Tuesday, December 13, 2005

sunday heritage


Minggu, 10 desember 2005

07.30 janjian sama anak2 mo lari2 di bulevard..
hah? get real ajah, when u slept late the night before, n u have only sunday for getting up late, dya think u're gonna get up early this mornin' n have some silly run? xexexexe. gag c, sebenernya semangat banget pengen olahraga, tapi begitu tau kalo pagi itu 07.00 seluruh jokja ujan dueres banget, yah... apa mau dikata.. :D ndak ada yang lebih nikmad dibanding meringkuk di balik selimut waktu ujan... toh?

then one sms strike out: kita mo diklat caving ke jomblang sekarang... ikutlah....
arrggghhhhhh.... mauuuuuuuuuuu..... hiks, tapi.... jomblang means vertikal, n means rapelling... aww aww aww, i dont think this old bones could handle that kind of stretch deh, xexexe, lagian 09.00 o clock harus siap siaga meluncur ke venue biennale di jsc... so... bye bye jomblang... hiks...

kebagian jatah jaga di JSC, jogja study center yang ada di kotabaru, sebuah gedung yang mengagumkan. magnificent just because its originality. tiba di sana setengah jam sebelumna, suasana benar2 lengang, sepi. celingak... celinguk... pun tidak ada tanda2 kehidupan, sampe ketemu dengan 'caretaker' t4 itu, bapak sapa ya namanya? xexexe... obrol punya obrol sambil lirik2 nyari sosok chippy n koko yang gag nongol2 juga... n akhirna... nongol juga. xexexe... 2 manusia yang menyenangkan, rame n bersemangat.

kenapa jsc dipilih jadi salah satu venue biennale 2005? karena gedung ini, selain punya shape n penampilan yang mengagumkan, masih kolonial banget, dengan denah berbentuk anak panah, gedung ini juga punya banyak sejarah tersendiri. dulunya rumah tinggal, tapi ketika jokja jadi ibukota RI (1946-1949), gedung ini difungsikan sebagai Kantor Kementerian Luar Negeri serta Kantor Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. tapi setelah ibukota pindah ke jakarta, gedung ini beralih fungsi jadi gedung perwakilan instansi pendidikan dan kebudayaan pusat, dan akhirna jadi milik Biro Umum Pemda DIY.

sekarang, gedung ini dikelola badan perpustakaan daerah DIY, dan jadi pusat studi berbagai macam kegiatan terutama untuk anak usia sekolah. Setiap hari ada kegiatan di tempat ini yang meliputi berbagai bidang dan dibina oleh berbagai komunitas, seperti kegiatan melukis, membuat kerajinan, bermain musik, belajar bahasa asing, sampe praktik yoga [wah, mau tuh.. ^^]. kemaren pun ada beberapa gadis kecil yang latihan vokal, ditungguin orangtuanya... lucu deh.

kaitannya sama biennale, JSC ini dijadikan venue untuk salah satu pameran seni instalasi ato lebih tepatnya site specific installation, karya seniman gondrong Farhansiki. beliau menamakan karyanya ini dengan "No White Flag". dan seperti namanya, karya seni ini merepresentasikan sebuah sikap 'never surrendered attitude'. muncul karena respon situs gedung JSC sendiri yang bergaya kolonial, maka representasinya juga mengambil setting masa kolonial Belanda.

cukup sederhana emang... digambarkan di situ, di balkon depan gedung JSC sekelompok pribumi (berbentuk potongan kain biru yang menggambarkan orang bercakap2) yang menyatakan keyakinannya bahwa mereka akan selalu bersama2 menghadapi berbagai ancaman dan bahaya. di bawah gambaran pribumi tersebut ada sehelai pita putih yang kira2 tulisanna gini, "Heeft het bericht, dat Gij ons niet verliet, Ons grote steun verleend in onze noden" yang artina, Berita bahwa Anda tidak meninggalkan kami, Memberi kekuatan dalam derita ini. katanya c sebenernya kata2 ini ada terusannya.. [kata2 ini pernah diucapkan oleh seorang gadis muda pada tahun 1943 kepada Gubernur jenderal Jhr. Van Starkenborgh yang bunyinya " Di hari2 gelap, ketika banyak yang lari, Berita bahwa Anda tidak meninggalkan kami, Memberi kami kekuatan dalam derita ini: Bukankah setengah kesedihan adalah kesedihan yang berbagi"



nice n lovely... meskipun sebenernya maintenance dari karya seni ini kurang diperhatikan, melihat bahwa banyak yang udah tergeser dari posisi semula (karena keujanan c), bendera2nya juga banyak yang layu dan miring... sayang, sebenernya..
sederhana... kalo dibandingin sama karya instalasi serupa di vredeburg.. yang di jsc terasa kurang... menggigit, dan tertinggalkan..

lesson for the day: never surrender.. no matter what, just because we hold hope in our heart. n what else but hope that build all of us?
only hope..
and knowing that we're not alone, thats really strengthened us up
.