Saturday, November 11, 2006

sebelum ujian...

tentang sebuah pilihan, yang seharusnya menjadi otorita pribadi seseorang dalam memutuskan. Tanpa intervensi dari pihak luar. Independen, imun, dan tak terpengaruh. Tapi mungkinkah?
Jawabnya adalah.. hampir tak mungkin. Karena kadang diri kita sendirilah yang menginginkannya jadi dependen, infected, dan terpengaruh. Lebih mudah memang, menyerahkan keputusan pada orang lain ; atau membiarkan seseorang mengambil alih kendali atas diri kita pada saat2 tertentu.

Kebutuhan untuk dikuasai...
hehehe... some might laugh when I said this to them...
"Kamu, Jenx? Butuh seseorang untuk menguasaimu? Kamu yang selalu terbang ke sana kemari?"

Euh.. sumtimes.. I'm wondering, though.. what have I done all this time. Dan Image macam apa yang uda tak sengaja kutampilkan, sampe2 begitu sering kudengar komentar semacam ituh.. "Hah? masa Ajenx ngeluh? Masa Ajenx gag bisa? Ajenx gitu loohhh... "

zing...
Well, maybe I should consider it as a compliment 4 me yaw.. Bahwa kadang2 orang 'menghargaiku' higher than what I expected (and sumtimes higher than what I am exactly). Sisi yang menyenangkan dari mendengar komen2 yg beyond diriku sebenernya tadi adalah ketika aku menemukan bahwa kadang aku bisa jadi orang yang tak tertebak.. huehehehe. Selalu menyenangkan melihat tampang mlongo temen2 waktu aku bilang deg2an banget waktu mo presentasi, misale.. "Lha? Kamu bisa grogi juga toh?"
zingg....
*kadang mangkel juga c.. apa iya mukaku sedemikian datarnya sampe gag memperlihatkan gejolak apapun yaw? xexexe...
lho... mangkel opo seneng c jenx? hehehe... jadi inget komentar ynx_kuw.. "tersiksa kok ketawa! " huehehehe...

Eniwe... back to top.. dan tidakkah menjadi wajar apabila pada saat2 tertentu kita menyerahkan keputusan untuk diambil orang lain. Dan pasti ada saat di mana kita menemukan seseorang, dengan siapa kita bertekuk lutut... on bended knees... dengan tetap menegakkan dagu.. without losing our personality.

Ah, sepertina posting yang ini gag penting banged... ^^ hihi...

Labels: