n sepak terjang yg bisa dibilang luar biasa.. kalo yg diutarakan di artikel itu benar.

Nawal el Saadawi.

She's got this amazing thought about fear... tentang selubung pikiran yang kerap menutupi akal sehat kita n menciptakan ketakutan2 yang berujung pada kepatuhan. Kepatuhan yang bersumber pada ketakutan, stick, tongkat.. tidakkah itu itu hanya kan menciptakan suatu kepatuhan yang temporer??? (kl yg ini my thought c.. xexexexe). Selubung pikiran itu , kata Nawal, dirajut dengan amat canggih melalui media, politik fundamentalis dalam agama, sistem pendidikan, dsb.

Meski perbudakan oleh selubung pikiran bisa terjadi pada perempuan dan laki2, tapi perempuan-lah yang paling terkena dampaknya.. membuat mereka menerima nasib yang tak beruntung sebagai takdir untuk kemudian membuat mereka berhenti bertanya.

Dan ini.. yg pertama kali terpikirkan olehku waktu nonton acara jumpa persna a'a gym n teh nining (eh, nining pa ninih c?). Ketika si teteh dengan suara bergetar memohon doa pada audiens n semua yg nonton agar diberi kekuatan untuk menjalankan apa yang dia kira telah jadi takdir n jalan hidup ato patron yang harus dia jalani.

Trenyuh... sumpah, aku trenyuh...
Bukan semata karena patah hati gara2 si a'a yang selama ini kuidolakan karena pemikirannya yg dalam, progresif n gw banget itu turnin' into a common guy dengan nilai minus yang luar biasa besar. Tp ketika melihat kerapuhan yg terpancar jelas dari sosok perempuan yang berusaha tampak tegar dan bahagia.
hih.. geregetan.

Kalo uda nyangkut soal agama.. n apa yang diinterpretasikan dari Kitab Suci emang uda pasti bakal membuat seseorang terbungkam, diam seribu bahasa. Patuh. Tak lagi bertanya, apalagi melogika. Bahkan tak lagi menimbang.. untung rugi, apalagi perasaan, emosi, yang cenderung dinafikan karena dianggap sebagai produk duniawi semata.

Sama seperti dalam tingkat yang lebih rendah : kita bisa merasa nyaman, karena orang lain berkata bahwa kita akan merasa nyaman dengan sesuatu hal.

Damn.... its anotha 'liyan-perception' ... i guess.
Ato tidak kah?
Speechless abis...
gila... jadi ragu...

Labels:

warna warni 'the black parade'

Again about My Chemical Romance..
Baru dengerin album terbaruna "The Black Parade" kemaren.. n langsung 'lengket' di kuping. hohoho...
I love it! Energizing.. penuh semangat. Lebih mantap lagi kalo didengerin lewad spiker aktip yang full bass n treble dengan volume pol (bukan cuma sekedar didengerin lewad headpun yang kualitasna terbatas...)
Dijamin bakal terus mengangguk2 n goyangggg... hehehehe... fiuhh



Mulai dari The End.. akustik.. reminds me of for u i will-na Teddy Geiger at the beginning. Suasana emo yang megah keliatan di sini. dan ada sedikit warna gospel-na. Asik.

Dead!... Punk melodic dengan 1-2 rhythm. Biasa c.. tp teteup asik

This is How I Disappear... intro speed metal. Full distorsi. Jadi inget sm band Ill Nino jaman dulu. Tapi nuansa MCR masih keliatan banget.

The Sharpest Live... groovy track. Di tengah2 ada gregorian choir-na, bikin makin megah. Groove rhythm guitarna mengingatkan sama anotha grunge band fave-ku.. Three Doors Down lewat laguna Down Poison.

Welcome To The Black Parade... awalnya c mirip sama Jujur-na Radja (hoeekk), dentingan piano yang sunyi... but next.. u’ll find a journey. Seakan miniatur suara perjalanan hidup yang megah, kadang cepat.. dan kadang slow.. tertuang di sini. Komposisi gaya opera yg berpadu dengan warna vokal alternative emosional ala Gerard Way.. menciptakan satu suguhan yg unik, n lengkap di kupingku. Wow dah pokoke... hehehe (berlebihan bgttt).

I Don’t Love You... medium track yang bener2 Dashboard-Confessional-banget. Dari struktur lagu, tempo sampe warna nadanya.. Dentuman drum yg konstan, statis n distorsi yg hampir gag kentara tp menonjolkan warna vokal gerard yg emosional. Hehehe.. tp in the end, untungna masih ada warna MCR.

House of Wolves.. yg ini mah Green Day banget. Hehehe. Another punk melodic rhythm yang ntah kenapa everlasting juga. Tetep enak didengerin. Di sini kekuatan my beloved Mikey Way di bass baru keliatan.

Cancer... jenis2 lagunya Robbie William sama JET yang Look What U’ve Done.. hahaha... bisa juga ya ada di album ini. Bagaimanapun rocker juga manusia. Pasti punya sisi ‘lemah’ yang menghasilkan lagu2 yang berwarna sentimentil kek gini yak.. hehehe. Eh, justru malah menurutku yg paling piawai bikin lagu2 romance tu ya para roker2 yg katanya berhati cadas ituh.. ^^

Mama ... funny song with polka rhythm. Dipadu dengan distorsi ala MCR. Closingna juga lucu.. Warna polka yang tempona diperlambat keluar dari distorsi gitar yang kental langsung disambung sama aransemen waltz.. nice... mungkin kalo di kita, bisa dengan gamelan.. trus disambung sama kecak bali yah... hehe

Sleep ... another alternative song. Sebenernya apa yang membedakan MCR dari band lain di kupingku adalah kemampuan mereka untuk memadukan rhythm n dinamika sehingga menciptakan komposisi yang selalu berubah2.. jadi gag bosen. Sama kaya Dashboard Confessional ato Dream Theatre di level yang lebih tinggi. Dalam satu komposisi lagu bisa kita temui beberapa jenis aransemen yang hampir tidak tertebak.

Teenager... sesuai judulna, lagu ini emang ABG banget, kalo gag mo dibilang childish. ^^ mungkin bisa disamakan dengan lagu legendaris old mcdonald has a farm yah.. hehehe. Kalo adekku Elang bilang kaya lagu jawa yang : pipo ledeng ayo deng, dengkul jaran ayo ran.... xexexexe.

Disenchanted ... medium track. Biasa c.. gag jelek. Enak juga didengerna. Lagi2 gebukan drum ala dashboard yang terlintas di benakku waktu denger track ini. Yg asik c akustik gitar di intro n ending lagu ini.. (i always love acoustic!!)

Famous Last Words .. yang ini MCR banget dah. One of my favourite setelah Welcome To The Black Parade. Sedikit ber-heavy metal ria dengan speed yang medium. Lead guitar jalan terus.. keren. Track yang lama tapi gag bosenin..

Gitu...

Pokoke.. I'm lovin' it! *iklan..

Labels: