Saturday, April 22, 2006

pecahkan...

Kinanti... itu namanya.
Kinan... biasa ia dipanggil.
Entah mana sebab dan mana akibat. Tapi Kinan merasa hidupnya memang sebagian besar dihabiskan untuk menanti. Menanti dan menerima apapun yg diberikan sang hidup padanya.
Tapi satu yang ia yakin tak pernah ia nantikan... yaitu... cinta. Kinan tak pernah mau menantikan cinta, itu pendiriannya sejak dulu. Karena baginya.. penantian akan cinta hanya kan membuat cinta itu subyektif dan tendensius. Hehehe... gag murni lagi, katanya.

Tapi malam ini ia mulai ragu akan pendiriannya.
Kabut keraguan mulai menyelimuti Kinan pada detik dia yang di hadapannya menggenggam tangannya...
... pada detik dia yang di hadapannya berkata, "Jangan pergi..."
Tidakkah ia selalu menantikan saat2 seperti ini sepanjang hidupnya, tanpa Kinan sadari?
Mungkin....

Lama keduanya berpegangan tangan. Kinan bisa melihat di dalam matanya ada ketakutan yang diujikan cinta sejati pada keduanya. Kinan bisa melihat ingatannya akan luka2nya di masa lalu.

Kinan bisa melihat di matanya, ribuan kali khayalan benaknya tentang saat ini berikut adegan2nnya yang telah dibayangkan. Ia ingin katakan, ya.... Kinan ingin katakan betapa besar cinta yang ia temukan pada diri sang dia, dan betapa Kinan menginginkannya saat ini.

Tetapi Kinan tetap diam. Menyaksikan.. bagaikan sebuah mimpi, pergulatan batin dia yg ada di hadapannya. Kinan melihat betapa dia sedang meragu kalau2 Kinan menolaknya, sedang memikirkan tembok besar yang ada di hadapan mereka berdua saat ini... dan tentang segala konsekuensi menakutkan yg mengiringi kebersamaan keduanya. Menakutkan? hhh....

Kinan menghela nafas... Dia yang ada di hadapannya masih membisu, berkata2 dengan matanya yang dalam, menyiratkan pergulatan yang berat.
Kinan menarik satu tangannya dari genggaman dan memindahkan gelas minumannya ke tepi meja.
"Jatuh loh!" dia berkata
"Biarin... aku pengen kamu dorong gelas ini dari ujung meja" Kinan berucap lugas.
"Mecahin gelas?"
Yapp, h'ni.. mecahin gelas. Laku sederhana yg membawa rasa takut yg gag bisa dimengerti. Apa salahnya memecahkan gelas yang tak mahal milik pemilik warung?
"Tapi... kenapa?"
" Yah... i'll tell u then. Tapi sebenernya, pecahkan saja!" jawab Kinan.
"Kau ingin aku melakukannya untukmu? Membuktikan sesuatu?"
"Buktiin sesuatu... maybe... tapi jelas bukan untukku"
Dia memandang gelas di ujung meja, khawatir gelas itu akan jatuh.

Ini adalah ritus perjalanan hidup.. Kinan membatin dalam hati. Sesuatu yang terlarang. Gelas tidak dipecahkan dengan sengaja. Di restoran atau di rumah, kita sangat berhati2 tidak meletakkan gelas di ujung meja. Semesta tidak memperbolehkan gelas jatuh ke lantai. Tidak dengan sengaja. Dan ini adalah perbuatan simbolis. Usaikan pertarungan dalam dirimu.. dan pecahkan gelas itu.

Kinan mengguncang meja sedikit.
"Hati-hati! " refleks dia berseru.
"Pecahkan gelasnya!" Kinan bersikeras.
Pecahkan gelas itu kumohon.. dan bebaskan kita dari semua peraturan terkutuk itu. Dari kebutuhan menemukan penjelasan atas segala hal dan melakukan apa2 yang disetujui orang lain.
Pecahkan... kumohon. Kinan menatap lurus ke dalam matanya, dan dilihatnya secarik pemahaman dari wajah dia yang ada di hadapannya.
Perlahan... dia meluncurkan tangannya ke ujung meja. Dan dengan gerakan tiba2 dia memegang gelas dan masih dengan perlahan memindahkan gelas tersebut ke tengah meja... sambil terus menatap mata Kinan.

Kinan tersenyum...
She's got the answer...


inspired by.. di tepi sungai piedra, aku duduk dan tersedu
dedicated for.. 'dia'





Saturday, April 15, 2006

my rational thoughts on my most irrational time..

Seorang Roulina di sela2 jam lembur di lab komputer pusdiklat beberapa hari yg lalu menyatakan satu pernyataan yg cukup dalem juga buatku.. ^^
"kamu jgn terlalu pinter loh jenx. Jangan terlalu rasional, apa2 musti dirasionalin, dilogika. Apalagi agama, kalo dah sampe dirasionalkan bisa bahaya tuh... Biasanya kalo orang dah terlalu rasional tu terus menyepelekan agama, menganggap gag penting.. jangan sampe kek gitu ya"

Yang ditimpali sm seorang Yuni dengan
" Iya tuh.. buat ajenx kan ritual gag penting kan ya jenx? Kekna buat kamu itu yg penting beriman, mengimani Tuhan n memahami esensi tp km sendiri gag mau didikte sm yg namanya agama.. iya kan jenx?"


Huahahaha...
Jadi begitu ya... pandangan orang terhadapku *elus2 janggut sambil senyum2 simpul* Padahal aku gag ngerasa segituna loh. Ya gimana yak? Bener, aku pemuja rasionalisme (yang mana membuatku frustrasi berat akhir2 ini, gara2nya aku belakangan ini jadi irrasional abis, hhh...). Bener, buatku yg penting itu beriman dan tidak menisbikan Tuhan. Dan benar pula, aku berusaha untuk memahami esensi n gag mo didikte sm doktrin agama. (Apalah lagi yg penting selain memahami esensi? Mencari benang merah?)

Tp gag benar kl dibilang aku terlalu pinter, ato terlalu pinter wannabe. Gag bener kl aku terlalu keras pengen merasionalkan agama, apalagi trus menyepelekan, nganggep gag penting.. apalagi sampe trus gag beragama. No.. no.. no.. Kurasa aku.. hanya berjalan sesuai koridor yg kupilih. Ada di koridor logika dan rasional, tanpa menyangsikan koridor teologi.

Aku setuju sm temuan Sigmund Freud tentang agama. Belio menyatakan bahwa
"Agama adalah respon manusia terhadap situasi ketakberdayaan mereka dalam menghadapi dunia yg tak dapat mereka kontrol"

Yah.. dan aku yakin banyak pihak yg bakal menentang statement dr Freud inih, karena statement di atas mereduksi makna agama dr 'turunan langsung' dari Yang Maha Kuasa menjadi produk manusia belaka.

Tapi.. buatku make sense juga c pendapat Freud itu. Versi dia agama 'hanyalah' refleksi terhadap ketakberdayaan manusia. Bencana alam, misalna, sampe kematian massal mrp fenomena kekejaman alam di mana manusia jadi gag berdaya menghadapina. Dan kita semua jd seperti anak kecil yg mengharap perlindungan dr ortu untuk menghadapi situasi semacam ini. Freud menyebutna sebagai nurosis masa kecil (The Future of an Illusion, by Sigmund Freud).

Refleksi thd ketakutan yg berlebihan pd tingkatan yg intens bakal memunculkan kreativitas manusia utk menciptakan figur "bapak spiritual" yg selalu diharapkan bisa jadi pelindungna. Kl dari ajaran yg kuyakini selama ini, bapak spiritual itu disebut Tuhan ato Bapa. Ini juga yg aku yakini..konsep Tuhan yg selama ini aku anut. Sebagai 'bapak' tempatku berlindung, bergantung, bertanya, meskipun keberadaan-Nya secara rasional kasat mata gag bisa dibuktikan. Pertanyaan yg kemudian muncul adalah apa kewajiban yg harus kulakukan jika aku ingin mendapatkan semua hak perlindungan, hak bergantung dan hak2 karunia lainna?

Teolog dari Jerman, Von Balthazar yg menguraikan teologi ttg universal salvation, di mana neraka gag relevan lagi jg menanyakan pertanyaan yg sama.
"Apa yg akan Allah dapatkan dari dunia ini?"

Dan jawabannya adalah.. gag ada... Tak ada satupun dari kehidupan kita di dunia yg bisa menambah keilahian-Nya, sehingga kemurahan-Nya datang semata2 sebagai 'a gift' bagi kita... bukan karena tawar menawar kita pada-Nya krn mengerjakan agama dengan rasa cemas, takut, penuh ancaman ato pengen dapet pahala.

Yapp... tidakkah kita semua sering mendikte Tuhan dengan berdoa seperti ini, "Tuhan.. semoga saya diterima bekerja di BI... untuk itu saya akan berdoa Novena 3 Salam Maria dan Hati Kudus Yesus selama 6 bulan..." (misalna).
"Tuhan... berilah saya rejeki untuk membayar uang sekolah anak saya, dan saya berjanji akan menyumbang sebesar sekian ke panti asuhan xxx," (misalna.)
Ato beribadah dan berpuasa demi mendapatkan pahala yg sebesar2nya dari Yg di Atas...??

Yakk... seorang guru agama di sma-ku dulu pernah berkata begini.. Hilangkanlah kt 'semoga' dari doa2mu kepada-Nya. Karena itu berarti mendikte Dia untuk melakukan apa yg menjadi keinginanmu. Alangkah lebih baik jika kamu berdoa.. agar Ia memberikan yg terbaik bagimu menurut rencana-Nya.
Hiya,, dan itulah yg melekat dalam diriku selama ini dengan kalimat tambahan agar diberi kekuatan untuk melaksanakan semua yg telah digariskan-Nya. xexexexe. What else should I ask but strength, anyway?

Lanjut..
Konsep akhirat.. neraka dan surga juga mrp implikasi dr faktor ketakutan yg obsesif dan dipahami sebagai konsep yg berguna untuk mengurangi ketakutan manusia terhadap kematian. Dengan iming2 surga yg notabene terbentuk dlm pemikiran manusia sendiri, manusia diharapkan untuk gag takut mati. Demikian jg dengan neraka. Dengan warning dan 'ancaman' yg berbentuk neraka, manusia diharapkan bisa berjalan pada koridornya. Koridor mana? Yaa koridor sesuai dengan apa yg tertulis di Kitab Suci. Sesuai dengan agama.

Stick and carrot tah kalo gitu?
Membentuk manusia sebagai individu2 yg tergiur upah (carrot) n takut akan siksa (stick). Buatku pribadi ini adalah paradigma yg dangkal. Gag bakal merasuk sampe ke dalem. Agama adalah kebebasan dan keleluasaan, bukan perhitungan biar gag masuk neraka ato perintah2 yg menjerat leher.. tapi adalah siraman yg menyejukkan yg seharusna bisa menyatukan kita semua, dan bukanlah suatu ancaman.

Mungkin hampir semua orang memandang agama sebagai aturan yg mengatur hubungan vertikal kita dengan Tuhan.. tapi buatku ko gag ya.. Buatku, (ntah paradigma ini bener ato gag), agama memberi tuntunan gimana kita membentuk hubungan horisontal dengan sesama kita. Gimana kita bisa menyebarkan cinta kasih, mengisi kehidupan memberi kita kebebasan dan kegembiraan hidup di dunia seturut dengan ajaran-Nya.. yaitu cinta kasih. Dan kurasa, kalo itu uda kita aplikasikan sepenuhnya, secara otomatis kita bakal terbebas dari stick n dapet carrot nantinya (meskipun juga gag bisa dipastikan, c...) hehehe. Hubungan vertikal yg baik dgn Yang Di Atas pun bakal tercipta dengan sendirina. Ini menurutku c... ^^

Happy Easter Day, folkss ^^


gag kenall!!

3 WNI ditangkap di Hawaii gara2 beli rudal.

Fakta 1: Deplu dan Dephan jelas2 menyangkal bahwa tindakan ketiganya mengatasnamakan institusi pemerintah. Tindakan pembelian alat militer ituh murni tindakan individual. Deplu, Dephan dan Mabes Angkatan sama sekali tidak mengenal ketiga orang ituh. ...yah, anotha denial.... (tapi mereka kan teuteup warga indonesia kan pak? ^^)

Fakta 2: Dephan mengakui ini mengganggu hubungan kerja sama RI-AS, karena tjd pelanggaran sistem, ilegal. Melanggar kebijakan dan gag prosedural, katanya.... (hmm manggut manggut)

Fakta 3 yang paling kocak: Seorang anggota DPR yg terhormat menilai bahwa penahanan 3 WNI itu mencurigakan, dan serta merta menyatakan bahwa PASTI ADA KONSPIRASI DI AS UNTUK MENJEBAK 3 WNI tersebut....!!!

gedubrakkkkk!! ^^
iki yo opo to rek???

alternative ballads

Is it wise enough to say that I'm better off without U. Is it cool enough to fake, cuz all that I'm breathing is about U. Is it wise enough to flow.. from the head until my toes. But somehow I don't really know. All that I've been doing is without U
Is it U inside my head. Is it U inside who says that I'll become someone else. And on and on my mind keeps says this is not what I believe in. This is where it ends. And on and on my mind made up that is why it never stop, alone again.. alone again.
I didnt know that U're buzzin thru inside my head. I didn't know that U're comin right thru inside my head
Direct_ Inside My Head

Please tell me why do bird sing when u're near me, sing when u're close to me. They say that i'm a fool for loving u deeply, loving u secretly.
But i crashing my mind whenever u are near. Getting deaf, dumb and blind just drowning in this sphere. I am lostin in ur flame, it's burning like the sun. And I call out ur name whenever U are gone.
Please tell me why cant I breath when U're near me, breath when U're close to me. I know U know I'm lost in loving u deeply, loving u secretly.
Tomorrow... I'm telling it on tomorrow, on the day after tomorrow. I'm sure I tell U there.
Saybia_ The Day After Tomorrow

I had no choice but to hear you. You stated your case time and again. I thought about it. You treat me like I'm a princess. I'm not used to liking that. You ask how my day was.
You've already won me over in spite of me. And don't be alarmed if I fall head over feet. Don't be surprised if I love you for all that you are. I couldn't help it, it's all your fault
Your love is thick and it swallowed me whole. You're so much braver than I gave you credit for. That's not lip service
You are the bearer of unconditional things. You held your breath and the door for me. Thanks for your patience. You're the best listener that I've ever met. You're my best friend, best friend with benefits. What took me so long?
I've never felt this healthy before. I've never wanted something rational. I am aware now
Alanis Morissette_Head Over Feet

I stay to watch u fade away, I dream of U tonight. Tomorrow U'll be gone. It gives me time to stay to watch U fade away. I dream of U tonight, tomorrow U'll be gone... I wish my god U'll stay
I stay awake, I stay awake and watch u breath. I stay awake n watch U fly away into the night, escaping to a dream.
Saybia_The Second U Sleep

If I told you a secret you won't tell a soul. Will you hold it and keep it alive? Cause it's burning a hole. And I can't get to sleep, And I can't live alone in this life. So look up, take it away. Don't look down the mountain
If the world isn't turning, your heart won't return anyone, anything, anyhow.
So take me, don't leave me. Take me, don't leave me. Baby, love will come through. It's just waiting for you
And you stand at the crossroads Of highroads and lowroads. And I've got a feeling it's right
If it's real what I'm feeling, there's no make believing the sound of the wings of the flight
Travis_Love Will Come Through

Friday, April 07, 2006

won't u come??

come away with me in the night
come away with me
and i will write u a song

come away with me in a bus
Come away where they can't tempt us
With their lies

And I want to walk with you
On a cloudy day
In fields where the yellow grass grows knee-high
So won't you try to come

Come away with me and we'll kiss
On a mountaintop
Come away with me
And I'll never stop lovin' you

I want to wake up with the rain
Falling on a tin roof
While I'm safe there in your arms
So all I ask is for you
To come away with me in the night
Come away with me

come away with me
by Norah Jones


nice song..... ^^
cocok buat masa depankuh...
lho...

mencari suaka itu konstutisional

I have a confession to be made.... hihihi...
Kuakui.. waktu aku ngoceh tentang antara jakarta-canberra kemaren jumat 31 maret ituh bener2 penuh kehati2an n mungkin gag merepresentasikan pandanganku sebenernya. Kenapa hati2? Karena aku liat n denger komentar2 dari hampir semua orang itu seragam. Opini publik yang terbentuk adalah bahwa kita sebagai warga negara Indonesia yang baik haruslah mengutuk Australia yg dianggap menikam dari belakang

Yaa... dan kemudian aku trus jadi tersugesti untuk berpendapat demikian pula... hhohohoho.... damned Aussie!!!! (ups)
Padahuaallll.... seorang kucing ini kali itu berpikir gini...
"lho, kenapa tah kita marah? Kalo emang orang2 Papua itu merasa gag aman or apalah dianaktirikan sama bangsanya sendiri trus cari kehidupan yang lebih baek, kenapa tidak???"

"lho.... kenapa Aussie disalahkan? Toh mereka juga menjalankan apa yg harus mereka lakukan, kl ada warga negara yg minta perlindungan apa yo mo dibiarin ajah?
Kalo semua kejadian itu masih membuat kita kalang kabut trus buntut2nya nuduh bahwa itu merupakan bagian konspirasi untuk menjatuhkan Indonesia.. (wolooh)... ya naif banget dunk!
Grown up, plzz!! ^^

Tp pertanyaan2 itu kusimpen dalam hati.... aku sendiri masih ragu2 n jadi wondering, aku gag nasionalis banget yak? xixixixi. And then, kemaren baca Kompas di kolom opini ada artikel yang bagaikan air menyiram api.. (halah) so relieving, gitu dee... Judulna sama spt judul posting kali ini: "Mencari Suaka Itu Konstitusional", ditulis oleh seorang Rachland Nashidik; Direktur Eksekutif Imparsial, The Indonesian Human Rights Monitor.

Paragraf pertama-lah yang menarik perhatianku:
"Kegusaran Ina pada Aussie harus diletakkan dalam cara berekspresi yg cerdas dan benar. Jika tidak, kita akan dikenang sebagai bangsa yang senang mempermalukan diri sendiri. Hak mencari suaku politik adalah hak individu. Pikiran dan tubuh manusia bukan yuridikasi negara. Pemerintah tidak boleh merasa memiliki pikiran dan tubuh warganya meski atas nama kedaulatan negara"


Yak yak.... just like what I thought before (hohoho). Ada 3 poin utama dalam uraian Pak Rachland. Pertama tentang UUD 45 dan beberapa ratifikasi Indonesia terhadap hukum2 internasional yg menyatakan tentang Perlindungan Pelarian Politik. KKita punya itu semua dan kita mo marahin negara lain karena menjalankannya pula? wew...

Poin 2: bahwa pemberian visa sementara itu sebenernya juga bukan akhir bahagia buat para refugee itu. Gag dapet fasilitas, terkurung.... dan cuma berlaku 3 taon. Abis itu? kudu minta lagi. Padahal di Aussie berlaku hanya 1 refugee untuk setiap 1.583 warga Australia.

Poin 3: waktu 3 taon tadi harusna dijadiin Ina untuk memperbaiki kondisi Papua, kalo kita masih berniat untuk menarik ke 43 warga Papua td balik ke Indonesia.

Make sense, huh? IMO, nasi uda jadi bubur. Gag ada kesalahan prosedur dari pemerintah Aussie, n temporary visa uda turun. So, now what? Yaa... daripada teriak2 mengutuk ato menggedor parlemen Aussie, ato manggil Dubes mereka... mempermaluakan diri sendiri, kan mending memperbaiki inti masalahna.

Apa inti masalahna?
Masalah kemanusiaan.... Papua yg diwakili 43 org refugee td selama ini banyak mengalami kecemasan dan ketidakadilan. Lha... eksplorasi (kalo gag mo dibilang eksploitasi) alam oleh Freeport, bagaimana selama ini mereka menyebut alam sebagai ibu... tp ketika memungut remah2 sisa penambangan FI ajah diburu, dikejar2, ditembaki... Semua kondisi itu adalah informasi yg mengondisikan keputusan pejabat imigrasi Aussie kemaren, sekarang, pun besok.

Kenapa gag kita coba benahi aja apa yg ada di sana? I mean, instead of menuding2 tetangga sebagai biang kerok disintegrasi yg notabene terjadi di tubuh kita sendiri?

Seorang Armada Riyanto menyebutkan fenomena yg tjd di Indonesia kini sebagai fenomena reductio. Ketika kita memandang secara eksistensial nyata kehadiran 43 orang yg adalah manusia dengan segala keunikan pengalaman personal dengan mereduksi, menisbikan mereka dalam nama kedaulatan, martabat bangsa dan keutuhan wilayah.

Hiyaaa.... dan katanya juga, kita itu sering membutakan diri. Kita gag peduli toh sama ratusan warga kita yg terlunta2 di hutan tetangga, misalna... Kenapa? Karena mereka gag masuk koran! Sementara ke 43 orang itu jadi sorotan dunia... dianggap mempermalukan citra bangsa...
Citra!! Once again.... CITRA!!!!
tsk tsk tsk.... ^^


Saturday, April 01, 2006

my holiday journal

Pulaaangggg.... *bisikbisik*
Hehehe... gag banyak emang yg mengetahui kepulanganku ke jogja kali inih. Aku gag nutup2i tp juga gag woro2..
Kenapa? Selaen karena keputusan untuk pulang ini muncul pada detik2 terakhir keberangkatanku (super duper impulsif decision), aku jg pengen menikmati rumah dan kedamaian yg menyertainya secara maksimal (kepulanganku yg terakhir kemaren bisa dibilang hampir gag menyentuh rumah sama sekali, c).

Yaa lumayanlah... 4 hari libur, gara2 cuti bersama yg diberikan pak SBY (suwun, paakk... ^^). Pertamanya binun juga mo pulang naek apa. Pesawat... jubileee mahalnaaaa.... biar lu kate gw pejabat kekna males juga ngeluarin duit 600rb buat sekali pesawat ke jokja.. kan mending dibeliin blazer.. bisa dapet 2 tatum tuh, ato 1,5 executive (xexexe... sekarang kalo lagi jalan ngilernya sama blazer). Mo naek kereta... eksekutip ludes, bisnis pun gag kalah ludes, ekonomi? Duh, sebenerna gag masalah c asal ada cowo yg nemenin, palagi kalo ganteng ^^p. Bis? waduw, seumur2 blom pernah kepikiran naik bis umum antar kota (selaen pariwisata ke bali). Travel? Apalagi itu... takut mabok.. hehehe

Akhirna, gag ada pilihan lain selain naik bis.. Ternyata enak juga ya.. Setelah perjuangan menghiba2 ke instruktur biar bisa pulang ke apartemen lebih awal, n perjuangan ngejar2 taksi plus dagdigdug perjalanan tol ke lebak bulus akhirna di bis bisa tidur tenang.. nyaman, murah lagi.. ^^. There was it... bus umum antar kota pertamaku. Jadi inget, dulu (dan mungkin juga sampe sekarang) aku selalu mengilustrasikan suasana romantis ato mello itu sebagai suasana di dalam bis antar kota, duduk deket jendela, kepala menempel di kaca menerawang ke arah deretan lampu2 yg menari indah dengan titik2 ujan membasahi jendela bis, dan diiringi laguna scorpion... when the smoke is going down ato send me an angel ... (pokokna slorok jadul yg mello gituw...)
Xixixi... ilustrasi itu masih melekat sampe sekarang dan kemaren aku mengalaminyaa.. persis seperti apa yg kukhayalkan selama inih. Senja menjelang malem, ujan, di bis.. plus sopirna tau ajah muter lagu2 slorok jadul gituw... pantes ajah trus jadi mello bello gituw. xexexe.

Sampe di jokja... so many thing I have to do...
Benerin kacamata, uda carut marut gag keruan lensanya.. ato mo pake contactlens yah? Masi binun
Beli setrika.. hairdryer..
Benerin sepatu sendal kesayanganku yg bodol di mbah karso depan rumah
Ke natasha, nambah stock... sapa tau tgl 20 nanti aku ditempatkan di wamena, ato di timbuktu sono.. yg gag ada cabang natasha.. xexexe
Puas2in browzing n ngenet, donlod mp3 ^^ (special thx buat yg ngirimin olif)
Ngambil travel bag tambahan (sepertina koper yg di jkt gag cukup deee...wax)
Ketemu temen2
Ditraktir temen... huehehehe (thx uculll...)

And here i am...
Hari pertama males2an di rumah, doin nuthin.. gag mau diganggu sapa2.. bangun siang. Nonton gosip.. (eh, nia paramitha cerai ya? mayangsari melahirkan??)
Baru hari keduwa.. nemenin mama belanja ke carrefour yang baru... woloh.. Ketemu banyak temen di sana. Bang Sat yg sekarang kerja di PJB, pembangkit jawa bali, kok sekarang jd ndut ya bang? hehehe. Dewi jujuk yg masih betah aja di KG.. ^^ Nice 2 meet u old frenns. Abis itu nongkrong di warnet sampe kemunculan seorang ucul yg maksa pengen nraktir.. xexexe. Lhaa, bagaikan kucing ketemu gereh... begitupun seorang kucing ajenx yg ketemu orang yg maksa pengen nraktir.. pantang nolak! huehehe. Thx a lot pal... what a nice conversation we have that night..
Hari ketiga.. n this would be my last day in Jokja for this period. Giliran ketemuan sama those gals. Archie's angels yg hampir semuanya balik kandang gara2 libur 4 hari inih. Idhez, mami, ana, aan, pipit... minus sita yg sedang memulai babak baru hidupnya di ciputat.. ^^ (congrats gal); minus meta yg sibuk bersuami di batam, minus irma juga yg juga bercinta di depok.
Kangeennnnn... Pengen kuliah lagi.. pengen jaman2 studio lagi

Dan dia?
Dia gag ada... 3 hari di jokjaku tanpa dia.. seperti biyasa ^^p

But it was fun..
Absolutely fun...


dikotomic relationship created by identity

Setelah Menlu AS Condoleeza Rice yg berkunjung ke Indonesia dengan membawa bendera propaganda warning atas kekuatan raksasa RCC, gantian PM Inggris Tony Blair yg berkunjung ke Indonesia.. tapi kali ini ia mengusung isu dialog agama. Acara utamanya adalah bertemu Presiden SBY dan 4 tokoh agama yg kebetulan semuanya muslim. Din Syamsudin, rektor UIN, guru besar UIN dan A'a Gym.

Simak beberapa pernyataan yg dikeluarkan Blair:
"Yang lebih perlu dilakukan bersama adalah menciptakan pemahaman yang lebih luas untuk perdamaian berdasarkan keadilan. Keadilan bukan hal yang melulu seperti apa yang kita pikirkan, tetapi juga berdasarkan apa yang orang lain pikirkan..."
Kemudian :
"Saya katakan kepada para tokoh dalam pertemuan itu, masalahnya adalah Barat dan Islam berjalan dan berbicara tentang mereka, bukan berbicara dengan mereka. Kita harus memastikan bahwa dialog dapat menjadikan kita dapat berbicara satu sama lain"
Sementara Din Syamsudin mengemukakan seperti ini:
"... tentang adanya kesalahpahaman antara Islam dan Barat. Selama ini Islam memandang keliru Barat, begitu juga Barat keliru memandang Islam..."

Dari ketiga statement di atas jelas terbaca pengkultusan identitas diri yg mendorong terbentuknya dikotomi. Blair dan kelima tokoh agama dan mungkin jutaan masyarakat lain menyadari sepenuhnya bahwa permasalahannya terletak pada perbedaan pendapat yg berawal dari kesalahpahaman dua kubu yg muncul di masyarakat global, yg berawal dari kebanggaan atas identitas diri. Identitas gampang digunakan untuk 'melainkan' orang lain dan menciptakan dikotomi2. Apalagi kalo identitas itu uda dikultuskan, chauvinis, merasa yg paling benar dan paling baik. Barat dan Timur, Islam dan Kristen, kapitalis dan sosialis... Sejarah mencatat friksi2 berdarah yg menyertai clash antara kedua kubu.

Clash antara berbagai kepentingan dalam satu wadah aja mungkin terjadi... apalagi dalam 2 wadah yg berbeda visi dan kepentingan. Alih2 menjembatani perbedaan antara keduanya, biasanya kita justru semakin mempertegas dan menginternalisasikannya.. Timur berteriak anti Barat... padahal sebenernya apa c Barat ituh? Suatu kelompok? Sebuah cara pandang? Atokah gaya hidup? Ato batas geografis? Islam menuduh Kristen berusaha membasmi islam dengan dalih politisnya bla bla bla...Kapitalis menganggap sosialis sebagai ancaman terbesar bagi rencana manifest destiny-nya..

Seorang ilmuwan yg bernama Edward Said menyatakan bahwa Barat-Timur sebenernya hanyalah imajinasi kita yg terjebak pada oposisi biner sehingga yg terus menerus ditemukan adalah yg menjajah dan yg terjajah.

Dikotomi2 terus menerus mengemuka akhir2 ini. Dan fenomena dikotomi ini terus terang meresahkan juga kalo dipikir2... Begitu banyak gesekan2 yg bakal terjadi jika kita semua terus berkeras untuk mengkotak2kan segala sesuatu, termasuk menggolong2kan diri sendiri. Hubungan dikotomis adalah hubungan yg saling mengalahkan. Padahal "yang lain" tu sebenernya kl disikapi secara bijak dan kepala dingin bisa menjadi tantangan untuk mengukur seberapa baik kita dapat menemukan makna dari perbedaan dan mencari kesamaan2 sebagai manusia dengan hati nurani.

Bukannya menihilkan arti identitas diri. Bukannya mencegah kecenderungan chauvinisme... tapi hanya mencari cara bagaimana bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan berbagai jenis perbedaan di sekitar kita, tanpa harus melenyapkan perbedaan itu sendiri. Apalagi berkaitan dengan yg namanya agama, keyakinan paling pribadi dalam diri seseorang.

Tidakkah keberagaman itu diciptakan untuk saling melengkapi, teman?