Saturday, January 28, 2006

who's de bad guy?

Kemaren pas lagi blogwalking aku baca di blogna ardho, ada footnote... (eh, ato apa ya istilahna) pokokna quote di kaki halaman itu loo yg bunyinya:
Manusia Terbaik di Indonesia adalah Seorang Penjahat

xixi.... trus jadi inget sama puisi yg pernah dibikin 'seseorang' dari balik terali penjara, yang kurang lebih temanya kek gitu. Puisina kek gini bunyinya... euh, tp sebelom dibaca i must warning y'all that u need parental advisory to read it. Khusus dewasa dan yg berpikiran dewasa!, gitu disclaimerna mustina xexexe.

Andai Kutahu

Saat ku tak melihat bulan
Atau pun matahari
Seperti di lorong yang penuh debu
Ada maling di sekitarku
Juga koruptor KPU

Sayang, aku di sini sendiri
Tak ada tempat untuk menangis
Setitik air mata tak kuperoleh
Entah kenapa aku tersenyum
Melihat nyamuk-nyamuk yang tak menggigitku
Padahal aku takut terserang DBD selagi di tahanan ini
Rasanya tak seperti di Surga lagi

Ketika para tahanan lain tersenyum ramah kepadaku
Saatnya aku melihat keberingasan ulama
Tak sama dengan keramahan para tahanan di sini
Telah terbalikkah dunia?
Kaum kriminal jadi ramah, ulama dan aktivis masjid jadi pemberang

Aku tersenyum kala melihat langit sekejap
Aku menjemur kesetku di ruang tengah
Kulihat Hercules menatapku ramah
Oh, dia yang namanya Hercules?
Aku ingat dia yang menyerang kantor Indo Pos
Para penyerang masuk tahanan
Tapi penyerangku bahkan menuntutku dan aku yang ditahan

Apalagi ini? Dunia benar-benar terbalik
Ah, aku melamunkan dunia yang sedang terbalik
Keyakinan dan kejahatan disamakan
Sama-sama dibui

He, he, he… Aku dibui karena keyakinanku
Jati diriku sebagai utusan Tuhan yang tak dipercaya
Harus dibasuh melalui tekanan
Lebih-lebih lagi Surgaku dan Kerajaanku
Jangan memicingkan mata,
sebelum aku selesai mengajarimu menilai Neraka dan Surga

He, he, he… Surgaku kini di Polda Metro Jaya
Ada AC di sana, polisinya pun ramah
Barangkali supaya Jibril melihat mereka ramah padaku,
Atau entahlah…

Pokoknya mereka semua ramah kepadaku
Andai kutahu, polisi-polisi itu ternyata santun
Ramah dan tak minta apa-apa padaku
Tentu aku tak perlu takut kepada polisi
Tak satu pun yang mencoba memerasku
pungli untuk jam bezuk pun juga tak mengenaiku
Syukurlah… aku sungguh bersyukur
Keteraniayaanku hanya seperti aromanya saja
Di dalam sini penuh senyum
Aku bahagia di sisi Tuhanku yang tercinta
Aku bahagia, Jibril mengajariku menyanyi

Kini aku menyanyi lagu lama sekali
Katanya itu lagu Vogues 1968

Ini lagunya:
My Special Angel
You are my special angel,
Sent up from above
The Lord smiled down on me
And sent an angel to love
You are my special angel
Right from paradise
I know that you're an angel
Heaven is in your eyes
A smile from your lips
Brings the summer sunshine
The tears from your eyes
Brings the rain
I feel your touch
Your warm embrace
And I'm in heaven again
You are my special Angel
Through eternity
I'll have my special angel
Here to watch over me
You are my special Angel
Through eternity
I'll have my special angel
Here to watch over me
Here to watch over me
angel, angel, angel…

Terima kasih Tuhan,
ada lagu lama yang menghibur hatiku

Thank's God

Jakarta, 11 Januari 2006

Rumah Tahanan Polda Metro Jaya


xexexe... figure out already who's the writer of that simple poem? Yapp.... Madame Lia Aminuddin si 'Malaikat Jibril' itu tuh.
fiuhh... tanpa kata2 yang bersayap, madame lia seakan ingin menunjukkan kepada dunia gimana sebenernya pandangannya terhadap lingkungan sekitarnya. Dan ya... IMO, kita harus menghormati visinya bahwa ternyata dunia itu seperti itu... uda kebalik2,yg keliatannya baik n bermoral ternyata seorang bad guy, ato sebalikna...
Ada seseorang yg menulis gini tentang puisi Madame Lia ini, n i like how it sounds:
pabila raga terpenjara dalam batasan tembok
sebuah keyakinan tetap membebaskan rasa ke cakrawala tak berbatas
karena dia yang tidak lagi berdiri di atas jejak benar salah tahu,
sesungguhnya fanatisme persepsi adalah penjara yang paling menakutkan

Agreee!! damned I agree!!! ^^p