Saturday, September 30, 2006

imagi cinta...

masihkah kamu merindukan aku.. disaat kau sendiri tanpaku... _rein_

kau hancurkan diriku dengan dustamu..
kusadari kini angan bersamamu hanya mimpi... _hanya mimpi_

terbersit tanda tanya.. itu sebuah proses panjang
terucap jawaban.. merasuk nurani menyentak logika... _liberty_

ungkap semua rasa dihatimu
kuingin dengar nuranimu
hati kecilmu adakah ragu
sepenggal asa masih tersisa
lupakan semua kisah indah semu yang mungkin tersisa dihatimu.... _masihkah ada_

***

lg tergila2 sm dewa jadullll, especially di 2 album pertamanya, dewa19 n format masa depan
ngerock abeeeeesss!!!! hohohohoho

***
[especially this one...]
melangkah lagi menelusuri cinta yang kian tak tertanda
berjalan lagi meraih asmaraku
menggapai gairahku... oh...

kadang kutemui obsesi.. batini.. ambisi... materi... naluri... insani
yang terukir dalam cerita... imagi cinta

haruskah kubertahan (haruskah ku bertahan) dalam kisah asmara
(dalam kisah yang ada dalam asmara)
haruskah kucari dan kucari lagi
mencari - cari... disepi hati ini

cinta suci terpendam oh...
jatuh tersungkur dipelukan sang dewi (a)
tak berdaya lagi

_imagi cinta_

*keluh...

antara dian sastro.. jamur.. n dora the explorer.. ^^

"sayang... dian sastro cantik yah??..."

"nngg.... iyya.. kenapa emang?"

"mmm... boleh gag... aku potong kaya dian sastro?.. hehehehe"

".. gpp.. potong ajah.. lagian aq jg pengen liat km potong segitu.. "

hohohoho..
n the result??

yaa... sama spt judul di atas sodara2..
antara dian sastro.. jamur.. dan dora the explorer..

xaxaxaxaxaxa
*ah.. dian emang cantik...

Thursday, September 28, 2006

ada!

"ketika kamu di sini semua terasa mudah... tp ketika km gag ada.. things went just like always.. ordinary.."

euh.. in a free translation.. it means that my existance doesn't mean anything 2 u, huh?
Ketika sebuah 'ada' hanya berarti ketika ia ada...
entahlah.. tidakkah semestina, sebuah "tidak ada" memberikan konsekuensi yang bertentangan dengan sebuah "ada"?
Kalo dengan "ada" semua terasa mudah, tidakkah semestina "tidak ada" membuat segalanya sulit?
Seharusna demikian... tapi kenyataannya.. tidak.

kenyataannya.. tyt.. kondisi "mudah" itu tidak jadi terlalu spesial untukmu?
.. karena tak pernah ada "sulit"
.. dan karenanya, "ada" pun tidak jadi spesial
.. dan "aku" pun.. jadi tidak spesial, bukan?


*sedih..*


if it is born in flames, then we should let it burn
burn as brightly as we can
if it’s got to end, then let it end in flames
let it burn all the way down
...dashboard confessional_[currents]

Thursday, September 21, 2006

luther...


"Luther...."
A film that stuck in my head for a quite long time. Yah, setelah berbulan-bulan 'kering' nonton film2 yang gag bermutu... *oh, ada satu ding, yang lumayan nyanthol...
jreng jreng jreng..."The Ant Bully..!"
(ziing??) ^0^ hohohoho....

ehm.. eniwe, back to Luther, film semi biografi-na Martin Luther, seorang pastor revolusioner yang berani membelot dari ajaran Katholik Roma kala ituh.. dan akhirna kabarna mendirikan aliran Kristen sendiri.

Ah ya... dan hampir2 sama kaya Da Vinci Code, di Luther ini juga mengungkap 'bobroknya' kepemimpinan Paus dan Vatikan kala ituh, yang dianggap mempergunakan dogma agama demi kepentingan umat tetapi tanpa disadari malah menyengsarakan rakyat. Ketika keselamatan dalam bentuk indulgensia diwajibkan untuk dibeli. Konsep 'stick and carrot' dikedepankan, dengan wortel berupa 'keselamatan/surga', dan tongkat pemukul berapa 'api neraka'. Yang kemudian memunculkan Martin Luther, sebagai seorang teolog terpelajar, dengan pemikiran2 dan ide2 yang ... I must say... gw bangedd gituw... xixixi. A common thought nowadays buat seseorang yg rational-minded, but definitely not at that time, ketika rasio dipinggirkan oleh dogma agama.

Thought macam apa c? Uhm... terus terang.. ragu2 juga ngomongin secara terbuka n detil. Cuz.. yah.. ada beberapa pemikiran yang mungkin bakal menyudutkan pihak2 tertentu, termasuk sang pemikir sendiri... (hohoho...). Dan dari film ini pulalah aku mendapat justifikasi why few things better left unsaid, dan gimana belajar tentang kebijaksanaan (scr bertahap, tentuna)... belajar memiliki wisdom untuk tidak secara outloud menyuarakan pemikiran2 kitah.

Kenapa selama ini ada beberapa pemikiran yang kusimpan sendiri, dan kenapa aku sedikit menyalahkan Luther atas pergolakan berdarah yang terjadi kala ituw.. IMO karena wisdom untuk memilah2 apa yang harus dilakukan/dikatakan memang bener2 diperlukan. Baik itu wisdom untuk mengatur kata2 yang akan dikeluarkan, mopun wisdom untuk memutuskan apakah akan diam ato bicara. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, such as.. timing, tujuan, dan sasaran. Dengan catatan, sebelomna kita harus siap dan yakin bahwa pemikiran kita emang bener2 bisa memperbaiki kondisi yang ada. Bahwa kita telah menawarkan sesuatu yang baik untuk sesama kita.

Di Luther.. timing mungkin uda pas. Tapi sasaran.. tujuan dan cara penyampaiannya sedikit meleset. Luther tidak mempertimbangkan kesiapan para audiense yang mendengarkan pemikirannya, pun tidak memikirkan tingkat kecerdasan orang2 yang menerima 'provokasi-na' dan yang paling penting... tidak memikirkan side-effect ketika ada segelintir orang yang menginterpretasikan pemikirannya secara ekstrim dan salah kaprah. Dan kemudian diperparah dengan kondisi ketika dia menghilang, tanpa sempat meluruskan interpretasi yang salah kaprah itu tadi.. dan terjadilah... pergolakan berdarah ituw.

Sapa yang salah?
I dunno... Meskipun pernyataan2 dan provokasina menyulut pergolakan, i think basically Luther got the point. Luther menentang penjualan indulgensia, atau kepemilikan benda2 ritual agama yang cenderung dikultuskan, dikomersilkan... sementara kemiskinan meluas. Dia memperjuangkan agar Bijbel diterjemahkan dan dibahasakan dalam bahasa masing2 sehingga umat bisa lebih dekat dengan sabda Tuhan itu sendiri. Tidak ada yang salah dengan ituh, IMO.
Dan Vatikan.. sebagai suatu lembaga raksasa yang mempunyai otorita mutlak pun tidak terlalu salah karena mungkin meneruskan langgam lama yang telah diyakini bertahun2. Kekurangannya mungkin ketidaksensitifan terhadap persoalan sosial rakyat bawah.
Everybody's got their own point of view.

Setiap orang punya, dan emang harus punya keyakinan pribadi dan mungkin interpretasi terhadap segala sesuatu, aku yakin ituh. Tidak harus sama seratus persen dengan keyakinan dan interpretasi umum. Ketidaksamaan interpretasi inilah yang mungkin memunculkan fenomena nabi2 (kalo konteksna agama), ato sang pembaharu (kl konteks pengetahuan) ato sang pejuang revolusi (konteks politik) yang menawarkan dan bahkan kadang memaksa-masukkan hukum baru sesuai dengan interpretasinya; sesuai dengan kebenarannya.

Buwatku pribadi... hal macam ini selalu akan memunculkan pertanyaan, "kebenaran milik siapa?" Kalo kita sebagai individu yag ditanya pastina bakal menjawab, "kebenaranku lah yang paling benar!" Dan ketika kita ditanya antara Luther 'n Vatikan, mana yang paling benar, mungkin masing2 dari kita bisa menjawab mana yang benar, but then once again... the answer depends on us, depends on our own perspective. Therefore.. I'll call it a subjective matters ; yang mana tidak bisa dikukuhkan sebagai kebenaran yang mutlak.

Some might say bahwa kebenaran ada di pundak kekuasaan. It's true.. I think. Siapapun yang ada di puncak kekuasaan pasti bisa memaksa-masukkan kebenaran-nya untuk diamini orang2 di bawahnya sebagai kebenaran milik mereka sendiri. Dan ini legal, bagus juga sebenernya kalo aja siapa2 yang ada di puncak ituw adalah the right man in the right place. ^^. Yang dikhawatirkan kan kalo yang ada di atas ituw otoriter yang tidak memahami kepentingan rakyat banyak.. (at this point sepertina aku mendukung sistem demokrasi.. hehehe).

So? To the contrary, I'm beginning to ask myself... dan apakah menurutmu dunia akan jadi lebih baik jika kita membiarkan orang2 berjalan dengan arah pikirnya masing2.. bebas sebebas2nya menginterpretasi segala sesuatu dengan batas imajiner bahwa kita memegang kebenaran kita masing2?
Tidak juga... kalo kata BEBAS didenotasikan sebagai bebas sebebas2na tanpa ikatan.
Tapi mungkin.. jika kita menganut BEBAS secara CERDAS. Bebas yang bukan berarti tanpa ikatan. Karena IMO, seorang baru bener2 bisa dibilang bebas kalo dia bisa memilih antara terikat atau tidak. Hehehe. Dan bebas secara cerdik. Tau gimana cara menikmati kebebasannya dan bisa menempatkan diri. ^^ Bahwa dalam suatu area selalu akan ada hukum kebenaran yang berlaku, yang memaksa kita semua untuk tunduk padanya. Dan seorang yang bijaksana adalah orang yang tau gimana menempatkan diri sehingga bisa menyelaraskan antara kebenaran publik dan kebenarannya sendiri. Sulit c, apalagi kalo kita tau benar bahwa kebenaran dan hukum yang berlaku tidak memihak kita.. inilah yang memunculkan fenomena revolusi tadi.. dan revolusi, bagaimanapun bentuknya, selalu menuntut korban...

Plz name one.. a revolution without sacrifice.. (???)
Dan bahkan mahatma gandhi yg mengusung bendera anti kekerasan pun mengundang kematian bagi dirina sendiri dalam perjuangan pembaharuannyah...

...menyedihkan....
tapi filmna bagus... i like it... -_-




Saturday, September 16, 2006

a little inspirational moment i'd like to share...

"613 tu biasanya lewatnya jam-jaman, Jenx"
kata-kata itu terus terngiang-ngiang di benakku, tepat pada saat aku mulai 'kering' nunggu Kopaja jalur 613 di ujung gang rumah Omku.
Hawa Jakarta Selatan, seperti biasa, tidak bersahabat, apalagi jam-jam segini. Jam 1 siang, ketika matahari tepat berada di atas kepala, dan bulir-bulir keringat menetes deras di balik kaos merah menyalaku.

Celingak... celinguk.. gag ada tempat buat duduk yah? Sepertina komplek perumahan elite ini bener2 gag didesain sebagai tempat nyaman untuk nunggu bis ekonomi / metromini, yah?... Menit demi menit berlalu, beban di punggungku semakin tak tertahankan... uuhh kekna aku salah packing niy, tas ransel North Face-ku terasa bener2 membebani, palagi kalo dipakenya bareng sama sandal berhak 5 cm.... (???) Ada yang aneh? xaxaxa... saltum (lagi), euy...
Yaa abis gimana lagi... sandal ceperku yang nyaman putus tiba2, n yg tersisa cuma sepatu hak tinggi itu dah.

Sesekali... taksi2 biru, ijo, putih melewatiku pelan2 sambil membunyikan klaksonnya. Lagi2 kata2 Om Indra n Tante Fifin terbersit di benakku.
"kenapa gag naik taksi aja c Jeng? Kamu bisa hemat waktu, gag capek lagi!"
Xexexe... iya yah... kenapa ya? Padahal adek mamaku ituw juga uda ngasih uang saku yang lebih dari cukup buwat naik taksi Bintaro - Cengkareng bolak balik! Oui... yang jelas... kalo lagi kumat edannya, makhluk yang namanya Ajenx ini emang suka aneh2. Suka naik metromini daripada taksi. Meski kalo naik metromini 613 harus muter ke blok M duluh abis 2000 perak, beli Roti Boy di Pasaraya, baru dari situ naek damri, 15 ribu.. sampe bandara. Lama.. dan puanasss pastina..

Tapi.. naik metromini bisa banyak liat2...merakyat.. lebih aman (dibanding taksi2 gag jelas) n so pasti... irit, coy! xixixixi. Bakal ada pengalaman baru di setiap metromini/angkot yang dinaiki. Ketemu penumpang ganteng, misalna (xixi... jarang, c) ato naik metromini yang dah perlu diapkir, yang goncangannya bikin keguguran janin seketika.... Ato duduk di sebelah mbak mbak yang tiap 2 menit sekali ngupil (beneran niy!)... Ato duduk di sebalah bapak2 yang terkantuk2.. ato duduk di belakang pasangan yang asyik masyuk pacaran (sambil geleng2 kepala...*pengen* hohohoho).. Ato duduk di sebelah sopir yg tampangnya kaya ariel peterpan waxaxaxa. Cukup banyak orang2 dari berbagai jenis bisa ditemui di metromini/kopaja. Cuman kalo dah mule pada kecentilan.. ya jadi males.. xexexe.

Capek berdiri di pinggir jalan kaya WTS kesiangan, akhirna aku nyerah... abang becak di ujung gang yang belom seberapa tuwa itu mule senyum2 waktu aku jalan menghampirinya.
"Hero, bang..."
"Hero kecil? Ayok dah neng..."
"Tunggu, berapa dulu, bang?'
"Ah, udah.. naik dulu lah neng, tar terserah neng mau ngasi berapa"
Lho.. aneh... *curiga* kok gitu ya? Sempet adu mulut dikit, abis.. gag mau dunk tar kalo da sampe di sono si abang ngasi harga tinggi.
"Tar saya kasi 1000 lho bang, emang mau?"
"Iya d mau.. uda, naik dulu"
Masih heran.. tapi ya apa bole buat...

"Mo ke mana c neng? Bawaannya berat amat?"
"Mo ke bandara bang.. pulang ke jogja"
"Oh... pulang ke 'Jawa' ya?" blablablabla..
Ternyata si abang ini orang 'Jawa' juga (*heran deh... emang Jakarta bukan di Jawa ya? baru tau... :p). Si abang tukang becak dari Purwokerto tapi sempet lama di Jogja, di daerah Bantul.
Blaa bla bla.. d tengah percakapan, tiba2 Kopaja 613 yang kudambakan melintas pelan di depan kami, mau berenti. Otomatis aku langsung bilang, "Wah, 613... tadi aku mau naik itu tuh bang"
Si abang langsung mengayuh becaknya cepet2
"Ya distop aja, neng... oi STOP! STOP!"
613 brenti, dan aku bergegas turun sambil mengulurkan uang 5000 rupiah
"Ni bang, makasi yaa..."
"Eh gag usah, neng.. beneran... uda neng buruan naik, ati2 di jalan!" si abang langsung mengayuh becaknya lagi, n pergi sambil tersenyum.
Euh, masi sedikit linglung, aku bergegas naik 613. Di dalam Kopaja, dengan sedikit berkaca-kaca (bo'ong ding... ^0^) aku mengenangkan kebaikan si abang becak.
Bisa juga yah.. di jaman sekarang masih ada orang yang nolak uang ..(ato krn cuma 5ribu yah?)... Entah motifna apa, yang jelas pengalaman sederhana ituh cukup inspiratif juga buatkuw. Entahlah.... aneh aja gituw. Ternyata masi ada tersedia ruang untuk keikhlasan dan kebaikan serta non-materiil di dunia inih.. sebuah tempat yang sempat kucurigai sebagai dunia yang tak mungkin berputar tanpa adanya uang/materi. ^^

_Jakarta, November 2005_

Wednesday, September 13, 2006

hatred...

Waktu itu sekilas nonton acara debat kusir antar kelompok mahasiswa (kayanya c... wong pesertanya pada pake jas almamater gituw). Di Metro TV (kayanya juga... soalnya host-na si cantik Najwa Shihab) yang membahas tentang... "Setujukah kita dengan embargo Indonesia terhadap Israel?" (kayanya juga c... cuma liat sepotong ajah..) huehehehe... gag jelas banged!

Eniwe, seperti layaknya perdebatan biasa, ada 2 kubu yang membawa bendera masing2.... setujuh, ato gag setujuh. Dan seperti yang uda bisa diduga, elemen mahasiswa yg membawa bendera konsep agama tegas2 menyatakan Indonesia harus mengembargo Israel, sebagai tanda bahwa kita menentang agresi militer Israel terhada Hezbullah. N in the other side.. ada mahasiswa2 yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap embargo Israel.

Diliat sepintas emang... pendapat yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap embargo Israel terkesan outrage, gituw. Kok gag simpati sama Hezbullah.. ato lebih curiga lagi... dukung Israel ya??
Xexexexe... is it?

Sebenere what interest me the most adalah alasan yang diungkap seorang mahasiswa berjas kuning (UI bukan yak?) yang menyatakan bahwa gag perlulah kita mengembargo Israel. Setelah terlebih dulu mengungkapkan pernyataan 'diplomatis' tentang tetap menentang aksi Israel. Tapi pertanyaan kenapa gag setuju embargo dijawab dengan...
ketika memutuskan untuk mengembargo, berarti secara tidak langsung kita menyatakan bahwa negara Israel berpengaruh besar bagi kita. Bahwa kita bergantung pada mereka dan ato mereka bergantung pada kita. Bahwa kita masih menaruh perhatian lebih, masih peduli terhadap Israel.

Xixixixi... dan aku melihat itu sebagai alasan yang masuk akal. Ketika kita memutuskan untuk membenci seseorang.. it means kita bakal mengeluarkan effort yang 'lebih' dibanding ke orang lain untuk membencinya. It means kita uda menempatkan dia pada tempat spesial di hati dan benak kita. Effort berlebihan? Seperti memikirkannya setiap saat (meski mikirin gimana cara menyakitinya misalna...), memposisikan si dia sebagai center dalam segala aspek hidup kita, en so on so on. Ketika kita membenci seseorang... mungkin kita berusaha untuk menghindari dia, ato berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkannya, padahal mungkin dia tenang2 ajah di luar sono tanpa tau apa2.. ^_^

Well, IMO... ketika kita uda mulai merasa 'tidak menyukai' ato mungkin 'benci' pada seseorang, ini gag lain adalah bentuk lain dari pengakuan kita terhadapnya. Tanda bahwa kita masih peduli pada orang tersebut. Menganggapnya selevel.. ato bahkan lebih tinggi dari kita, sehingga layak untuk dibenci.

Dalam kasus embargo Indonesia-Israel ini... aku cenderung ngeliat kalo emang mau embargo... apa pengaruhnya bagi Israel sebenernya? Sama seperti ketika kita demo di bunderan HI menentang Amerika dan kroni2nyah... apa pengaruhna bagi mereka?
Ataww... hal ini mau dilihat dari segi pernyataan sikap ajah? Bahwa kita harus sekuat tenaga menunjukkan pada dunia dan pada Israel tentuna.. bahwa kita sangat2 menentang aksi Israel?
Again.. allow me to ask myself.. apakah hal ini bisa membantu sodara2 kita di Hezbullah sana? Dengan menunjukkan bahwa kita empati? (mungkin ada yg bilang... mending lah jenx... daripada gag empati blas??) xexexe... well, maybe inilah satu2na cara yang kita tau untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap korban Israel... yah...

Wax... tapi... lagi2 image... citra.... (!)
huff... how I hate this word... ^^
(lho... kalo benci, brarti kucink ini mengakui 'citra' dunk?)... zing... halah... ^^

du di du di duu...
*hanyamengisiwaktusajah*

Wednesday, September 06, 2006

on bended knees

every second's count...
i wish i could just stop the clock from ticking
so i can last eternally in ur arms
instead of watching ur back, when u're gone... someday

gosh...
u really are..
and i really am... on bended knees...
reaching for ur perfection, keajaiban ketjilkuw ^^

Monday, September 04, 2006

Eva Cassidy!!

Lying in my bed I hear the clock tick,
And think of you
Turning in circles confusion
Is nothing new
Flashback to warm nights
Almost left behind
Suitcase of memories,
Time after...

Sometimes you picture me
I'm walking too far ahead
You're calling to me, I can't hear
What you have said
And you say go slow
I've fallen behind
The second hand unwinds

Chorus:
If you're lost you can look and you will find me
Time after time
If you fall I will catch you I'll be waiting
Time after time
If you fall I will catch you I will be waiting
Time after time
Time after time

After your picture fades and darkness has
Turned to grey
Watching through windows I’m wondering
If you’re OK
And you say go slow
I've fallen behind
The drum beats out of time



............................finallyyyy!!!! Aku nemu lagu ini. Eh, tepatnya... nemu versi lagu yang tyt dinyanyiin sama seorang Eva Cassidy ... after years passin' by, dan ternyata terselip di tengah2 kumpulan soundtrackna Smallville..
fiuuhh..

Hehehehe.. Years by years, setelah dulu pernah sekali dengerin versi eva ini di sebuah radio swasta. Tapi gag tau sapa yg nyanyi. Bayangin ajah, hampir semua versi "Time After Time" aku punya.. dari Inoj, Blaque, Matchbox 20 sampe yg terbaru Me and the First Gimmick.. (ato me first and the gimmick?? ato me the gimmick and first?? lhaa.. ^^). Gag nemu.. sampe akhirna... malem ituh.
Eva Cassidyy!!!! (senengnya...). hihihi... abis, versi aransemen yang atu ini emang spesiyal banget. Ajenx banget dah pokoke. Dan liriknya juga okehhh... ^^

Dan karena Eva Cassidy pula.. playlist freshened up!
Mulai dari Daniel Powter. Ada beberapa lagu yang yang nyanthol, such as: Bad Day (ofcourse), Jimmy Gets High, Styrofoam, Lie To Me, sama satu yang asik bangett..: Free Loop! Enak bwad goyanggg..
And then.. Dashboard Confessional di albumna Dusk and Summer. Track yang recommended c.. hampir semuwa ya (dashboard gitu looh ^^) : Stolen, Currents, Dusk and Summer, Don't Wait, So long so long
Trus Muse.. wax.. kalo ini gag perlu ditanya lagi. Semuwa... satu album Black Hole and Revelation masuk list! Yeah.. Asik banget didengerin pas gag pengen mikir!! Terbangg... fly... ringannn....
Dari kancah lokal.. Nidji.. (hmm): uda bosen sama Child, Sudah, sm Hapus Aku.. beranjak ke Heaven, n Manusia Sempurna.
Plus Ada band (hihihi)... donny tea!!...
Sama Glenn Fredly (duh, meski kekna bukan ajenx banged.. tapi ya.. gpp lah) Lagi seneng sama "Tega"-nya Glenn. hehe

Yang laen masi bertahan.. Teddy Gaiger, Lisa Loeb, DT, pulang-na dee, strong enough-na sheryl crow, no frontiers-na the corrs, selimut hatina dewa (zing?), terlalu indahnya cokelat, en so on so on...

Under 'gag penting' post...
Kucinx on allegro-mode