Wednesday, September 13, 2006

hatred...

Waktu itu sekilas nonton acara debat kusir antar kelompok mahasiswa (kayanya c... wong pesertanya pada pake jas almamater gituw). Di Metro TV (kayanya juga... soalnya host-na si cantik Najwa Shihab) yang membahas tentang... "Setujukah kita dengan embargo Indonesia terhadap Israel?" (kayanya juga c... cuma liat sepotong ajah..) huehehehe... gag jelas banged!

Eniwe, seperti layaknya perdebatan biasa, ada 2 kubu yang membawa bendera masing2.... setujuh, ato gag setujuh. Dan seperti yang uda bisa diduga, elemen mahasiswa yg membawa bendera konsep agama tegas2 menyatakan Indonesia harus mengembargo Israel, sebagai tanda bahwa kita menentang agresi militer Israel terhada Hezbullah. N in the other side.. ada mahasiswa2 yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap embargo Israel.

Diliat sepintas emang... pendapat yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap embargo Israel terkesan outrage, gituw. Kok gag simpati sama Hezbullah.. ato lebih curiga lagi... dukung Israel ya??
Xexexexe... is it?

Sebenere what interest me the most adalah alasan yang diungkap seorang mahasiswa berjas kuning (UI bukan yak?) yang menyatakan bahwa gag perlulah kita mengembargo Israel. Setelah terlebih dulu mengungkapkan pernyataan 'diplomatis' tentang tetap menentang aksi Israel. Tapi pertanyaan kenapa gag setuju embargo dijawab dengan...
ketika memutuskan untuk mengembargo, berarti secara tidak langsung kita menyatakan bahwa negara Israel berpengaruh besar bagi kita. Bahwa kita bergantung pada mereka dan ato mereka bergantung pada kita. Bahwa kita masih menaruh perhatian lebih, masih peduli terhadap Israel.

Xixixixi... dan aku melihat itu sebagai alasan yang masuk akal. Ketika kita memutuskan untuk membenci seseorang.. it means kita bakal mengeluarkan effort yang 'lebih' dibanding ke orang lain untuk membencinya. It means kita uda menempatkan dia pada tempat spesial di hati dan benak kita. Effort berlebihan? Seperti memikirkannya setiap saat (meski mikirin gimana cara menyakitinya misalna...), memposisikan si dia sebagai center dalam segala aspek hidup kita, en so on so on. Ketika kita membenci seseorang... mungkin kita berusaha untuk menghindari dia, ato berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkannya, padahal mungkin dia tenang2 ajah di luar sono tanpa tau apa2.. ^_^

Well, IMO... ketika kita uda mulai merasa 'tidak menyukai' ato mungkin 'benci' pada seseorang, ini gag lain adalah bentuk lain dari pengakuan kita terhadapnya. Tanda bahwa kita masih peduli pada orang tersebut. Menganggapnya selevel.. ato bahkan lebih tinggi dari kita, sehingga layak untuk dibenci.

Dalam kasus embargo Indonesia-Israel ini... aku cenderung ngeliat kalo emang mau embargo... apa pengaruhnya bagi Israel sebenernya? Sama seperti ketika kita demo di bunderan HI menentang Amerika dan kroni2nyah... apa pengaruhna bagi mereka?
Ataww... hal ini mau dilihat dari segi pernyataan sikap ajah? Bahwa kita harus sekuat tenaga menunjukkan pada dunia dan pada Israel tentuna.. bahwa kita sangat2 menentang aksi Israel?
Again.. allow me to ask myself.. apakah hal ini bisa membantu sodara2 kita di Hezbullah sana? Dengan menunjukkan bahwa kita empati? (mungkin ada yg bilang... mending lah jenx... daripada gag empati blas??) xexexe... well, maybe inilah satu2na cara yang kita tau untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap korban Israel... yah...

Wax... tapi... lagi2 image... citra.... (!)
huff... how I hate this word... ^^
(lho... kalo benci, brarti kucink ini mengakui 'citra' dunk?)... zing... halah... ^^

du di du di duu...
*hanyamengisiwaktusajah*