Saturday, April 15, 2006

my rational thoughts on my most irrational time..

Seorang Roulina di sela2 jam lembur di lab komputer pusdiklat beberapa hari yg lalu menyatakan satu pernyataan yg cukup dalem juga buatku.. ^^
"kamu jgn terlalu pinter loh jenx. Jangan terlalu rasional, apa2 musti dirasionalin, dilogika. Apalagi agama, kalo dah sampe dirasionalkan bisa bahaya tuh... Biasanya kalo orang dah terlalu rasional tu terus menyepelekan agama, menganggap gag penting.. jangan sampe kek gitu ya"

Yang ditimpali sm seorang Yuni dengan
" Iya tuh.. buat ajenx kan ritual gag penting kan ya jenx? Kekna buat kamu itu yg penting beriman, mengimani Tuhan n memahami esensi tp km sendiri gag mau didikte sm yg namanya agama.. iya kan jenx?"


Huahahaha...
Jadi begitu ya... pandangan orang terhadapku *elus2 janggut sambil senyum2 simpul* Padahal aku gag ngerasa segituna loh. Ya gimana yak? Bener, aku pemuja rasionalisme (yang mana membuatku frustrasi berat akhir2 ini, gara2nya aku belakangan ini jadi irrasional abis, hhh...). Bener, buatku yg penting itu beriman dan tidak menisbikan Tuhan. Dan benar pula, aku berusaha untuk memahami esensi n gag mo didikte sm doktrin agama. (Apalah lagi yg penting selain memahami esensi? Mencari benang merah?)

Tp gag benar kl dibilang aku terlalu pinter, ato terlalu pinter wannabe. Gag bener kl aku terlalu keras pengen merasionalkan agama, apalagi trus menyepelekan, nganggep gag penting.. apalagi sampe trus gag beragama. No.. no.. no.. Kurasa aku.. hanya berjalan sesuai koridor yg kupilih. Ada di koridor logika dan rasional, tanpa menyangsikan koridor teologi.

Aku setuju sm temuan Sigmund Freud tentang agama. Belio menyatakan bahwa
"Agama adalah respon manusia terhadap situasi ketakberdayaan mereka dalam menghadapi dunia yg tak dapat mereka kontrol"

Yah.. dan aku yakin banyak pihak yg bakal menentang statement dr Freud inih, karena statement di atas mereduksi makna agama dr 'turunan langsung' dari Yang Maha Kuasa menjadi produk manusia belaka.

Tapi.. buatku make sense juga c pendapat Freud itu. Versi dia agama 'hanyalah' refleksi terhadap ketakberdayaan manusia. Bencana alam, misalna, sampe kematian massal mrp fenomena kekejaman alam di mana manusia jadi gag berdaya menghadapina. Dan kita semua jd seperti anak kecil yg mengharap perlindungan dr ortu untuk menghadapi situasi semacam ini. Freud menyebutna sebagai nurosis masa kecil (The Future of an Illusion, by Sigmund Freud).

Refleksi thd ketakutan yg berlebihan pd tingkatan yg intens bakal memunculkan kreativitas manusia utk menciptakan figur "bapak spiritual" yg selalu diharapkan bisa jadi pelindungna. Kl dari ajaran yg kuyakini selama ini, bapak spiritual itu disebut Tuhan ato Bapa. Ini juga yg aku yakini..konsep Tuhan yg selama ini aku anut. Sebagai 'bapak' tempatku berlindung, bergantung, bertanya, meskipun keberadaan-Nya secara rasional kasat mata gag bisa dibuktikan. Pertanyaan yg kemudian muncul adalah apa kewajiban yg harus kulakukan jika aku ingin mendapatkan semua hak perlindungan, hak bergantung dan hak2 karunia lainna?

Teolog dari Jerman, Von Balthazar yg menguraikan teologi ttg universal salvation, di mana neraka gag relevan lagi jg menanyakan pertanyaan yg sama.
"Apa yg akan Allah dapatkan dari dunia ini?"

Dan jawabannya adalah.. gag ada... Tak ada satupun dari kehidupan kita di dunia yg bisa menambah keilahian-Nya, sehingga kemurahan-Nya datang semata2 sebagai 'a gift' bagi kita... bukan karena tawar menawar kita pada-Nya krn mengerjakan agama dengan rasa cemas, takut, penuh ancaman ato pengen dapet pahala.

Yapp... tidakkah kita semua sering mendikte Tuhan dengan berdoa seperti ini, "Tuhan.. semoga saya diterima bekerja di BI... untuk itu saya akan berdoa Novena 3 Salam Maria dan Hati Kudus Yesus selama 6 bulan..." (misalna).
"Tuhan... berilah saya rejeki untuk membayar uang sekolah anak saya, dan saya berjanji akan menyumbang sebesar sekian ke panti asuhan xxx," (misalna.)
Ato beribadah dan berpuasa demi mendapatkan pahala yg sebesar2nya dari Yg di Atas...??

Yakk... seorang guru agama di sma-ku dulu pernah berkata begini.. Hilangkanlah kt 'semoga' dari doa2mu kepada-Nya. Karena itu berarti mendikte Dia untuk melakukan apa yg menjadi keinginanmu. Alangkah lebih baik jika kamu berdoa.. agar Ia memberikan yg terbaik bagimu menurut rencana-Nya.
Hiya,, dan itulah yg melekat dalam diriku selama ini dengan kalimat tambahan agar diberi kekuatan untuk melaksanakan semua yg telah digariskan-Nya. xexexexe. What else should I ask but strength, anyway?

Lanjut..
Konsep akhirat.. neraka dan surga juga mrp implikasi dr faktor ketakutan yg obsesif dan dipahami sebagai konsep yg berguna untuk mengurangi ketakutan manusia terhadap kematian. Dengan iming2 surga yg notabene terbentuk dlm pemikiran manusia sendiri, manusia diharapkan untuk gag takut mati. Demikian jg dengan neraka. Dengan warning dan 'ancaman' yg berbentuk neraka, manusia diharapkan bisa berjalan pada koridornya. Koridor mana? Yaa koridor sesuai dengan apa yg tertulis di Kitab Suci. Sesuai dengan agama.

Stick and carrot tah kalo gitu?
Membentuk manusia sebagai individu2 yg tergiur upah (carrot) n takut akan siksa (stick). Buatku pribadi ini adalah paradigma yg dangkal. Gag bakal merasuk sampe ke dalem. Agama adalah kebebasan dan keleluasaan, bukan perhitungan biar gag masuk neraka ato perintah2 yg menjerat leher.. tapi adalah siraman yg menyejukkan yg seharusna bisa menyatukan kita semua, dan bukanlah suatu ancaman.

Mungkin hampir semua orang memandang agama sebagai aturan yg mengatur hubungan vertikal kita dengan Tuhan.. tapi buatku ko gag ya.. Buatku, (ntah paradigma ini bener ato gag), agama memberi tuntunan gimana kita membentuk hubungan horisontal dengan sesama kita. Gimana kita bisa menyebarkan cinta kasih, mengisi kehidupan memberi kita kebebasan dan kegembiraan hidup di dunia seturut dengan ajaran-Nya.. yaitu cinta kasih. Dan kurasa, kalo itu uda kita aplikasikan sepenuhnya, secara otomatis kita bakal terbebas dari stick n dapet carrot nantinya (meskipun juga gag bisa dipastikan, c...) hehehe. Hubungan vertikal yg baik dgn Yang Di Atas pun bakal tercipta dengan sendirina. Ini menurutku c... ^^

Happy Easter Day, folkss ^^