Tuesday, May 16, 2006

make me feel like a natural woman...

and it's you...
yeah, you...

let me feel one more time what it feels like to feel alive,
'cause I am hanging on every word you say and,
even if you don't want to speak tonight that's alright,
alright with me.
'cause I want nothing more than to sit outside your door
and listen to you breathing,

is where I want to be....
Lifehouse_Breathing

Saturday, May 13, 2006

iklim investasi kitah?

Versi 1:
Kabarnya pesawat Presiden Taiwan mengalami kerusakan n terpaksa mendarat darurat di Batam..

[kasiyan, ya...]

Versi 2:
Ternyata berita pesawat rusak cuma kamuflase ajah.. buat menutupi maksud sebenernya kedatangan sang presiden taiwan. Sebenernya ada rencana pertemuan antar pimpinan Taiwan-endonesa dalam rangka membicarakan investasi besar2an para pengusaha Taiwan di Batam.. tapi endonesa khawatir kalo rencana pertemuan ini bocor bisa memperburuk hubungan dengan Cina

[pengen dapet dua2nya ya...]

Versi 3:
Presiden Taiwan bersama puluhan bisnismen-na berkeliling di Batam tanpa turun dari mobil, dan langsung balik ke pesawat n mengumumkan pembatalan rencana pertemuan mereka dgn pejabat/pengusaha endonesa.
Gosipnya c.. gara2 sang presiden denger para pengusaha Taiwan di endonesa sekarang tinggal 10 orang dari 30 pengusaha, yg belom lewat setaon lalu coba2 berinvest di endonesa. Kabarna juga.. ke-10 pengusaha yg tersisa juga menyatakan bakal cabut segera, memindahkan usahanya ke Vietnam

[gag heran...]


Kalo ketiga versi berita itu emang bener c.. ya aku gag heran. Khas kita banget gitu loh.. Manipulatif, a lita bit greedy in advance.. (lho, a lita kok advance.. xexexe). Pengen dapet untung, tapi not well-prepared. Ntar kalo gagal.. nyalahin orang lain.. bikin RUU baru yg merugikan.. wax... huehehehe

Kenapa para pengusaha 'males' berinvest ke kita? Ada sementara yang bilang iklim investasi kita jelek. Dan itu ngaruh n dipengaruhi sama iklim2 lain. Iklim untuk stay buat para pekerja asing, iklim ekonomi.. iklim sosial.. bahkan agama.
Kalo yg kasus taiwan ini, ada yg bilang gara2nya agama. Para pengusaha dikabarkan gag betah oleh aturan agama yg membuat jam kerja bisa berkurang banyak sekali.. dan terbebani karena mereka hanya boleh membangun tempat kerja dengan syarat ada tempat ibadah. Ada lagi katanya isu tentang perkosaan yang menimpa perempuan2 dengan ras tertentu yg berkedok agama...

Weleh, weleh... sepertina kalo alesan yg itu kok dibikin2 banget ya. hihihi. Mungkin aja bener c.. tapi kok buatku, sedikit tidak logis kalo para pengusaha yg mustina profesional tu mundur gara2 masalah semacam itu. Siapapun yg niat berinvest ke luar negeri mustina dah siap untuk berakulturasi dengan budaya n penduduk setempat.. sekaligus nerima refusal dari mereka2 yg merasa itu tanah mereka. Bagaimanapun... civil people rules all..

IMO.. kepergian para investor yg patut disesalkan itu semata karena iklim investasi kita emang jauh dari baik. Dan semata karena vietnam terutama, punya iklim investasi yg jauh lebih baik dibanding kita. Aku pernah baca satu artikel (lupa di mana) tentang perbandingan biaya untuk investasi di endonesa dan vietnam. Dan hasilnya... woloh, beda jauh mann...

Dibanding vietnam biaya investasi di endonesa juauh juauhhh lebih mahal dari segi apapun. Dari segi perijinan.. living cost pekerja.. dan biaya pegawai. Tapi terus terang... harga bahan mentah di kita emang relatif lebih murah. Jadi.. fenomena yg biasa terjadi adalah, para pengusaha ituh membeli barang mentah dari kita, endonesa.. dibawa ke luar, ke vietnam untuk diproduksi... trus dijual lagi ke endonesa.. dengan harga tinggi.

Dan kita dengan bangga membelinya... [asal ada label made in overseas, mah... kita pasti bakal bangga pakena.. ^^]



phobia

Suatu siang dalam perjalan naik turun gunung ke 16 unit kantor:
"Kemaren di sini ada kasus mbak.. ada orang mau jual mobil, diiklanin di koran. Trus ada 2 orang laki2 dateng critanya mo beli. Nego punya nego, deal.. trus waktu mau bayar 2 orangnya tu ngaku gag bawa uang. Jadilah yg punya mobil diajak ambil duit dulu di BCA di kota. (kok ya mau yak??) Eh, bukannya ke bank malah dibablasin ke hutan penggaron sini.. yg punya mobil disuruh turun, dibacok2 kena belakang kepala sama tangannya. Untungnya yg punya mobil pinter, pura2 siuman jadi gag dibacok lagi, tapi tetep dibuang ke jurang di bawah situ tuh.. Mobilnya dibawa lari, yg punya mobil langsung teriak2.. n selamat akhirnya. biyuh biyuh... sekarang modus operandinya gitu, mbak.. jadi ati2 ajah kalo mo jual mobil."

[manggut-manggut]

"Oiya... trus itu.. kalo lagi di rumah sendirian juga ati2. Biasanya sekarang banyak orang dateng ngaku2 mo benerin listrik.. ato gas ato pompa apalah. Ati2. Kemaren saya terima laporan juga tuh, ada 2 orang mo benerin listrik.. eh, ternyata temennya nggasak lemari.."

[angguk-angguk]

"iya... sekarang makin ngeri. Apalagi kalo dah pake gendam2 segala macem. Meski gag nyerempet2 bahaya tetep aja kalo lagi apes ya gini mbak.. "

[hhh... menghela nafas]

"apalagi kalo kaya kerjaan saya ini sekarang mbak. Kemaren ada pernah kejadian mobil kaya gini dirampok orang, padahal.. polisinya uda ada 4 di dalem.. tetep aja kalah. ck ck ck.."

[dzing.. di mobil ini hanya ada 1 pria berseragam!]

"lha, di bogor malah pernah pak.. yang ngerampok mobil kas gini tu malah polisinya... jadi yg seharusnya mengawal malah ngerampok"

[dziiiiggggggggggg dzigggggggggggg...]

sambil ngelirik sebelahku.. sedikit berkeringat walopun duduk tepat di depan AC
seragam coklat..
tinggi gedhe...
kumis tebal... (yaikks)
senapan item berlaras panjang...
pisau mengkilat panjang dan tajam di ujung senapan...

glups...
hal2 yg membuatku sedikit phobi huehehehe


Yah... eniwe... semua 'hati2' dan 'waspada' yg sering dilontarkan akhir2 ini sedikit banyak bikin merenung juga. What's wrong with de world 2d? Sepertina semua cenderung membuat kita jadi paranoid dalam menjalani hidup. Apa2 musti ati2.. apa2 musti waspada.
Ke mana hilangnya rasa percaya?




Thursday, May 11, 2006

frustrated...

3 hari waktu ada dalam genggaman Allah..
aku menyerahkan semua keputusan padanya
karena aku percaya pada keputusannya,
lebih dari keputusanku sendiri

tolong..
lakukan sesuatu karena kau mencintaiku
lakukan sesuatu karena aku sangat mengharapkanmu
aku mohon..
aku mohon..
[surat dari sarah untuk fandi _ kiamat sudah dekat episode 11mei]


huahaha...
well, it's just my ordinary desperate time, anyway... ^_^
don't bother!

Monday, May 08, 2006

we have the guts..

"anak kreatif tahu gimana menikmati segalanya..."

Jargon salah satu iklan minuman di tipi kemaren terasa sedikit menggelitik juga. Kenapa ya?
Kenyamanan, kebahagiaan, kesenangan kita sendiri yang atur. Meski lingkungan terasa memojokkan dan gag mendukung kita.. tp kalo kita mau dan tau gimana cara untuk mendapatkan kebahagiaan ituh, so be it.

Just like now.. when things felt so stuck. Bored. Mentok di sana sini, hanya ada 2 pilihan yg bisa kita lakukan. Tinggal dalam kubangan ituh, mengeluh dan menyalahkan kondisi ato orang2 yg membuat kita jadi gini.. Or just stood up, crawling.. mencari2 celah2 di mana kenyamanan dan kebahagiaan itu bisa diperoleh. Karena itulah hidup, bukan? Kita gag bisa selalu menuntut orang2 untuk menghadirkan kebahagiaan bagi kita, ato bertindak sesuai dengan keinginan kita. IMO, harus kitalah yg pandai2 beradaptasi mencari jalan gimana bisa menikmati hidup tanpa harus tergantung mood orang lain.

Susah? Yah.. kadang emang lebih gampang c nyalahin situasi, nyalahin orang2 yg membuat kita jadi gag bahagia, gag nyaman. Ato lebih gampang lagi nyalahin nasib.. tentang gimana kita jadi tidak begitu beruntungnya dibanding orang lain bla bla bla. Padahal.. it's in our hand...

ketika kita dah berfikir/beranggapan klo kita bakalan stay lebih lama ato bahkan menetap. mungkin jg secara tdk langsung itu bs memaksa kita untuk lebih nyaman, at least berusaha agar lebih nyaman.
..malam ini dia berkata...

Well, it's all bout paradigma.. i guess. Tentang bagaimana kita memandang sebuah gelas yang berisi air separuhnya.
Apakah kita melihat gelas itu separuh isi..
atau separuh kosong...
Optimis.. ato pesimis
Yakin... ato ragu..

we've got the power.. we are divine
we have the guts to follow the sun
extracting tension from sources unknown
we are the one to cover the throne
[power_helloween] one of my inspiring song



Friday, May 05, 2006

telanjur..

aku menemukan lengkung pelangi pada senyummu,
senyum yang selalu membawa rasa nyaman,
dan aku telanjur mencintaimu...

solilokui >> te aroha au >> by firman maulana

Wednesday, May 03, 2006

Hay Point Method

Rapat harian in my nu office pagi ituw diwarnai satu pertanyaan menarik yg dilemparkan oleh si bos ke forum. Aku rada lupa2 inget juga c persisna gimana.. tp temanya tentang manajemen. Tentang gimana kompetensi atau prestasi kerja seseorang itu bisa dinilai.

Iya juga c.. Kalo seseorang itu bekerja di bidang produksi yg memproduksi barang emang lebih mudah diliat, dari produk yg dia hasilkan. Ato kalo yang paling jelas terlihat c, seseorang bergerak di bidang marketing misalna.. biasanya tolok ukur yg dipake adalah target. Is he/she be able to fulfill his/her target? Itu yg dijadikan patokan seseorang berprestasi ato gag.

Tapi gimana dengan orang2 yg bergerak di bidang jasa? Yang hampir gag ada embel2 target? Gimana dengan pekerja yg bekerja dengan menjalankan sistem yg baku? Gimana kita bisa menilai kinerja mereka?

Jadi inget sekilas debat kusir antara aku n Rhevi Indrastoro di kelas kala ituh, ketika kami sama2 membahas tentang analisa kualitatif n kuantitatif sebuah pekerjaan jasa. Kala itu Rhevi bersikukuh bahwa perbuatan jasa itu tidak bisa dinilai secara kuantitatif. Karena kuantitatif itu pasti obyektif, countable, sementara dia berpendapat bahwa penilaian atas perbuatan jasa itu selalu sarat dengan unsur subyektivitas, berkaitan dengan perasaan.
hohohoho...

I don't think so. In fact, sebagai salah seorang yg mengaku pemuja numerik dan matematik, aku pasti bakal membantah pernyataan yg gag mengakui numerik/matematik sebagai problem solving paling joss.. hehehe. Menurutku, bahkan sebuah perbuatan jasa pasti bisa dihitung secara kuantitatif... di luar dari permasalahan apakah orang yg mengindera (baca:menikmati) jasa itu punya selera dan kebutuhan yg berbeda2. Parameter yg digunakan untuk menghitung bisa berupa waktu, dan dimensi lainnya.
Jasa pengiriman barang, misalnya... Kenapa dia bisa disebut berkualitas? Karena dia bisa mengantarkan barang secepat kilat dalam waktu sehari dibanding pesaingnya.
Ato teller bank.. kaitannya dengan ini aku pernah ngeliat aksi seorang penilik yg menghitung kecepatan teller melayani nasabah dengan stopwatch di tangan... hehehe seru juga.

Therefore, aku teteup berpendapat kalo perbuatan jasa pun bisa dinilai secara obyektif n seharusna emang ada tolok ukur yg bisa diacu. Penilaiannya pasti obyektif, hanya penginderaannya yg bisa subyektif. Iya gag c?

Kaitannya dengan penilaian kinerja ini, kemaren sempet baca2 dokumen tentang kompetensi di sela2 pekerjaan kantor, n I found sumtin bout Hay Point Method. Ada yg pernah denger? Aku c belom.. huehehe. Sistem Angka Hay ini digunakan untuk mengukur elemen dan sub elemen yg ada pada tiap2 pemegang jabatan dalam perusahaan dan kemudian digunakan untuk menilai kinerja seseorang. Di dalam HPM terdapat 3 parameter: input, proses dan output. Bahwa kinerja bisa diitung dari 3 parameter ini.

Input [Know How]
Ato faktor "Know How" yg meliputi pengetahuan, keahlian, pengalaman, kemampuan, komunikasi, tingkatan manajerial dalam memerankan tanggung jawab suatu jabatan secara utuh n kompeten. Poin2 yg bisa dinilai adalah
  • Technical Know How (keterampilan dan prosedur praktis)
  • Managerial Breadth (perencanaan, pengawasan n pengorganisasian)
  • Human Relation Skills (keterampilan dlm bekerja sama dan berhubungan dgn orang lain)

Proses__ [Problem Solving]
mrp tingkat kompleksitas yg dihadapi seseorang ketika mengantisipasi n memecahkan masalah yg terjadi di bawah teritorina. Di sini gag cuma diukur apa dia berhasil ato gag, tp jg diukur seberapa besar lingkup dan tantangan berpikir yg diperlukan untuk analisa, identifikasi, mengukur, n kemudian memecahkan masalah yg ada sehingga bisa memerankan tanggung jawab secara utuh n kompeten. Poin yg dinilai adalah:
  • Thinking Environmental (batasan pemikiran dilihat dari prosedur, peraturan, n pedoman kerja yg dia pake)
  • Thinking Challenge (sejauh mana bisa mencari jawab atas masalah yg dihadapi)

Output_ [Accountability]
Merupakan besarna kontribusi/nilai tambah yg bisa diberikan sesuai kewenangan dia, besarnya dimensi dari jabatan tersebut dan sejauh mana pengaruhna bagi perusahaan. Poin yg dinnilai"
  • Freedom to Act
  • Magnitude (skala finansial yg bisa dikonttrol/dihasilkan berdasarkan indeks tertentu)
  • Impact (dampak yg dihasilkan bagi perusahaan)


Begicu... dalam tahap input n proses emang lebih terasa kental nafas kualitatipna. Nuansa kuantitatif baru terasa di output. Tapi semuanya kan tetep countable, yatoh?


Tuesday, May 02, 2006

haruskah ku mati karenamu?

bagaimana mestinya...
membuatmu jatuh hati kepadaku
tlah kutuliskan sejuta puisi
meyakinkanmu membalas cintaku

haruskah ku mati karenamu
terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
haruskah kurelakan hidupku
hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
hentikan denyut nadi jantungku
tanpa kau tahu betapa suci hatiku
untuk memilikimu

adakah keikhlasan
dalam palung jiwamu mengetukku
ajarkanmu bahasa perasaan
hingga hatimu tak lagi membeku

tiadakah ruang di hatimu untukku
yang mungkin bisa tuk kusinggahi
hanya sekedar penyejuk di saat ku layu
ku tlah menantimu hingga akhir masa

=========================

dziinnggg...???
it's not bout the lyrics, nor the song, actually... it's bout how u sang it.. so beautiful

is it u inside who says that i'll become someone else??
_[direct_inside my head]

and i don't know why i can't keep my eyes off of you
u've got my head spinning and i don't know where to go from here..
there's something about u now i can't quite figure out
_[lifehouse_youandme]

i wanna talk tonight until the morning light
bout how u saved my life...
_[oasis_talktonight]


cinta bisa membunuh?
haruskah ku mati karenamu??
h'ni.. u frustrated me
but i do feel comfort in ur arms, dats the truth... ashamedly..