Friday, January 27, 2006

failure, my friend?

"Mungkin emang aku gag qualified, jenx? Ato aku emang orang yg gagal?"...

Wah, wah sahabat... sepertina aku bakalan jadi orang pertama yang memarahi n menceramahimu abis2an if u say those words again. Orang yang gagal.. uh, c'mon... setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan pada suatu waktu tertentu, tapi TIDAK pada setiap jengkal hidupmu kan?
'Gagal' dalam konotasi keadaan pada satu waktu tertentu itu wajar, yang patut diluruskan adalah apabila kata 'gagal' sudah dijadikan suatu predikat yang disematkan pada satu individu. No, I definitely won't agree with that.

Failed on fulfilling ur target, failed on reaching ur goal, failed on stepping forward.... is a common thing happened in our life. n IMO, justru kegagalan2 itulah yg membuat kita a step ahead than yesterday. Dengan mengalami kegagalan kita bisa jadi manusia yang lebih baek dari kemaren, tentunya dengan serat emosional yang lebih kuat dan lebih tebal ketika kita berhasil melewati periode gagal tadi.

Anyway.. pernahkah kau mengutik2 what's behind a failure?
gagal berarti ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan... (duh, seorang mas bima pasti bakal mencemooh 'definisi-negasi' macam begini nih ^^p). IMO, kegagalan berarti berkaitan dengan 3 elemen yaitu rencana, aktivitas dan target/tujuan. . R.A.T. Penyebab ketidakberhasilan itu bisa terletak di rencana, bisa juga di aktivitas, ato di tujuan.
Di rencana.. mungkin disebabkan ketidakmatangan rencana yg dibuat?

Di aktivitas... bisa disebabkan karena faktor2 x ato faktor eksternal yg gag terduga sebelomna.
Di tujuan? Bisa disebabkan karena kita salah menentukan sasaran tembak target kita? Mungkin terlalu tinggi atokah terlalu jauh misalna?

Sebenernya di sinilah letak kelebihan review. Gag ada salahnya kita berhenti sejenak (baik itu ketika mengalami kegagalan mopun kesuksesan) untuk mencari tahu n menguraikan apa yg uda dilakukan kemaren. Kalo gagal, dengan review ini bisa diketahui di manah sekrup yg lepas.. n kalo sukses, bisa dijadiin patokan mana ajah kelebihan kita selama ini, n optimalkan bagian ituh. Gitu kan?

Yapp... tapi sebenernya ada fenomena laen di balik kata 'gagal' itu. What was that? hiyaa... sadar gag c, bahwa kegagalan itu sangat mungkin dirasakan karena paradigma kita sebagai individu -yang seharusna punya orisinalitas pemikiran- telah terdistorsi oleh paradigma orang lain?
Ketika dalam benak kita telah terplot bahwa suatu kondisi X merupakan kegagalan bagi orang laen dan secara gag sadar terdoktrin ke benak kita bahwa kondisi X adalah juga kegagalan bagi kita?

Contohnya... paradigma yang terplot di masyarakat adalah lelaki 25 taon yg telah lulus kuliah seharusna sudah bekerja, mapan n mungkin berkeluarga. Jadi.. kalo ada seorang lelaki 26 taon yang kerjanya cuma glundang glundung bareng temen2nya tanpa bekerja.. adalah orang yang gagal! xexexexe... (nama dan karakter yang menyertai tulisan ini fiktif belaka, tidak ada kemiripan dengan kisah nyataa xexexe)
Ato ketika orang menjumpai seseorang yang putus cinta berkali2, maka stigma yg melekat di kebanyakan orang adalah bahwa dia orang yg gagal dalam bercinta..

Sebenernya gag ada salahnya dengan stigma2 macam itu c, asuaaalll.... orang2 yg terstigma bisa menyikapinya dan menjadikannya sebagai cambuk/lecutan ringan untuk lebih meningkatkan taraf hidupna sesuai standard yg berlaku di masyarakat.
Tapi.... sayangnya, kebanyakan yg terjadi adalah, justru stigma itu bakalan terus melekat di orang yg bersangkutan, n parahnya bakalan berpengaruh besar terhadap kejiwaan seseorang. Orang yg bersangkutan bisa terancam terus tenggelam dalam stigma bahwa dia sendiri orang yang gagal... dan ini... bisa mengakibatkan depresi yang berlebihan.

Data dari berbagai penelitian epidemiologi psikiatri menunjukkan: sekitar 5 persen penduduk Indonesia pernah mengalami depresi pada suatu masa tertentu (point prevalence). Dan, sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia pernah mengalami depresi semasa hidupnya (life-time prevalence). Penyebab utama depresi pada umumnya adalah rasa kecewa dan kehilangan. Kebanyakan orang yang depresi merasakan bahwa kenyataan hidupna gag sesuai dengan keinginan n harapannya di awal. Ini... definisi lain dari 'kegagalan' toh?

Jadi.... kalo kita merasa sebagai orang yg sedang-tidak-gagal dan menyaksikan ada orang yang sedang-gagal, ada baiknya gag buru2 menjudge bahwa beliaunya itu orang yg gagal, palagi menyematkan bahwa dia orang gagal for the rest of his/her life, it was so unfair!!! dan itu bakalan berpengaruh besar buat kejiwaan seseorang (u know lah, out there, there're so many people who consider a lot of what people say about them..)xexexe

Dan... jika kita merasa sedang-gagal, ada baiknya yah.... review ulang itu tadih... rencana_aktivitas_tujuan. Once we get the reason of our failure... apakah itu karena faktor intrinsik dari diri sendiri mopun faktor eksternal, ya bangunlah kembali... mulai dari nule lagi..
Kalo gag ada yang salah dari ketiga elemen R.A.T tadi, tp kita tetep merasa gagal, yah mungkin perlu dipertimbangkan untuk investigasi diri sendiri, apa bener predikat gagal itu berasal dari diri kita sendiri, atokah hanya stigma yg melekat di masyarakat? kalo emang kita merasa bahwa orang lain pasti memandang kita gagal, cuma stigma masyarakat... ya.. kembalikan lagi ke masing2 individu, tidakkah kita ingin jadi diri kita sendiri, yg gag terdikte oleh kemauan n standard orang laen?
If he's comfortable with the condition di mana dia glundangglundung di usia 25 taon n belom bekerja, yah so be it lah yaoww.
If she enjoyed keep breaking up with any of her boyfriends, it's her choice.

Standard orang laen biarlah jadi kepemilikan orang laen. It's about the time, that we have our own standard n way of life. Mine is mine, n yours is yours.... xexexe. Mungkin bisa dijadikan refleksi ato landasan pemikiran yg gag mengikat, tapi jangan biarkan standard orang laen mengemudikan hidup kita sedemikian rupa, palagi kalo itu bahkan menimbulkan ketidaknyamanan pada diri kita..
Just like what Rene Descartes (Prancis, abad XVII) have did. Mungkin ini contoh yang ekstrim yah... ^^p. Dia melepaskan segala keyakinan n opini yg terpatri dalam hidupna (kala itu kaitannya dengan dominasi dogma gereja Prancis) dan secara berani mengembangkan ilmu pengetahuan yg ia sebut kebenaran based on logic n rationally thought. Di mata orang2 di sekitarnya waktu itu, dia jelas orang yg gagal.. anak pengacara dari keluarga sangat terhormat yg menjual seluruh kekayaannya untuk glundang glundung berkelana dari satu tempet ke t4 lain.. meditasi n berusaha mencari kebenaran pengetahuan sejati, yg solid n permanen. Mencari ilmpu pengetahuan yg tunggal dengan jalan penyatuan filsafat n logika ilmu pengetahuan dalam satu totalitas sistematis. Banyak ditentang, didiskreditkan, n dicap gagal.. tp dialah yg menciptkan mode filsafat modern yg banyak dipakai kelak.

This is what he said on his book Meditations yang pernah dilarang penerbitannya:
"Segala sesuatu harus dibuang secara keseluruhan sekali seumur hidupku, jika aku ingin menetapkan segala sesuatu yang solid dan permanen dalam ilmu pengetahuan...."