Wednesday, June 28, 2006

jangan hapus!

Seseorang itu pergi.. mudah.. sekejap..
Dan kamu.. kosong.. hampa.. takut.. tersadar
U don't wanna go from there. Jangan suruh pergi dari tempat itu. Sungguh mati, tak ingin kamu berpindah ke waktu di mana kalian telah saling melupakan.
Pun tak ingin melancong ke masa lalu, di mana kalian masih bertanya2.. meraba.. meragu.

U just wanna stay here, at this point of time

Mencintainya..
dan dicintainya
Tanpa pretensi.. tanpa sebentuk benda hitam putih bernama realita.

Didn't he know?
Kamu tak ingin diyakinkan bahwa dia bukan milikmu
Kamu tak ingin disadarkan
Kamu tak ingin dihapus waktu
pun tak ingin waktu menghapusnya

Hanya ingin berdiam dalam sebentuk ruang waktu yg statis persegi berwarna kelabu dan tanpa ornamen.
Hanya diam..
Hanya kosong
Empty, without any further will 'n hope to stand up again, to fullfill it again, to colour ur day again.
Tinggal kepasrahan seorang perempuan yg merasakan bahwa segalanya seakan berhenti begitu saja.

Dunia yg seakan tanpa hari esok.. (karena esok-mu adalah dia)
Tanpa warna-warni (karena warna warni-mu hanyalah dia)
Tanpa energi.. tanpa semangat.. (karena energi dan semangat-mu berasal darinya)
That's why... kamu sungguh tak ingin bangkit dan beranjak dari titik waktu ini. Karena hari esok begitu menakutkan, tanpa-nya... A girl once said sumtin like this to you..
"Aku tidak bisa membayangkan bercinta tidak dengannya...
Bayangan bercinta dengan orang lain benar2 membuatku mual.."
Statement yg gila, pikirmu kala ituh. Funny isn't it.. since u felt that way now?

Ah... seandainya waktu bisa terbeku selamanya.
Kamu hanya ingin membeku dalam pelukannya.

Tuhan... betapa kamu begitu mencintainya...


i wanted u to know... i love the way u laugh
i keep ur photograph.. i know it serves me well
cause i'm broken when i'm lonesome
i don't feel right when u're gone away
cause i'm broken when i'm opened
i don't feel like i am strong enough....
one amazing song from seether feat. amy lee ::broken::

detik-detik terakhir rambut panjangku

-batik mode on friday-


-with 'kutil' on a blue dayy...-


Wednesday, June 21, 2006

mass rapid transportation

Pertama kali ngeh soal MRT mungkin baru kurang lebih setaon yg lalu ya... Waktu masih beradaptasi dengan kemacetan Bintaro-Blok M tiap pagi yg kutempuh dengan taksi (wah.. wah.. wah... kalo inget jaman2 jahiliyah ituh... xexexexe)

Anyway, Mass Rapid Transportation, pasti uda luamaa banget gosipna berkembang di endonesa, khususna kota metropolitan djakarta. Dari subway train, monorail.. sampe yg sederhana n mulai diaplikasikan di djakarta kaya busway. Semua orang bilang.... perlu! Kita perlu banget yg namanya MRT. I do think so, especially pada saat2 ketika stuck dalam mobil yg lowong, di tengah2 lautan mobil yg isina cuma satu-dua orang yg merayap di arteri Pondok Indah dengan telpun genggam yg gag berhenti2na berdering.. berteriak.. "Kamu di mana? Lama banget c nyampeknyaa?? Saya butuh bahannya nih!" Dan yg selalu dijawab dengan jawaban klise.. "Macet, pak..."
Wax.. xexexexe.

Tapi ya, meski santer, dan disadari penuh bahwa kebutuhan akan sistem MRT sangat mendesak, masih belom diikuti dengan tindakan konkret. Yapp... gag tau juga kenapa. Paling akhir, ketika dari Jepang menawarkan bantuan membangun sistem MRT yg merupakan kombinasi dari terowongan dan flyover senilai 780 juta US$. Angka fantastik kalo diliat sekilas... tapi mungkin gag juga kalo dipikir2... karena angka ini konon uda termasuk jasa konsultasi sampe final desain.. dan termasuk set up perusahaan yg bakal mengelola MRT ini. (Harun Al Rasyid, Kompas.....*lupa tanggalnaa ^0^*)

IMO, meskipun ini termasuk utang (lagi2) gag ada salahna juga c kalo dipertimbangkan.. palagi kalo menghitung2 biaya kemacetan di Jakarta yg konon kabarnya mencapai 14,8 milyar/hari. Masih ditambah lagi dengan kompensasi tambahan senilai 5 T rupiah kalo kita menunda proyek MRT ini sampe taon depan.

Tapi kemudian tersiar kabar lagi... MRT ini terancam gagal. Gara2na ada satu konsorsium BUMN yg menyatakan bahwasanya biaya 780 juta US$ itu adalah biaya mark up. Harusna gag semahal ituw. Karena setelah dihitung2.. biaya proyek menurut versi konsorsium tadi hanya 70% dari estimasi biaya yg ditetapkan Jepang.
Euy.. aku c nanyanya.. apa metode perhitungan yg dipake uda apple to apple? Jangan2 orang2 itu 'hanya' menghitung berdasarkan proyek2 sejenis di luar negeri? Karena kita di sini belom pernah membangun sistem MRT seperti ituw kan? How can we be so sure? Meskipun pihak Jepang juga mungkin tidak lebih tau kondisi dalam negeri kita, jadi ya hitungannya masih bisa didebat sedikit2.. IMO masih ada jalan keluar laen selain saklek menolak tawaran mereka n strict pada itungan kita. Hey, sekarang kan ada yg namanya negosiasi toh? Kalo emang yakin dengan perhitungan kita.. ya ada baikna diperjuangkan.

Kalo emang APBN ato APBD keberatan dengan masalah biaya (sepertina pasti, c ^^) kita bisa mencontoh Paris, misalna.. yg menerapkan sistem versment transport mereka. Sistem ini mengharuskan setiap pemilik apartment, hotel, ato mall yg ada di sepanjang jalan kota membayarkan pajak yang hampir seluruhna dialokasikan untuk biaya angkutan umum yg melewati tempat mereka.
Ato bisa meniru London yg menerapkan road pricing... tiap kendaraan harus membayar 5 pound untuk lewat jalan kota. Ex kantorku Gamatechno, dulu juga sempet membahas proyek macam inih.. tentang penggunaan RFID skala besar yg ditanam di jalan2 tol untuk mengidentifikasi mobil2 yg gag terregistrasi n pastina gag punya karcis langganan bayar. Tapi ya... blom ada kelanjutanna... biaya terlalu mahal gituw ^0^.
xexexe... dan apa yg terjadi di Jogja kala ituh? Ide road pricing sederhana dengan sistem gerbang tol untuk Malioboro ditentang habis2an. Komersialisasi budaya, kata orang2. Yah... aku juga no comment kalo ini mah.. Waktu itu aku sedikit 'marah' juga dengan pemikiran bahwa... "Duh... lama2 mikir pun juga harus bayar niy.." xixixixi.
Itu dulu.. sekarang? Mungkin emang untuk daerah2 yg masih suburban belom siap dengan this kind of stuff ya.. Ya, let it be lah... (lho..!)

Masalah pembiayaan bagaimanapun pasti tetep menimbulkan konflik. Tapi bukan melulu masalah biaya c yg musti diuplek2. Justru kesiapan kita di bidang2 lain itu yg harus dipikirin masak2. Siapkah kita dengan keberadaan MRT? Maukah kita mengubah cara hidup kita dari ekslusivisme mobil2 mewah ke sebuah mass situation yg kurang nyaman? Ada juga aspek lain yg harus diperhatikan.. such as... aspek sosial, misalna. Pembangunan MRT seperti terowongan, ato monorail.. n terutama subway juga pastina menimbulkan dampak sosial yg gag bisa dipandang remeh. Tingkat kejahatan meningkat, bisa ajah. Masalah pembebasan lahan... masalah teknologi.. maintenance.. Ini yg kudu dipikirin baik2. Karena biasanya,, orang kita kaya anak kecil, yg dapet mainan baru... suenengnya minta ampun.. tapi gag tau cara ngerawatna. xixixixi]
Piss mann...

pull back

sumtimes we all need to pull back, madame..
or havent anybody told u bout that?
tentang bagaimana hidup tidak selalu bisa memberi apa yg jadi keinginan kita
tentang bagaimana kadang kita butuh untuk jadi 'kalah' suatu waktu
tidak bisa kita menjadi 'menang' setiap kali
kita butuh kalah untuk merasakan nikmatnya menang
nikmatnya di atas.. nikmatnya di depan,
adalah ketika kita pada suatu ketika merendahkan diri untuk menjadi di bawah.. dan di belakang.

dan ada kalanya sebuah kondisi tidak terdiri atas kamu benar dan aku salah.
bisa kamu benar dan aku benar
ato kamu salah dan aku salah
dan mungkin... aku benar dan kamu salah...

havent they told u?
i guess not..

dia biasa makan indomi dengan nasi
sementara kamu sangat tidak menyukai bihun dicampur dengan capcay
ada yg salah dengan itu semua?
tidak ada yg salah... tp nuranimu tidak berkata demikian bukan?
as long as u didn't get what u want... they're all wrong!

well... i'm tired
at this point i'm tired... ^^
tp mungkin jg aku yg salah...

Sunday, June 18, 2006

bad day in my mind...

sometimes the system goes on the blink
and the whole things turn out wrong...
[daniel powter_bad day]

my soundtrack of the week ^^
well.. what can i say? I never wanna be a grumpy girl yg selalu mengeluh ini ituh.. ato jadi perempuan yg dari waktu ke waktu mendesah.. hhhh... gosh... what is so wrong with me today??? Ato yg dari waktu ke waktu mengeluh kepalanya pusing lah.. perutna sakit lah.. n selalu berpikiran .. damneedd! why am I so unlucky???

Xexexe... amit2 dah. Bukan ajenx namanya kalo uda mula kek gitu. In fact.. kalo uda mulai terlihat kucing yang namanya ajenx ini menampakkan gejala2 demikian, besar kemungkinan.. dia... sedang jatuh cintaaaa!!! Hohohoho.. (ngaku..=*>). Gag ding.. gag segituna. Yang jelas, FYI.. mengutip apa yg dikatakan oleh seorang mas gugun di ujung sana.. bahwa seorang ajenx bakalan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluh dalam kondisi apapun. Ia hanya akan berkeluh kesah pada orang2 yg ia percaya betul, dan yg ia sayangi.. yg membuat ia tega untuk menumpahkan segalanya pada orang ituh. ^^
Is it true? I dunno... terserah ke semua yg nilai aja c.

Eniwe..
.... the whole things went out wrong...

have u ever felt like that before? I did.. n now.. dengan tanpa bermaksud melanggar prinsip 'anti keluhku' (^^) selama inih.. bolehkan aku membaginya sedikit di forum ini.

Senin 12 juni 2006
it's all messed up. Discussion get along well, I know that. Presentasi juga.. I think I've been as smart as they want me to be, (and I want myself to be). All the assessors said that to me, in privately..
"Kamu tadi bagus banget diskusinya.. Salut!"
Tapi... don't know why.. I'm falling to pieces in the next chapter. xexexe.
Detail, dik! detail!!! Gitu pincaku selalu bilang. Dan aku.. yah, meremehkannya. Yang aku dalami hanya konsep, dan filosofi! Dan ketika ditanya tentang administrasi bla bla bla.. aku... blank! Blank seblank blanknyaaa.. Oh nooo.
N d'yu know what? Bukannya apa2.. yg aku khawatirkan cuma mengecewakan almamaterku ajah, Kantor Cabang Ungaran yg pastina bisa dapet stigma yg kurang baek gara2 salah satu keluarannya gag belajar detil dan administrasi.. hiks hiks hiks. Masih menyesal sampe seminggu..

Selasa, 13 Juni 2006
Aku masuk tv looo.. xixixi. Lumayan, waktu itu lagi kongkow2 sama anak2, membahas all the assessment thing, gila2an ber-20 di salah satu kafe eksotis di atas semarang, Kafe Tanjakan, yg remang2 n dingin angin sambil minum capucino cola n sup krim jagung. Kebetulan lagi ada syuting Pro TV Semarang. Acara musik gitu de kekna.. and there we were.. on screen. Diwawancarai segala.. huehehe. Seru juga.

Rabu, 14 Juni 2006
I've got 2nd edition of Playboy Indonesia in my hand. Setelah desperado nyari edisi pertamanya.. akhirna dapet juga edisi kedua. So?? The truth is.. bagussss.... awesome! Give a lot of credit for PI.. Aku jd bertanya2 apa c yg sebenernya orang2 itu ributkan? Gag ada yg salah dengan isi Playboy Indonesia. Justru kl menurutku, isinya jauh jauh lebih bermutu dibanding majalah2 sejenis, bahkan untuk majalah cosmo sekalipun.. Banyak isinya tentang masalah2 sosial n budaya. Tentang terpidana mati Fabianus Tibo, ato fenomena ranjau darat di Kamboja.. identitas dalam bakso babi di Bali .. n satu yg menarik, artikel tentang ide penghapusan zona perbedaan waktu di Indonesia. Interesting. Selain gambar2 seksi dari Joana, Dorriane n Fla Tofu, kita bisa dapet banyak banget dari satu edisi PI.. (^^). Beli, deh.. xexexe

Sabtu, 18 Juni 2006
Hpku hang.. hp yg belom 3 bulan ada di tanganku ituh hang dengan suksesna.. gr2... i dunno.. ada sms gag jelas masuk gitu de.. and suddenly i can't open the inbox.. and suddenly, the amazing cellphone need to be flashed!!! damnedagain!!!!
Ada yg tertarik beli Siemens ME75 gag ya? xexexexe. Masih mulus loh.. bonus foto2 n video pornoku deh (^0^) *promosi*

Minggu, 19 Juni 2006
I miss u..
Well, I know, that every beggining always has its end.
But I really don't want this to be end right now, or any other time..
(which is so damned impossible, i guess )
I need u, and it hurts sumtimes when i can't reach u at all.
Well. but, anyway... I just wanna be with u, to be by ur side
To see u smile, happy with ur own life.. (even if I'm not involved there)
That's alright.. cuz...
bukankah itu yg dinamakan cinta, sebenarnya?


==========================================

begitu..
dan sepertinya...
hanya keluhan2 yg gag mutu ya.. xexexe
That's why, aku paling gag suka berkeluh kesah ato curhat
Cuz i think.. apa yg kualami, bukanlah apa2
everybody's got their own problem..
n aku jelas gag mau terjebak untuk terlalu memikirkan problemku n end up with pity on myself, dan menumpulkan empatiku pada problem orang2 di sekelilingku, orang2 yg kusayangi.

Oiya.. this is the song I've found yesterday.. old song, i guess, but I've just heard it recently. And I quite think that the lyrics fit with someone.. (^^)

Song by Darius Danesh... Live Twice.

Don't leave now... not yet. There were time we regret. And I'm sorry, Somehow.. I only.. Wanted to make you proud

If I could only let you know, I'd give up everything I own. For just one more day with you. There's nothing I wouldn't do. I could not let it pass me by. If I make every sacrifice To bring me back your love. If only we could live twice...
If only we could live twice

When you told me, I froze. It still echoes In my soul. Please forgive me If I didn't say I love you Every single day

Nobody told me we'd only get one chance
I didn't know that our tide would turn so fast
Why we have to say goodbye I don't understand...


Wednesday, June 14, 2006

dirty dirt...

Kementrian Lingkungan Hidup kemaren menganugerahkan beberapa penghargaan untuk macam2 kota. Ada penghargaan adipura dan penghargaan untuk kota terbersih, taman terbersih, jalan, sekolah, terminal, pasar terbersih dll.. N gag ketinggalan... kota terkotor. Huehehe...

Yg kucatet kemaren ada 4 kota yg dpt predikat kota terkotor.. bekasi, banjarmasin, kab. tangerang.. dan bandung. wew.. Nona Shinta yg cuma senyum2 aja waktu kotanya bekasi disebut salah satu kota terkotor mencoba berkilah.. "Bekasi itu bukannya kotor2 gimana, jenx.. tapi cuma padat ajah penduduknya.. jadi keliatannya kotor.. ^^"
xixixi, tp tetep aja kotor ^^ (piss lo sin..)

Kalo Bandung?
hmmm... Sebenernya ya gag heran kalo bandung masuk ke kategori kota terkotor.. Idiom Bandung Lautan Api kan sekarang uda berubah drastis jadi 'Bandung Lautan Sampah' hehehe... Suatu metafora yg ironis, apalagi kalo inget julukan lain untuk kota Bandung, yaitu kota Kembang...
Kembang... dan sampah... hmm... ya... sama2 beraroma menyengat lah. xixixi. Sama2 berwarna warni juga.. ^^

Anyway, perubahan slogam kota tersebut mustina membuat kita semua sangat2 prihatin dunk ya.. Termasuk kucing satu inih. Meski dibilang gag terlalu fund of bandung (tidak seperti jutaan manusia endonesa laenna yg selalu excited kl denger kata ' bandung'), tapi teteuppp.. gag rela rasanya liat di tipi2 betapa sampah menggunung di hampir tiap sudut kota Bandung (apalagi akhir bulan Mei lalu.. sekarang gimana?). Bikin gag cantik.. bauuu.. n yg jelas sarang penyakit to ya.. yaikk!!

Kok bisa ya? Kata orang c kemaren itu gara2na gag ada TPA di Bandung yg bisa menampung semua sampah2 orang2 Bandung, menyusul ditutupna TPA Cicabe di kota ituh. Padahal... data menunjukkan bahwa jumlah sampah yg dikeluarkan urang2 Bandung ituh sebanyak 5500 meterkibik per rumah tangga. Dan kalo aku gag salah tangkep, sampah di kota Bandung waktu itu mencapai 275 ribu meter kibik yg belom terangkut. (Metro TV, Mei 2006).. akhir2 ini berita sampah Bandung tergeser berita2 laen yg lebih sensasional, jd gag nemu berita yg aptudet.. ^^

Well, ya... what interest me the most adalah apa yg dibilang oleh seorang Bapak Sobirin yang konon kabarnya adalah Dewan DPKLTS. Belio memberikan 3 solusi bagi masalah persampahan di Bandung. Yang pertama adalah mencari lahan untuk TPA baru. Kedua, mengambil dan membereskan sampah2 yg tertumpuk di jalan.. n ketiga... stop sampah dari sumber. Zero waste, katanya..

Yapp.. mencari lahan untuk TPA baru aku setujuh seratus persen... sepertina itu jadi satu2na solusi jangka pendek yg paling mungkin n paling efektif. Trus membereskan sampah yg tertumpuk di jalan... ya jelaslah, itu bakal otomatis mengikuti kalo uda ada TPA baru. Never doubt bout it.. Yang ketiga.. penerapan zero waste.. hmmm... yg kaya di Jepun gituw, yg berusaha menyetop sampah biar ndak sama sekali keluar rumah.

I kinda think this is the hardest thing to do. Meski bukanna gag mungkin sama sekali, c, tp teteup susah kalo gag dibarengi dengan perubahan paradigma dari masing2 kita. Bisa dimulai dari mengurangi sampah, tp inipun susah kl dihadapkan dengan gaya hidup sebagian besar rakyat endonesayg menganut konsumerisme dan hedonisme... xexexe.

Asumsi produksi sampah per orang menurut penelitian bisa mencapai 3 liter per hari. Dan kebanyakan infrastruktur kota2 di endonesa belom bisa melayani 100% dari produksi sampah seluruh penghuni kota.
Zero waste menuntut.. kalo emang terpaksanya ada sampah... tiap2 rumah harus bisa mengolah sampah tersebut.. ntah dibakar, dipendhem, ato dibikin kompos di rumah sendiri.. Yah, IMO.. bagus c, tapi apa ya semua punya waktu untuk 'direpotkan' semacam ini? Bukannya kita bangsa yg gag mau repot? xexexexe

Tp bagus banget, kalo bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2. Kita masyarakat jadi bisa membantu pemerintah dan pihak2 yg berwenang mengurusi sampah biar jadi ndak terlalu sibuk kerjanya.. ^0^ Kalo zero waste bener2 diterapkan, Dinas Kebersihan Kota jadi nganggur dunk?

xexexe...
IMO, perubahan paradigma dari masyarakat jelas penting, n kudu harus ditingkatkan. Bahwa kita musti bisa n sebisa mungkin mengurangi sampah, n punya kesadaran tinggi untuk tidak sekedar men'sampah'kan sampah. Mungkin tidak perlu dalam kerangka menuju 'Zero Waste', tapi cukuplah dalam kerangka peduli sampah. Kenapa? Sepertina bukan barang baru lagi kl aku bilang karena sampah yg hanya sampah itu sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan.. bisa menimbulkan gangguan lingkungan kek lalat, tikus, ular... (eh, ular iya gag ya? ^^). Pokokna hewan2 yg bisa jadi vector penyebaran berbagai penyakit menular. Belom lagi kalo tertumpuk gitu aja di jalan2. Bukan berita baru lagi juga kl aku nyebut tentang pencemaran udara oleh asap (kalo dibakar), bau... dan pencemaran tanah oleh air lindi ato biasa disebut leachate.

Pertanyaanna adalah.. apakah semua tanggung jawab pengolahan sampah harus dibebankan ke masyarakat sendiri (ato pemerintah sendiri) dengan menerapkan kebijakan zero waste tadih? I don't think so... Tetep harus ada pembagian tugas antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat wajibb membersihkan lingkungannya n membuang sampah ke TPSS (tempat pembuangan sampah sementara). Sedang pemerintah bertugas mengambil sampah dari TPSS ke TPA

Emang, kebanyakan yg terjadi... masyarakat tah males tah gag ngerti kesepakatan tadi n buang sampah di sembarang tempat tanpa mikirin akibat selanjutna. This is what we called NIMBY syndrome... Sindrom Not In My Back Yard... yaituh, menganggap sampah bukan urusanna lagi kalo uda di luar rumahnya. Buang di selokan, biar hanyut di desa sebelah, gag peduli... ^^

Well, I know.. kita semua uda ribuan kali denger hal2 semacam ini.. Jangan buang sampah sembarangan.. bla bla bla.. Sepele! Gag penting!
Tapi ya meski kita emang kadang2 nyepelein hal2 remeh kek gini, akibatna kan bisa gedhe juga, contohna ya di Bandung tadi. Sanksi paling ringan 'hanya' dinobatkan sbg salah satu kota terkotor.. turis males dateng.. Yg berat? ya.. penyakit. Mending kita sama2 belajar untuk peduli lingkungan... biar hidupna enak nantina. Toh, sampah kan ya keluaran kita sendiri.. n kalo berakibat buruk kita juga yg kena. So, why don't we try to put our concern to this matters, folks.

*angel mode pas lagi bete*



when u're fading away

i was believing in you
was i mistaken?
i'd rather u be mean, than love and lie
i'd rather hear the truth and have to say goodbye
i'd rather take a blow at least then i would know
but baby don't... you...
vonda shepard_baby don't you....

o bulan bawakan cintaku kepadanya...
bisikkan aku akan setia menantinya
o bulan bila tak sempat aku nyatakan
hangatkan cinta di hatinya dan untukku..
rieka roslan_sesalku

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

you close your eyes.. and leave me naked by your side
n i stay.. just to watch you fade away...
n i love u...


i guess that's enough..
was it?


Sunday, June 04, 2006

what can we do..

Masih tentang pertanyaan..
"gimana kita bisa memitigasi bencana?"

Apa yg bisa kita lakukan dalam kerangka mencegah dan mengeliminir dampak yang dihasilkan oleh bencana (terutama gempa?). Terlalu banyak korban uda berjatohan karena fenomena alam.. dan alangkah naifnya kalo kita semua berdiam diri menyikapinya. Kalo untuk solidaritas serta tindakan2 tanggap bencana c aku percaya kita semua uda berusaha semaksimal mungkin.. Salut buat semua pihak yang uda berusaha sekuat tenaga untuk membantu sesama yg membutuhkan.

Kalo emang uda terjadi.. ya apa lagi yg bisa dilakukan selaen berusaha memperbaiki kerusakan yg ditimbulkan. Tapi alangkah lebih baiknya kalo diikuti dengan usaha2 untuk mencegah akibat serupa terjadi lagi kelak. Mungkin bukan dalam kerangka pikiran untuk menghentikan ya.. hey, who the hell are we yah berani mendahului kehendak Yang Dia Atas? Tapi IMO.. sebagai manusia yg punya keterbatasan kita juga punya kelebihan untuk berpikir.. dalam hal ini untuk memprediksi datangnya bencana hingga bisa mengeliminir dampak yg dihasilkan nantina.

Gempa di Jogja kemaren sedikit berbeda dengan gempa di Aceh dan Nias, yg terjadi karena tumbukan antara 2 lempeng. Memang.. awalnya adalah karena ada proses subduksi.. masuknya kerak samudra ke bawah kerak benua (di jogja kemaren antara lempeng indoaustralia yang bergerak 7cm per taon ke arah utara bertumbukan dengan lempeng eurasia). Bedanya... daerah gempa tidak terjadi di pertemuan kedua lempeng ini, melainkan timbul pada patahan2 kecil yg bersifat lokal yg dinamakan Sesar Opak.. yang diam2 aktif karena pergerakan 2 lempeng tadih. Sesar Opak ini memanjang dari pantai selatan pundong bantul, berbah sampek klaten. No wonder..kerusakan di daerah2 itulah yg paling parah. Tipe gempana adalah tipe gempa sesar datar (strikeslip)

Seismolog dan geolog kita emang terlambat menyadari pergerakan sesar opak ini karena emang keberadaannya gag terdeteksi. Baru setelah gempa terjadi dan diadakan penelitian ditengarai adanya sesar yang memanjang di daratan jogja... itupun gag bisa secara tepat dipetakan, hanya bisa dideteksi dari bentuk kontur dataran di sekitar lokasi perkiraan sesar tersebut.

Susah ya.. padahal apa yg diperlukan dalam sebuah prediksi bencana gempa adalah mempelajari struktur batuan di lokasi ituh. Gimana caranya? Umumnya kita bisa memprediksi dengan mempelajari sejarah gempa besar di daerah yg bersangkutan dan juga mengamati laju penumpukan energi di lokasi tersebut. Tapi kalo batuannya, patahannya, sesarnya.. maupun lempengna aja gag terdeteksi, gimana kita bisa mempelajari??

Di Cina dulu pernah terjadi cerita sukses peramalan gempa ini. Waktu itu lembaga seismologi setempat sukses meramal gempa sebesar 7,3 SR (bayangpunn) di Haicheng dengan mengamati perubahan permukaan air tanah, perilaku binatang, gerakan air tanah dan gempa2 awal... sehingga penduduk setempat diungsikan 1 hari sebelom hari-H.

Memprediksi gempa juga bisa dilakukan dengan mengamati sinyal elektromagnetik yg muncul akibat gempa. ato seperti yg dilakukan Jamstec (sebuah techno center asal Jepun sono). Mereka sedang mengusahakan sebuah proyek prestisius untuk mempelajari gempa. Yaitu dengan cara mengebor daerah2 seismogenik di laut sampe 7000an meter gituw, n dipasangi alat untuk mengukur pada tekanan berapa gempa terpicu di batuan ituh. Dari berbagai pengukuran kemudian bisa didapet konstanta tekanan yg kemudian bisa digunakan sebagai tolok ukur perhitungan pada struktur batuan yang sama (!) untuk memprediksikan kedatangan gempa... Masih struktur batuan yg sama... berarti belom bisa diterapkan ke jenis batuan laen.

Yah... banyak cara uda ditempuh manusia2 pandai di luar sanah untuk mencapai pengetahuan yg lebih, yg IMO juga merupakan salah satu bentuk self defense terhadap kekuatan dan misteri alam. Banyak yg sukses.. banyak yg gagal. Tapi kurasa itu uda lebih dari cukup.

Well.. kurasa usaha pengamatan dan pemantauan peristiwa gempa serta pencarian teknologi prediksi gempa bisa kita percayakan pada ahli2 di luar sono ya.. In the mean time, what can we do then? Dats the questions I keep asking to myself lately.

Pertama2 kurasa kita perlu sadar sepenuhnya bahwa daerah yg kita tempati emang bener2 rawan gempa. Penelitian menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya merupakan negara dengan variasi intensitas gempa menengah sampai tinggi. Dan kalo uda gini, tidak bisa tidak.. semua lapisan harus bahu membahu untuk menyiapkan diri dalam menghadapi keadaan yg terburuk.
Pemantauan peristiwa gempa, usaha prediksi, dan pemetaan sesar/lempengan aktif yg dilakukan ahli2 seismolog maupun geolog2 kita bisa di-follow up-i dengan mengestimasi besarnya magnitudo gempa. Dengan mengetahui panjang segmen sesar.. seorang ahli tata ruang kota bisa merancang sebuah struktur tata ruang kota yg relatif lebih aman. Jadi, pada lokasi2 yg ditengarai merupakan lokasi sesar yg aktif pergerakannya sebisa mungkin tidak dipadati oleh pemukiman, misalna.
Ini secara global..

Apa yg bisa dilakukan oleh masing2 masyarakat? Yang paling disoroti dalam sebuah bencana gempa adalah.. bahwa sebenernya bukan gempa itu sendiri yang menyebabkan kematian.. tapi banyak korban jiwa disebabkan karena tertimpa reruntuhan bangunan. Untuk itu, masuk akal rasanya kalo bangunan gedung di Indonesia sekarang harusna dirancang dengan kaidah-kaidah teknik kegempaan yang sangat ketat. Ini emang kerjaan lebih buat para ahli bangunan.. (duh, jadi kangen masa2 jadi calon arsitek ^^). Kita liat Jepang... yang selalu jadi percontohan negara gempa dalam hal treatment bangunan. Di sono rumah2 kebanyakan dibuat dari kayu dan kertas. Furnitur kaya meja dibuat sangat rendah sampe mendekati lantai. Lemari dibikir menyatu dengan dinding dll. Pokokna bahan bangunan dan furnitur dibikin sedemikian rupa shingga gag mencederai penghuni.

Kita mulai dengan pondasi..
Sebenernya Indonesia uda punya SNI tentang Peraturan Bangunan Tahan Gempa ini, c.. tapi ya mungkin sosialisasina kurang kali yee.. Masih belom populer. Lagian orang kita kan bandel.. kalo belom kena musibah aja.. ngeyel ^^. Kalo di pondasi yg ditakutkan adalah bahaya likuifaksi (mekanisme kehilangan daya dukung tanah/ambles waktu gempa). Makanya.. pondasi teteup harus diperhatikan ukurannya. Di tanah sekitarnya juga harus dilakukan teknik pemadatan yg memadai.

Ahli Struktur dan Teknologi Gempa Dep. PU, Suwandojo Sidiq mengutarakan 2 cara membuat bangunan tahan gempa:
  1. Membuat struktur dan komponen bangunan kuat dan tahan gempa
  2. Meredam getaran gempa dari tanah biar gag masuk/menjalar ke struktur bangunan bagian atas.

Untuk meredam getaran gempa digunakan rubber bearing atau base isolation, yaitu bantalan yang terbuat dari susunan lembar-lembar karet dan pelat baja. Kedua bahan itu, direkatkan selang-seling sehingga membentuk bantalan berbentuk silinder yang mampu menahan beban tekan sampai 500 ton per unit. Bantalan karet ini dipasang di bawah bangunan, terletak di antara sisi atas fondasi dan sisi bawah balok fondasi. Bantalan karet, mampu meredam getaran gempa sebesar 75 persen sehingga getaran gempa sisanya hanya 25 persen yang diteruskan ke struktur bangunan bagian atas. Bantalan ini uda digunakan waktu gempa kuat yg menghancurkan Kobe, Januari 95 kemaren.. dan bangunan yg pake bantalan karet di sana gag rusak sama sekali.

Rumah di Pulau Jawa umumnya menggunakan bahan dinding yang terdiri dari pasangan bata atau conblock ditambah adukan semen dan pasir sebagai pengikatnya. Padahal konon kabarnya, bata polos merupakan bahan bangunan yang sangat buruk daya tahannya terhadap beban gempa. Bata itu masif dan berat tapi regas dan gampang roboh, makanya gag cocok sebenerna untuk bangunan di daerah rawan gempa. Laen ceritanya kalo diperkuat baja tulangan dengan cara yang benar atau dengan tiang balok pengekang.

Banyak teknologi2 laen.. yg meski rumit, tapi apalah artina kalo dibanding dengan usaha mencegah kehilangan yg lebih besar lagi? Orang kita lebih menganggap rumah tembok lebih megah.. lebih mahal n prestisius.. Padahal.. struktur kayu daya tahannya lebih baik untuk menahan guncangan gempa karena bahannya lebih ringan. Aku sendiri.. lebih suka rumah kayu, c.. Dari dulu pengen punya rumah yg naturalis.. kayu.. batu alam.. (lho, kalo batu alam kan berat yoo? ^^) pohon2.. taneman.. item putih. Lha.. hehehe

Eniwe, a lot of things can be done.
It's just.. up to all of us, whether we're gonna change our perspective or not.
Yang pasti.. bangkitlah Jogjaku!!


in times like these..

sumtimes i feel like i wanna steal just one second when i was with u and put it in a glass bottle.
a bottle where in times like these i could release that one second.. and feel that moment again

one second..

only one second, when my existance was all that matters for you,
and your existance was all that matters for me
when all u see is me.. and all i see is you
when there's nuthin' left to say and do
when the silence speaks.. or even screams
and our feelings aroused
when ur touch not only became strength for me, but also made me week
when i'm melting in ur arms

i really need that one second.. especially in times like these
just to remind me
that i need u so much
s' ayapo

Thursday, June 01, 2006

earthquake journal..

Desember 2004, waktu di tv santer memberitakan tragedi tsunami.. aku sering (banget) berandai2... duh... gimana ya seandainya aku, keluargaku, rumahku, dan org yg kusayangi yg kena tragedi ituh.. What would I do.. and what would I feel..

And then these days.. I felt it. Well, I know.. yg kualami dan kurasakan mungkin hanya sepersekian kali lipat dari kengerian yg dirasakan temen2 di Aceh, Nias dan bahkan temen2 yg di Bantul Jogja kemaren. Tapi ya, buatku pribadi.. cukuplah kuanggap pengalaman yang paling menakutkan dan mencekam sepanjang hidupku.

05.30 pagi dan hari libur.. menikmati long weekend di rumah, setelah semalem sebelomnya asik kencan (^_^) dan antusias akan menghadapi kencan berikutnya sorenya (^_^ lagi)... ehem...
Never thought just for a second that sumtin extraordinary will happened that day. Gempa itu datang tiba2.. and I thought nothing but save my own life and people I love. 5 menit yang terasa seabad berlalu, hawa kepanikan dan ketakutan yg menggantung di udara, ketika lari menuju pintu rumah.. membukanya dengan susah payah.. diiringi suara2 geruduk geruduk.. pyarr dan teriakan2 histeris.. Kepanikan yg semakin meningkat ketika menghitung jumlah anggota keluargaku di luar.. 1.. mama. 2.. elang. 3.. lintang. Argggghhhh ke mana papa dan anggi??? Ternyata malah lagi panik di dalem.. weh, pie toh? Bukannya langsung keluar malah...

Puncaknya... waktu mulai tenang n mulai bercakap2 dgn tetangga dengan muka pucat pasi.. dan menghitung jumlah kayu n genteng yg runtuh.. (garasi ambrol.. guci, piring gelas pecah.. genteng mlorot.. tembok retak2), muncul kengerian kedua... ketika motor2 bersliweran ke arah utara dengan lampu dinyalakan dan orang2 teriak "airrr airrrr.... uda sampe janti.... lariiii!!!!!"

Oh noooo... that time.. really2 undescribable deh...
It's the time.. ketika logika tak lagi jalan. Uda gag sempet lagi mikir bahwa sedetik sebelomnya aku ngobrol via telpon sama temenku di bantul.. dan beliau bilang gag ada tsunami... Gag bisa mikir lagi bahwa gag mungkin gelombang air bisa secepat itu sampe ke desaku.. Gag sempet ngitung2 lagi bahwa kalopun ada tsunami bakal susah menjangkau kodya jogja dan sleman... karena elevasi dataran kota jogja 100derajat dari permukaan laut. Apalagi mo ngitung2 pusat gempa yg jauhnya 30 km dari pantai... Ato menghitung bahwa jikalau ada tsunami paling lama akan terjadi sejam setelah gempa.

All I can think is gimana cara ngeluarin sepeda motor kami yg tinggal 3 (gara2 1 kubawa ke semarang), gimana secepatnya mengunci rumah.. naikin semua keluargaku n kalo bisa seseorang di utara sana, ke motor n memboyong sejauh mungkin, setinggi mungkin dari permukaan laut... And there I was.. panik.. still dan berkendara sejauh 5 km ke arah utara masih dengan kaos tipis, rok super mini yg melambai2 dan sandal bulu beruangku.. dan hape tentu sajah. (seragam tidur kebesaranku^^) Sampe pada akhirnya... logika berbicara. Kepanikan menyurut.. dan mulai merasa bodoh... Kenapa harus lari? Mulai menghitung2.. berspekulasi sendiri.. hingga keberanian bener2 mengambil alih, untuk lebih percaya pada apa yg sebenernya pengen banget kami percaya.. bahwa tsunami tidak ada. Itu hanya isu.. dan kemudian mulai mencemaskan materi duniawi ^^p (baca: rumah yg ditinggalin gitu ajah)

And there we were... get back home. Masih dengan spekulasi dan kecemasan.. tapi pasrah. Come what may. Dan setelah lewat periode ego mencemaskan diri sendiri dan orang2 yg disayangi... mulai, keluar empati dan simpati terhadap sesama yg ternyata jauh lebih buruk kondisinya. Gosh.. gag kebayang rasanya gimana ada di posisi saudara2 n temen2 di bantul klaten n sekitarnya. Let's pray for them...

Ada beberapa poin menarik yg terpikirkan olehku berkaitan dengan bencana gempa kemaren. Satu.. Lanjutan dari pertanyaan yg sempet kulemparkan di blog ini desember 2004 lalu waktu tsunami terjadi di aceh. Bout early warning system... tidak adakah EWS yg bisa membantu mengeliminir impacts yg terjadi akibat bencana apapun? Dan jawabannya sepertina masih sama.. EWS untuk tsunami emang ada, yg bekerja beberapa saat setelah gempa. Tapi EWS untuk gempa.. sampe detik ini aku belom nemu referensi yg pas untuk itu. Ato mungkin ada yg tau?
Cuma sempet menghubung2kan apa yg pernah dibilang bokap yg mantan geolog ituw (hi, pop ^^). Kenapa gempa tektonik seperti di jokja bisa terjadi? Benturan 2 lempeng tektonik (euroasia dan indo asia.. kalo gag salah) yg mengakibatkan salah satu lempeng disusupi.. subduksi dengan energi yg tumbuh yg lebih besar dari kekuatan batu/lempengan sehingga terjadi patahan. Terjadi pelepasan energi dan menyebar ke segala arah dan terjadilah.. gempa. Bokap pernah bilang kekna.. bahwa kejadian ini bisa diprediksi dengan menghitung usia batu/lempeng tersebut. Kapan pergerakan akan terjadi karena pengaruh usia batu tersebut. Tapi tetep... mungkin gag bisa memberikan prediksi waktu yang presisi ato tepat.

Jadi gimana? Kalo emang gag ada prediksi yg tepat.. trus gag ada yg bisa dilakukankah? I dunno either, c.. tapi yg jelas pertama2 kita musti sadar sepenuhnya kalo emang Indonesia adalah daerah yg rawan bencana, so kita perlu mengarahkan paradigma kita ke arah tanggap bencana yg taktis dan strategis. Seperti di Jepang.. negara yg paling rawan gempa, they built their house by simple woods. Kurasa ini bagus juga sebagai salah satu solusi... lagian rumah kayu kan eksotis :D. Tapi susah kekna di Indonesia. Kita kan senengnya yg megah2.. kalo perlu rumah tingkat 10 dah! xexexe.

Poin 2... menyoroti masalah logika.. Gag everlasting ternyata. Bahkan ketika di saat2 kita paling membutuhkannya it didn't show up. Justru emosi yg mengemuka. Panik.. cemas.. Padahal, apa sebenernya yg bisa kita dapet dari kepanikan? Apalagi dalam situasi gawat darurat mendesak yg membutuhkan kepala dingin dan rasio? We got nuthin'.. but stupidity.
Tapi ya.. wis pie meneh... Manusia gitu loh. Aku bukannya menafikan emosi yah. Bukannya meminggirkan rasa sepenuhnya dari hidupku. Manusia pun tidak akan disebut manusia tanpa adanya emosi. Aku gag berkeberatan dikuasai emosi ato perasaan ketika sedang 'bercinta' atau ketika berkomunikasi dengan orang lain (emosi dalam taraf yg wajar tentu ajah). Tapi yang lebih kupertanyakan adalah... kenapa pada saat mendesak seperti kemaren.. logika meninggalkan aku? Ato aku meninggalkan logika? Meskipun setiap orang pasti bakal bilang... wajar lah jenx.. It's bout ur life n ur loved ones.. It was so damned natural ketika dirimu dipenuhi emosi dan ego. Gitu kah? Aku c masih penasaran, karena IMO.. di saat2 seperti itu emosi gag bisa jadi problem solving yg baek, malah cenderung njlumprungke.

Contohna adekku sendiri, si Anggi. Apa yg terjadi waktu detik2 pertama gempa terjadi? Dia lari ke arah kamar mandi.. panik... n then.. sambil teriak2.. "gimana ini? Gimana ini?" sambil pegangan tali jemuran... (lha). Uda gitu... papaku dateng.. bukannya narik buat keluar rumah, eh, malah ngerangkul adekku ituh... (lhaa...). Itu emosi.. dan pada kondisi terburuk bisa berakibat fatal.
Ato ketika aku sedikit membentak mamaku karena gag secepetnya naik ke motor n lari ke arah utara menyelamatkan diri gara2 panik bakal ada tsunami... Emosi lagi.. panik.. yg mana kusesali sampe sekarang. (sori mum.. )
Ato ketika seorang mayangsari yg dilabrak halimah langsung melarikan diri ke tetangga sebelah, bayinya ditinggal di rumah sama babysitter! (walahh... ibuu... ibuu... gag mikirin bayinya po'o?) Itu ego..
Manusia cenderung berbuat bodoh pada saat emosi mengemuka di saat mendesak yang mungkin bisa menimbulkan keadaan yg lebih buruk lagi.

Well.. anyway, I really thank God that nuthin' worse happened to me, my fam.. and 'dia'.
Thx buat semua sms, telpon perhatian yg diberikan temen2.. I'm fine ^^
Bagi yang ditinggalkan dan kehilangan, semoga diberi ketabahan dan kekuatan

Fur all the suffered ones.. just remember that God'll never put a burden beyond our reach.
God shall not leave us. Not even once. So behold on Him... [^^]

...life is a tragedy when seen in close-up, but a comedy in long-shot...'
~ charlie chaplin ~