Tuesday, October 31, 2006

lagu buat 'charger'... ^^

The signal is subtle
We pass just close enough to touch
No questions, no answers
We know by now to say enough
With only simple words
With only subtle turns
The things we feel alone for one another

There is a secret that we keep
I won't sleep if you won't sleep
Because tonight may be the last chance we'll be given
We are compelled to do what we must do
We are compelled to do what we have been forbidden

So I won't sleep if you won't sleep tonight

Our act of defiance
We keep this secret in our blood
No paper or letters
We pass just close enough to touch
We love in secret names
We hide within our veins
The things that keep us bound to one another

Until the last resilient hope
Is frozen deep inside my bones
And this broken fate has claimed me
And my memories for its own
Your name is pounding through my veins
Can't you hear how it is sung?
And I can taste you in my mouth
Before the words escape my lungs
And I'll whisper only once...

'Cause you will be somebody's man...
And you will keep each other warm
But tonight I am feeling cold
[the secrets in the telling _ dashboard confessional]

__________________________________

gile, lagunya.... gw banget gag c???
hahahahah...

Friday, October 27, 2006

Terminal Bawen, 09.00 WIB

Puanaasss... sumpek... ramee.... sit and do nothing... suasana yang actually bener2 gag ajenx banged dah. Sebagian besar isi bis ekonomi jurusan jogja itu uda terkantuk2 di kursi masing2. Ada yang kipas2.. ada yang ngerokok.. ada yang gelisah.. Pengamen n penjaja asongan hilir mudik menambah riuh suasana. N I spent my time.. memperhatikan kondisi di luar. Bertanya2.. menduga2.. membayangkan....

Sepasang muda mudi tanggung berdiri di pintu bis.. lelakinya memeluk pundak sang gadis seakan tak ingin melepas gadis di sampingnya, yang terus menerus tersenyum padanya.. (oohhh... so swiiitttttt ^^)

“Preman-preman” berseragam biru muda sibuk hilir mudik mengatur jalur bis dan penumpang2 yang kebingungan. Badan gedhe, item.. bertato.. kumis lebat.. gondrong... berkacak pinggang.. (wonder how do they solve their daily problems.. euh... dengan tinju, umpatan... ato senyum? ^^ do they have problems? Seperti apa istri2 mereka ya? Are they happy with their job? ... Apakah pekerjaan yg membentuk fisik mereka ato fisik yang membuat mereka bekerja sedemikian rupa?) Ya.. mungkin saling berkesinambungan kali yah... Gag bisa bayangin dengan badan segedhe n profil sengeri mereka, jadi guru TK misale...ato model iklan parfum... hohohoho...

Pengamen2 muda berkostum ala ‘punk’ berkumpul di sebuah sudut. Bergaya.. n tampak amat menikmati hidup. Tertawa2.. minum2... saling dorong.. saling cela.. beberapa berusaha main mata denganku.. hiih.. genit! Wonder, are they clean enough? Berapa hari sekali mereka mandi? Berapa periode sekali mereka keramas? *Yang pasti gag berbau wangi gatsby ya.. ^^ Do they wanna get out from a life like that?)

Seorang bapak2 kecil n kurus yang mukanya memelas berdiri di depan warung. Kemeja kotak2 flanel biru dimasukkin, celana ijo yang gag matching blas, sama sepatu kets putih. (hwaduh ^^). Sumtin’s interesting bout that guy, i don’t know what. Mungkin karena bibirnya yang selalu tersenyum? Mungkin karena aku gag bisa nebak sama sekali what he’s doing there.. Nunggu bis? Gag juga kekna.. njemput orang.. gag juga. Penguasa daerah situ? Gag tampang... Entahlah...pertanyaan2 terus terpikirkan olehku.. what did he do for living? Did his wife n kids know he spend a lot of time standing in that place? How did he solve his problems? Gimana pola pikirnya?

Sepasang paruh baya turun dari bis antar kota dengan barang2 yang besar2 n tak terkira banyaknya. Celingak celinguk.. si kakek tua berkata sesuatu pada istrinya n meninggalkan sang istri sendirian di tengah keriuhan bersama kotak2 kardus berserakan. Sang kakek kembali.. dan berdua mereka mulai satu persatu memindahkan barang2 mereka ke tepi. Repot.. n nobody helps... (neither do I.. ^^) *lha.. bisku da mo jalan je .. *justifikasi diri...

Bertanya2 n wondering gag jelas gituw somehow make me realized.. Mereka semua.. adalah ‘they’ buatkuw. Orang2 yang kuanggap ada di luar duniaku. Stranger. Yang harusna tidak kuperhatikan. Yang bahkan gag bisa disebut sebagai orang yang ‘mengisi hidupku’.. Ato bahkan.. tanpa kusadari, aku telah menempatkan mereka ada di ‘bawahku’, if u know what i mean... Mungkin gag kaya di sinetron2 ato telenovela di mana tingkatan kasta, kelas sosial bener2 jd isu utama. Tp secara gag sadar mungkin aku sering menempatkan diriku dan hidupku sekelas atau beberapa kelas di atas ‘mereka’... Padahal... kan belom tentu juga...

So what?

I dunno.. Biasanya kata2 ‘asing’ ato ‘stranger’ yang kita sematkan pada sesuatu akan menumpulkan empati kita terhadap sesuatu tersebut, dan menumbuhkan ketidakpedulian kita padanya.

Lah.. trus kenapa emang kalo empatinya tumpul? Kenapa emangnya kl kita jadi tidak peduli?

Well... I must say that ketidakpedulian adalah bibit dari tirani, kausal dari memburuknya kehidupan secara umum. Ketika pribadi2 jadi individual dan egois.. cari untungnya sendiri.. tahu benarnya sendiri.. hidup dalam dunia dan perspektifna sendiri. N farewell, so long then,... for freedom, peace n wisdom.. hehehe.

Kalo seseorang uda dianggap sebagai yang ‘asing’ n ‘gag penting’ ... gag akan ada kepedulian terhadapnya. Dan gag ada kepedulian, berarti gag ada kasih. It become so wrong ketika dihadapkan pada patron religi yg kuyakini, yang mengajarkan keutamaan kasih.... ^^ Eniwe, realita di luar sana yang terjadi adalah kita hanya peduli pada orang yg kita kasihi. Padahal.. tak bisakah kita peduli pada orang yang ‘gag penting’?

Peduli bukan berarti lembek.. gag tegaan.. ato bahkan iba, ato harus bagiin nasi bungkus di tiap perempatan tiap hari. Ato seperti kata2 emosional ibu Nia Ramadhani yang menyatakan gag keberatan anaknya kawin sama tukang becak sekalipun... ^^ (monggo, para bapak2 tukang becak kl mo ngajuin lamaran ke Nia... ^^), gag harus seperti itu kan.. Kadang.. peduli cukup dengan memposisikan dia ada sejajar dengan kita. Memandangnya sebagai seseorang, yang patut dihargai.. dan punya hak2 dasar yang sama, serta (catet) punya perbedaan yang harus dihormati.. Punya problems yang mungkin lebih kompleks.. blablabla..

We care.. n we’ll make this world a whole much better place for living...

*what am i talkin’ about, eniwe?

Dan bukankah substansi perhatian seseorang itu terletak pada kesanggupan “menyediakan waktu”?

Yah.. dan akhirna jadi begitu menghargai seseorang di ujung sana, yg hampir selalu bisa menyediakan waktu everytime I ask him beside me... Dan salahkah.. jika kemudian kesanggupan menyediakan waktu itu diterjemahkan menjadi.. cinta? Jadi salah satu bentuk nyata pengungkapan... cinta?

Well, eniwe... Thx 4 my h’ni.. 4 the time he always spent.. apapun artina itu ^^

Wednesday, October 25, 2006

Selamad Idul Fitri


Selamad Idul Fitri 1427 H
Mohon Maap.. Lahir Batin..

Semoga mencerahkan..
let's make de world a better place for living .. ^^

Sunday, October 15, 2006

dare to take challenge?

Waktu itu, setelah si bos menghembuskan wacana tentang beberapa perubahan yang bakal terjadi di kantor, termasuk perubahan struktur n posisi karyawan, plus satu ide ekspansi yang cukup radikal; aku menyempatkan diri mengamati tanggapan orang2 kantor.. ^_^

Sebelumna, perubahan macam apa c yang dikemukakan pimpinanku? Pertama, rencana mutasi dan pertukaran posisi beberapa karyawan antar divisi. Kemudian, penghilangan beberapa jabatan struktural yang dipandang gag efektif, n gag ketinggalan, rekrutmen tenaga2 baru yang lebih fresh..
Kedua, ide si bos untuk melakukan ekspansi besar2an. Bukan untuk menciptakan pasar baru, tapi meluaskan pasar yang uda dibentuk sebelomna. Konsekuensina contohna, buat divisi tempatku kerja, kalo biasanya sehari2 aku ngerjain 2-3 paket analisis sederhana.. dengan adanya PKS baru ini, kami bisa ngerjain 65 paket sehari, ato kurang lebih 2000 paket sebulan! (wahahaha... mbonjrot gag tuww...)
Positifna c, laba perusahaan naek, bonus karyawan juga naek dunk ^^

Tapi itu kan baru ide.. wacana.. dan kurasa si bos juuga cukup bijaksana dengan melemparkan isu ini n minta pendapat karyawan2 yang bersangkutan instead of langsung memutuskan sendiri.
'n how do they react eniwe?

Menarik.. (langsung kuhubungin sama teori yang baru aja kubaca..). Bab 1 buku Adversity Quotient, by Paul G.Stoltz, PhD. Dengan mudah kita bisa membuktikan bahwa emang dalam 1 perusahaan ato komunitas pasti akan ada 3 tipe pekerja:
1. Quiters (yang bener2 resisten terhadap segala bentuk perubahan n seakan gag ingin beranjak dari kedudukannya sekarang)
2. Campers (orang yang menerima perubahan2 n tantangan sampai pada batas tertentu sampe akhirna puas pada satu kedudukan dan berhenti pada posisi tersebut)
3. Climbers (sosok yang begitu dipuja2 sang penulis sebagai sosok pekerja ideal, yang terus menerus bergerak, berkembang, mendaki sampek titik yang tak terbatas, take all chances, changes, n challenges sebagai jalan untuk mencapai kesuksesan)

Tiga tipe pekerja yang hampir selalu ada dalam tiap tempat kerja n bener2 harus diperhitungkan oleh manajer manapun setiap kali ia memutuskan ato menelurkan strategi..

Dan emang.. beberapa orang yang kutandai diem2 sebagai quiters (yang sayangnya, didominasi oleh kaumku.. the ladies, 'n a few old guys yang terutama ada di posisi admin) langsung menunjukkan sikap resisten 'n cemas, n mengemukakan banyak alasan cerdas negatif seperti, perubahan tanpa disertai SDM memadai apa ya bakal berhasil? salah2 malah gagal ntar...

Para campers.. golongan orang2 yang uda mapan dengan posisi 'n pencapaiannya berada antara setuju ato tidak. Untuk wacana perubahan struktural jabatan, mereka berpendapat "coba ajah dulu, sapa tau berhasil" n untuk wacana ekspansi mereka berkata, "tidakkan sebaiknya kita liat dulu kondisina.. sepertina kita gag akan mampu.. dan kalo dengan gini kita dapat apa yg kita mau, knp kita musti cari yang lebih sih?"

'n the climbers.. dominated by youngsters n higher educated person keluar ruang rapat dgn mata bersinar2, ambil pensil, kalkulator, n SE ketentuan2, corat coret... n says... "we can, 'n we should"

Hehehe... it's amazing 2 see dat what is written in book is truly happened

So, what should we do then.. facing those contradiction in decision-making? Seorang CEO/manajer harusna emang mendengarkan suara anak buah, tp gimanapun stakeholder rules all... Dan transformasi/ekspansi ato apapun namanya, dengan perhitungan yang cermat emang seharusna jadi bagian strategi perusahaan2 yang pengen eksis dalam kompetisi.

Indosat di taon 2002 contohna, mengalami privatisasi (kepemilikan saham oleh pihak asing), sekaligus transformasi bisnis dari SLI ke operator selular bersama IM3. Sebagian karyawan gag setuju, n apa yg terjadi? Direksi melakukan assesment, simulasi tentang kira2 apa yg bakal terjadi n menerapkan konsep manajemen standard: POAC (Plan, Organize, Actuate, Control). Setelah sebelomna menyisir karyawan yang mendukung langkah direksi.

Seorang CEO perusahaan jasa di Jakarta terpaksa memutasi beberapa karyawan n bahkan mem-PHK karyawan yang resisten terhadap usul pemilik perusahaan untuk melakukan ekspansi internasional.

Haa... perusahaan2 swasta mungkin mudah aja menyingkirkan karyawan2 yg gag efektif or yg gag kooperatif thd kebijakan perusahaan. Gimana dengan BUMN kaya kantorku? Dgn budaya ewuh pakewuh n kemapanan yang melekat kuat, agaknya ckp susah untuk memasukkan ide2 baru yang revolusioner n (sebenernya) positip tanpa ada komentar negatif n penolakan2.

But then again.. dat's life, i guess... Begitu banyak perbedaan di dunia ini yang gag bisa disatukan 100%. Tak ada tim yg sempurna, n di situlah menariknya. Mencapai kemenangan dari ketidaksempurnaan. Menerima kekalahan tanpa menyalahkan ketidaksempurnaan. Sempurna / tak sempurna kan cuma persepsi kita, yatoh?

Dan mengikuti irama, tanpa kehilangan jati diri. A climber stuck in a conservative place.. or a quiter trapped in a fast moving place. Kenapa harus merasa stuck n trapped?
Wanna make a change?
Begin with urself.. dat's what I used to think...
xexexexe

fiuh.. capek ^^

top 10

Top ten of de week.. must be on de list:

1. Lifehouse - Blind
2. Dewa 19 - Imagi Cinta
3. Dashboard Confessional - So Long So Long
4. Muse - Starlight
5. Fort Minor - Where'd You Go?
6. Muse - Maps of Problematique
7. Dashboard Confessional - Currents
8. Muse - City of Delusion
9. Naff - Akhirna Aku Menemukanmu
10. Ungu - SurgaMu (zing?)


Thursday, October 12, 2006

maww....

Sakit itu sugesti... I used to think that way.
Salah ya? xexexe... Sakit itu manja, produk cari perhatian orang, dan gag akan muncul as long as kita tidak menginginkannya, or membuatnya menjadi ada.

Apalagi yang namanya sakit pusing.. eleuh eleuh... i dunno, ato mungkin kata2 pusing terlalu sering digunakan orang2 hanya untuk menjelaskan kondisi 'bingung' dan 'putus asa' ya.. walhasil arti pusing jadi sedikit kabur di mataku. Kadang sakit itu cuma psikologis ajah.. rasakan deh.. ketika yg namanya 'pusing' datang menyerang, we certainly feel it, karena kita berada pada kondisi menerima dan memikirkannya. Tapi ketika kita tanpa sengaja disibukkan oleh hal2 lain selain memikirkan apa yg kita rasakan.. voila! suddenly it disappeared...
Baru ketika mikirin n inget.. "oh iya... td kan aku pusing ya?" eh.. muncul lagi pusingna.. ^^ Jadi.. dengan kata lain, pusing itu penyakit buat orang2 kurang kerjaan, dunk... xexexexe.

Gag tau c... aku sering ngalamin gitu, jd terbiasa mikir kl aku emang gag pengen pusing, ya pusing tu gag bakal dateng. Ato kalo emang terasa palanya rada berat2 dikit.. yaa... pikir aja tu pasti bakal ilang lagi. nikmati ajah, sakit kan juga harus dinikmati... hohohoho *masochist*

Sama juga sakit2 sugestif yang laen. Kaya sakit gigi.. sakit perut.. lemes.. flu.. kalo gag keterlaluan n bikin ambruk, i used 2 ignore them all. Salah gag c?

Ada yg bilang itu denial, penyangkalan terhadap kondisi wajar yang terjadi pada kita.. ah.. kalo diliat dari sisi itu ya aku gag setuju. Bukannya denial.. hanya saja tidak ingin gitu aja menyerah pada kondisi 'sakit'. Do nothing.. bed rest... tapi dimanja, diperhatiin, disayang2.. (xixixi... kalo untuk 3 hal terakhir c mau banget yaa)..
Dan emang, kadang, 3 konsekuensi terakhir itulah kadang yang secara bawah sadar memunculkan kondisi sakit. Mungkin bukan disengaja.. tapi muncul gitu ajah. as simple as karena pengen dimanja, pengen diperhatiin, pengen disayang2.. ^^

eniwe.. then i realized..
manusia gag akan pernah jadi sekuat ituw.. terus2an melawan kodratnya untuk 'sakit'.. My mommy said.. bahwa ketika kamu sakit, jeng... itu tandanya tubuh kamu mengingatkanmu buat istirahat. Mesin aja bakal aus kalo diforsir terus2an.. *manggutmanggut

Dan apa salahnya c kalo emang pengen dimanja, pengen diperhatiin, n pengen disayang2.. trus sakit?
Tapi bisa dibalik c.. lha, emang kalo pengen dimanja, diperhatiin n disayang.. harus pake sakit ya? Gag bisa tanpa sakit kah?

Ahahaha...
*lagi pengen dimanja... xixixixi... miauu...

after all this time
i never thought we'd be here
when my love for you is blind
but I couldn't make you see it
that I loved you more
than you'll ever know
when part of me died
will I let you go
::lifehouse_blind::
_really love dis song_

Saturday, October 07, 2006

i...

i don't know...

plz gimme 'know'...