Tuesday, November 21, 2006

bahagia

Bahagia..
adalah spiritualitas yang memberi arti pada hidup.
Bahagia tak pernah tergantung pada lingkungan. It's ourselves who made it happened..
Kita sendiri yang bisa memutuskan untuk berbahagia tanpa tergantung materi duniawi, tanpa memerlukan kepemilikan di luar diri kita...
just as simple as being happy.. dengan menjalani hidup sebagai bagian dari ketidakterbatasan.. dan dengan mencintai hidup, apapun yang ditawarkannya.

Rahasia kebahagiaan adalah mengerti bahwa kita dikelilingi oleh orang2 dan kondisi yang secara terus menerus berubah. Tidak bersifat tetap, tapi selalu berubah setiap saat seperti yang kita alami sendiri. Therefore.. ketika kita menggantungkan kebahagiaan kita hanya pada orang lain, tak ada lain yang didapat selain kebahagiaan yang terus berubah.

Rahasia kebahagiaan adalah mengerti.. apa kebahagiaan kita sendiri, dan di mana celah untuk mendapatkannya.

Bahagiaku.. adalah mengetahui cara menghargai hal2 sederhana dalam hidup, seperti rasa menyenangkan ketika merasa hidup itu nikmat, ketika menikmati apa yang ditawarkan alam secara gratis seperti terbit dan tenggelamnya mentari, menyaksikan 'kehidupan' yang benar2 hidup dan menggeliat dalam tingkah polah seorang gadis kecil berpita ungu, menikmati senin yang terasa amat jauh dari sabtu, duduk2 santai sambil tersenyum pada dia yang kucinta, menikmati gelak tawanya...
In fact.. so many things could make me happy.

Ah.. dan kurasa setiap orang pasti diciptakan dengan sebentuk 'bahagia' tersemat di dadanya.

Begitupun aku.. 'bahagia' kan selalu ada..
but I must say that.. it's U.. who underline it.
Kamu.. yang menebalkan kata 'bahagia' dalam diriku, so it became thicker n thicker everyday.. until one day.. when a girl name Ajenx turnin into one huge bunch called.. 'bahagia'...

It's ur magic, I guess.. geez..

*ouch... how awful i am in this kind of stuffs
i'm not good at this.. tsk tsk tsk...

Labels:

seperti bintang...

dari sini ku berjalan
menggapai anganku
anganku yang semu
karang terjal cinta ini
kucoba lewati belukar hatiku
meski langkah ku tak mampu lagi tuk jalani
kenyataan ini

seperti bintang
yang tak lelah menerangi
begitupun cintaku tak padam untukmu
apakah mungkin
cinta ini kan menyatu
mengalir hingga singgah di rumah hatimu

tetes air mata ini
buatku berharap hadirnya dirimu
kenangan yang indah ini
takkan pernah sirna ditelan waktu
bayangmu yang trus melekat di rumah hatiku
tak sirna cintaku

kucoba melepas semua yang berat padaku
hilanglah semua anganku

[seperti bintang]
by unknown
_sorry if any misspelled n wrong interpretation_

Labels:

Thursday, November 16, 2006

oleh-oleh dari djakarta...

My last assesment for this period..
Biasa.. standard.. bisa dibilang antiklimaks. ^^p

Gag sukses banget, pun gag ancur2an. Dapet giliran pertama, langsung deg2an plus shock waktu tau namaku yang pertama dipanggil among the other 24 person there.. Tepat ketika seorang Mustajab Hadi berkata bahwa critical point dari hasil presentasi yang uda berjalan kemaren adalah tentang ‘commitment fee.. bla bla blaa....!!” Jreng jreng jreng… dan dalam analisaku tak dibahas sama sekali.. wink wink wink… *langsung keringat dingin sambil buru2 siapin jawaban.

Di ruangan 4x4 m itu, ketiga asesor yang kesemuanya bertampang orang penting (^^) tersenyum ramah dan menenangkan.. “Kita santai aja ya mbak.. Gag usah dibikin tegang..” Hohoho… 2 slide pertama lancar.. sampa tiba2 seorang petugas datang ke ruangan, n say.. maap.. bapak2 dan ibu.. ini kita sebelomna harus ada briefing dulu di lantai 5 sebentar buat jelasin teknis presentasi-na nanti… wok wok wokk…. :D (yang bener ajahhh… masa harus dicut seehhh??)

Walhasil.. meskipun kondisi interuptus tadi sedikit mengganggu kami berempat.. tapi untungnya gag terlalu mempengaruhi performance-kuw. ^^ Kepanikan sedikit demi sedikit berkurang.. Cuma sedikit terganggu waktu animasi powerpoint-na ngadat..

Pertanyaannya… medium level.. tapi unik dan menggelitik. Beberapa kali aku dibikin tepekur dan terpaksa menggali jauh2 ke dalam benakku sendiri untuk mendapatkan jawabannya. N terus terang, I prefer this kind of question much better than common questions yang jawabannya bisa dijawab dengan spontan dan tanpa berpikir (teoretik questions).

Karena jenis pertanyaan seperti : jelaskan prosedur kamu mandi! Ato pertanyaan seperti berapa kali sehari kamu makan?… kinda boring me, I guess.. Hehehe… mungkin bukan membosankan yah, tapi bukan jenis pertanyaan yang kuharapkan keluar dari mulut para asesor yang tugasnya menggali kemampuan seseorang dan mencari tahu kompetensi seseorang..

Pertanyaan yang berbau logika seperti yang banyak ditanyakan kemaren kurasakan lebih pas untuk dilontarkan. Pertanyaan seperti.. ‘kenapa kamu mandi 2x sehari? Kok gag 3 x sehari ajah, kalo alesannya biar bersih?’ ato..’kenapa kamu makan pake sendok? Kenapa gag pake entong ajah? Kalo alasannya karena aturan, mana buktinya?’ hehe…

It’s fun though.. mendapati diriku sendiri tertawa agak terkaget-kaget dengan pertanyaan2 yang di luar dugaan. Bayangin ajah, setiap inci dari presentasiku uda kupersiapkan dengan mempertimbangkan setiap celah dan pertanyaan yang mungkin muncul.. tapi ternyata kebobolan juga! :D bener2 dah.. pengalaman memang berbicara banyak. Penguasaan teori dan pemikiran orang yang baru mendalami suatu bidang selama 8 bulan emang bueda juauuhhh sama orang2 yang uda berkecimpung di bidang itu selama I don’t know.. maybe.. 30 or 40 years? Hahahahaha…

But it’s fun… Banyak hal dan pengetahuan baru bisa didapat dari situ. Dan selama 1,5 jam penuh aku mendapati diriku asyik membuat bagan matrikulasi untung rugi dari setiap pertanyaan dan jawaban yang kuberikan. Baik itu untung rugi untuk perusahaan maupun untuk konsumen.

Blaa… Untung dan rugi.. Positip dan negatipna.. Wah, dan aku uda bayangin aja, betapa mendebarkannya ketika kemudian tau bahwa jawaban kita sebenernya banyak ruginya buat kita.. hohohoho… Itu die akibatnya, kalo asal jawab tanpa dipertimbangkan masak2..
Tapi untungnya.. gag terjadi.
Ato mungkin berkat kelicikanku mengarahkan pembahasan ke arah yang lebih mendukung argumenku, I don’t know.. huehehehe.

Yang pasti.. beberapa hal umum yang bisa dipetik adalah…
Dari pertanyaan2 yang tak terduga itu lagi2 aku mendapatkan legitimasi bahwa segala sesuatu itu relatip, sesuai dengan paradigma masing2 orang. Setiap orang punya visi tersendiri dalam memandang sesuatu, dan dari situlah bervariasi pendapat dan pertanyaan bisa muncul. Seseorang yang berada di atas tugu monas mungkin berkata bahwa monas itu bulat kecil dan berwarna emas. Lain dengan orang yang berada di depan bawah monas.. Ia akan berkata bahwa monas itu persegi dan tuinggiiii… ^^. Dan mengetahui perihal relativitas ini perlu, buatku.. biar gag terlalu defensif. Menyadarkan kita bahwa kebenaran tak selalu milik kita pribadi.

Yang kedua.. that life is made by choices. Kadang kita tak sadar.. kenapa kita melakukan sesuatu. Dalam pikiran kita (kalo memang terpikir) kita melakukan sesuatu secara hampir refleks.. dan sesuatu tersebut memang sudah seharusnya dilakukan, tak ada pilihan lagi. Padahal… selalu ada pilihan. Jika ada ‘aturan’ untuk mandi 2 kali sehari.. kita selalu bisa memilih untuk mandi 4x sehari. Jika ada ‘aturan’ untuk berjalan maju.. selalu ada pilihan untuk berjalan mundur. Intinya, menurutku.. setiap kali kita melakukan sesuatu, ada baiknya kita tahu, bahwa kita melakukan hal tersebut bukan semata karena hal tersebut telah diatur untuk dilakukan. Bahwa ada peraturan supaya kita melakukannya. Tapi kita lakukan karena.. kita tahu esensi dan untung ruginya bagi kita dan sekitar. Hohoho..

Yang ketiga… I miss him…
Pilihanku.. yang tak semua bisa mengerti..
Hohohoho…. (gag nyambung)

Yang keempat… Bisa nonton extravaganza di transtv dengan legaaa… (akhirna). *thx buat mas prat 4 de tiket.. -maap ganggu acara pacarannya- ^^
Carilah seorang kucing bernama Ajenx yang terselip di antara penonton yang terbahak2 sampe terkantuk2 di edisi Extravaganza dengan bintang tamu Om Tarzan.. ^^

*Kembali ke ‘Jawa’ dengan perasaan yang biasa-biasa-sajah.

Labels:

Saturday, November 11, 2006

sebelum ujian...

tentang sebuah pilihan, yang seharusnya menjadi otorita pribadi seseorang dalam memutuskan. Tanpa intervensi dari pihak luar. Independen, imun, dan tak terpengaruh. Tapi mungkinkah?
Jawabnya adalah.. hampir tak mungkin. Karena kadang diri kita sendirilah yang menginginkannya jadi dependen, infected, dan terpengaruh. Lebih mudah memang, menyerahkan keputusan pada orang lain ; atau membiarkan seseorang mengambil alih kendali atas diri kita pada saat2 tertentu.

Kebutuhan untuk dikuasai...
hehehe... some might laugh when I said this to them...
"Kamu, Jenx? Butuh seseorang untuk menguasaimu? Kamu yang selalu terbang ke sana kemari?"

Euh.. sumtimes.. I'm wondering, though.. what have I done all this time. Dan Image macam apa yang uda tak sengaja kutampilkan, sampe2 begitu sering kudengar komentar semacam ituh.. "Hah? masa Ajenx ngeluh? Masa Ajenx gag bisa? Ajenx gitu loohhh... "

zing...
Well, maybe I should consider it as a compliment 4 me yaw.. Bahwa kadang2 orang 'menghargaiku' higher than what I expected (and sumtimes higher than what I am exactly). Sisi yang menyenangkan dari mendengar komen2 yg beyond diriku sebenernya tadi adalah ketika aku menemukan bahwa kadang aku bisa jadi orang yang tak tertebak.. huehehehe. Selalu menyenangkan melihat tampang mlongo temen2 waktu aku bilang deg2an banget waktu mo presentasi, misale.. "Lha? Kamu bisa grogi juga toh?"
zingg....
*kadang mangkel juga c.. apa iya mukaku sedemikian datarnya sampe gag memperlihatkan gejolak apapun yaw? xexexe...
lho... mangkel opo seneng c jenx? hehehe... jadi inget komentar ynx_kuw.. "tersiksa kok ketawa! " huehehehe...

Eniwe... back to top.. dan tidakkah menjadi wajar apabila pada saat2 tertentu kita menyerahkan keputusan untuk diambil orang lain. Dan pasti ada saat di mana kita menemukan seseorang, dengan siapa kita bertekuk lutut... on bended knees... dengan tetap menegakkan dagu.. without losing our personality.

Ah, sepertina posting yang ini gag penting banged... ^^ hihi...

Labels:

Monday, November 06, 2006

andai kau tau

engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang...
engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antar duka mencinta dan bahagia terdera...
engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap

andai kau sadar arti pelitamu
andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu

tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku

karena kita satu

andai kau tahu...


[taken from 'petir_supernova' written by one inspirational dee...]

....speechless....