Sunday, October 02, 2005

salah!

Ada baiknya sejenak melepaskan kesombongan dan kebanggaan diri dan mengakui bahwa kita manusia tak lepas dari kekurangan dan kesalahan.tapi entahlah… yang namanya manusia toh, biasanya dan akan selalu subyektif. Kalo merasa dirinya bener… maka orang lain di luar garisnya, salah!!! Ada lagi yang separo2. merasa dirinya bener, but once he or she been wronged.. they just wondering… is it? Am I wrong? Then… frustrasi… haa’ laahh…
Ada lagi yang merasa dirinya selalu aja salah dan orang lain yang always bener. Ada gag ya orang se-miserable itu? Xexexexe
Aku… dengan besar hati harus mengakui bahwa aku masuk kategori separo2. bertanya2 apa salahku, sementara aku merasa benar dan jadi frustrasi karenanya.. dikiitt. Xixixixi.
Perfeksionis yang lebih merasa terganggu dengan kesalahan yang dibuatnya sendiri dibandingkan dengan kesalahan orang lain.
See, dalam hidupku aku selalu dihadapkan pada situasi di mana orang selalu menuduh apa yang sebenarnya wasn’t me, or I didn’t do. Dan aku selalu bisa menertawakan semuanya itu. With no self defense, dan separuh membiarkan mereka semua dengan pemikirannya sendiri2.
Tapi tetep… ada rasa penasaran yang menyeruak ketika semua pistol ‘tuduhan’ itu tertodong ke arahku. Kok bisa ya… mereka, ato dia berpendapat seperti itu..

Aku kekanak2an… aku gag dewasa… no responsibility…. Gag konsentrasi… I’m the one who always made mistake… aku gag mampu… gag bisa manage, tidak berpikiran jauh ke depan, reluctant, dan seribu satu bla bla bla yang kalo kudaftar bakal membuatku jadi orang paling gagal di dunia ini, jadi manusia yang paling rendah dan paling tidak berkemampuan di dunia ini. Xixixixixi.
Am i? may I humbly ask u in person, mister… am I that awful? What on earth kind of human I am if all u said 2 me n them is true?
Tidak tidak tidak…. Aku tidak akan membiarkan kalimat2 panjang dari satu orang di dunia ini menjerumuskanku ke tingkat paling rendah dalam skala manusia. Tidak. Aku harus mengambil harga diriku kembali, dan semua kemampuan dan kredibilitasku yang sudah ‘dia’ injak2 di hadapanku.