Sunday, October 02, 2005

orgasm at budokan...

Man, ini baru musik!!! Gituw tiap kali aku denger or nonton dvd band yang satu ni.

Dream theatre..
Rapi, cerdas, skillfull. Skillful.. karena masing2 dari labrie, myung, ruddess dan terutama portnoy n petrucci bener2 seorang maestro dalam bidangna masing2. gag berlebihan dah kalo mereka dikasi gelar profesor musik, a thousand billion times worthwile dibanding sama gelar profesor dangdutna roma irama.. xexexe

Cerdas, karena dari tangan2 dingin masing2 personelnya lahir sebuah musik yang cerdas dan mencerdaskan. Komposisi musik yang lahir tidak dalam sekejap mata. Kaya, rumit, tapi mengandung alur yang jelas, tapi anehnya…. gag tertebak. Parahnya, uda beratus kali aku nonton dvd2 mereka, tapi teteb always bikin aku ternganga dibuatna. Gile, they never failed to amazed me anyway. Sampe sekarang aku masih heran, gimana mereka bisa inget semua komposisi itu ya? Dan bukan sekedar chord lho, seperti band progressive rock lainna, musik mereka jangan disamain sama musik pop ato rock melodik yang cukup inget urutan chord-na aja uda bisa dimainin musikna. Ato cukup denger laguna sekali dah bisa ngikutin musikna. Musik dream theatre jauh dari itu. Mereka gag main chord, sepertina..tapi apa ya? Rhythm? Itupun juga absurd gituw. Sumtimes kita bisa ngikutin rhythm dan ikut ngetuk2 jempol, tapi detik berikutna mereka dah ganti haluan, ganti komposisi.... arrrgggghhhh ggrreeaattt!!!

Rapi… kaitannya sama alur di masing2 komposisi lagu itu tadi. Sumtimes they improvised themselves, each. Jadi, masing2 berimprovisasi yang kadang terdengar absurd… tapi anehnya, kok teteb menyatu? Gimana bisa ya? Kalo myung di bass sama petrucci di gitar berkolaborasi, berduet bareng tentu gag aneh lagi, many bands did that perfectly, even better. Tapi kalo ruddess di kibor, sama petrucci di gitar? Ketika mereka berduet yang terdengar adalah kolaborasi 2 melodi gitar yang super duper indah, stunnin, n kompak!.
Tapi yang paling penting, they enjoy it. Band yang bener2 enjoi dan bermusik dari hati pastina bakal menghasilkan musik yang bagus pula. Dan itu jelas terlihat. Karena kadang, bermusik hampir tidak bisa dibedakan dengan bercinta. Ada kesamaan ekspresi yang menyatukan kedua aktivitas itu kalo kupikir. U can find heat, passion, patience, sweat, n klimaks on both activities. Dalam bermusik dibutuhkan kesabaran dalam memanage lautan gairah yang timbul. Sumtimes u hold ur breath… close ur eyes, sumtimes u stare widely.. pelan2 mendaki not demi not, berusaha untuk tidak melepaskan alur yang telah kau bangun… berusaha untuk terlihat dan terdengar sempurna, menyesuaikan diri satu sama lain. Kadang mengerutkan kening, kadang berteriak sepuasnya…. Keep holding ur breath… terus naik, naik dan naik… n finally… berdiri di sana dengan senyum penuh kepuasan, lepas dan bangga, menikmati tepukan tangan membahana dari audience…
Xixixixi. hail hail 2 dream theatre... the god of musik.. (*berlebihanmodeON*)
And john petrucci is so godamned georgeous! Macho dan ganteng...
Waxaxaxaxaxaxa