Saturday, January 07, 2006

sing sejenak *intermezzo*

"iya, tar kucariin deh, pesenanmu. tp minggu depan yah? minggu ni notbuk-na mo dipinjem buat pendadaran soale"

"ngg gpp, sante aja lagi mas, sapa yg mo pendadaran?"

------sing sejenak-------

"...adekku.." (sambil gag ngeliat)

"oh.. "

^^p
cuma perasaanku ajah kah? atokah memang ada jeda sebelum ia menjawab? intuisiku kah yg terlalu tajam, sehingga aku menangkap keraguan sekilas dari jawaban ituh...
xexe, ada 2 opsi c sebenernya, telingaku yg terlalu sensitif terhadap perubahan intonasi dan keraguan.. ato telingaku telah menjadi sedemikian parno-nya, menjadi sebuah radar yg terlalu sensitif dan penuh prasangka ketika akhirnya berhadapan dengan-nya setelah 1,5 tahun tak bersua?
dan demi kebaikan bersama, sebaiknya aku memilih opsi kedua sajah untuk menjelaskan peristiwa itu.. ^_^.
dan apapun pilihanku, i figure out that i've got the answer that can explain the whole big frame of this matter.

kala itu, untuk sesaat aku menunggu detik2 gelombang negatif entah itu kesedihan, kekecewaan dan kecemburuan melanda..
tapi, tidak.. sedemikian kerasnya aku mengaduk2 hatiku pun aku tidak menemukan kesemuanya itu..

fiuhh
so there was it guyz.. salah satu momen terpenting yg kulewati awal taun ini, momen yg uda kunantikan selama 1,5 tahun, dan telah menjadi bagian dari resolusiku tahun ini..
membereskan puing2 masa lalu.
(yang kukira telah terbereskan 1,5 tahun ini... ternyata belom ^0^)
one important lesson i've got last year adalah: bahwa ternyata kita harus bisa menghadapi masa lalu, menyimpan semua kenangan yg manis pahit asin asem, supaya kita bisa maju selangkah ke depan dengan hati yang lapang, ringan.. dengan bekal dari pembelajaran di masa lalu.

john locke pernah berkata: that our life is just a bundle of perception written in white blank sheets.

so was it begun, my nu white blank sheets, starting from now ^^

the worst is over now,
and we can breathe again
seether feat. amy lee _ broken