Sunday, October 30, 2005

again

Hari-hari terakhir ini ia memang sedang sentimentil. Siapa yang bisa mengira? Perempuan keras kepala itu akhirna menyerah juga pada kodratnya.. sebagai seorang perempuan yang tidak selamanya bisa berdiri pada lingkaran logika dan akal sehat, dan terjebak (akhirnya) dalam genangan sentimentil yang dinamakan cinta.. (??)
Bagaimana tidak... kamu orang2 pun tidak perlu berpandangan tajam dan teliti untuk melihat tanda2 itu, si perempuan pun menyadarinya... dan sedikit tidak merasa nyaman karenanya. Dari waktu ke waktu kau bisa melihatnya duduk tepekur, dengan wajah bertumpu pada punggung tangannya, menyaksikan hujan turun rintik2 di seberang jendela rumahnya. Ato menyaksikan pandangannya menjadi kosong dan tidak terfokus pada cangkir kopi di genggamannya? Ato di lain waktu melihatnya asik menekuri novel konspirasi setebal bata di pangkuannya, tapi sebentar2 menaruhnya kembali... kemudian membukanya ... asik menerawang. Ato jika kau sempat mengintip dalam kamarnya, melihat dia berbaring dengan mata menerawang ke langit2, menyaksikan hiasan imlek dari tembaga pemberian seseorang sambil sesekali tersenyum? Ato sebentar2 bermain dengan ponselnya, dan menjadi terlonjak dan penuh harap jika ponsel itu berbunyi?
Ah...
Tapi seperti biasanya... perempuan itu mengingkari segalanya. Bahwa selalu ada penjelasan intelek dan logis yang bisa mendasari tindaktanduk anehnya. Dulu dia menyebutnya post-graduate syndrome.. ketika pada suatu waktu ia merasakannya, sambil memandang fotonya memakai toga hitam dan jubah kebesaran dalam rangkulan seorang lelaki dengan senyuman paling manis di dunia.
Sekarang? Perempuan itu menyebutnya dengan post... nnggg ..post.... ah... entahlah.

“i’m doin’ fine. skripsi? Uda bab 3, gag jadi garap yang pjj itu, aku coba ngangkat tentang web ssinfo. Km gag mudik kah?”
“sekarang lagi donlod smallville.. lumayan lah buat nunggu sahur”
“kamu di jokja toh? Aku baru tau... kok gag pernah nongol sih??”

sms2 itu lancar keluar masuk dari ponsel si perempuan pada suatu ketika.. n so was it begun.. periode post-whatever syndrome itu.
Kenapa? Iya .. kenapa? Kenapa tak juga ia mendatangi tempat itu? Tempat segala memori indah tentang seorang lelaki dengan senyum malas yang hampir selalu membuatnya frustrasi sekaligus tenang. Perempuan itu tahu, ia akan kembali dapatkan suasana yang selalu ia rindukan di sana. Suasana yang penuh tawa canda dan akrab bersama teman2nya yang lain. Segerombolan penjahat kelamin yang ia tahu telah banyak membantu membentuk pribadinya yang sekarang, yang takkan pernah ia lupakan dan selalu akan ia rindukan. dan lebih dari itu, perempuan itu tahu, ia akan bisa mendapati sang lelaki, dengan senyum lebar.. menyambut kehadirannya, with arms wide open... as an old friend.
Yah, ia tahu.
Tapi ia takut. Entah, mungkin takut mendapati bahwa si lelaki telah berubah, tidak seperti yang dulu lagi. Atau ia takut mendapati seorang gadis cantik berkulit putih mulus dan hidung mancung menggelayut manja di lengan sang lelaki? Ah.. yang itu masih bisa dihadapinya.
Tapi ada ketakutan yang lain. Yang lebih besar, dan mengganggu bawah sadarnya. Perempuan yang biasanya keras kepala itu takut, ia akan tenggelam lagi di kenikmatan yang tak berujung itu, berkubang dalam kenangan pelukan hangat sang lelaki, merasa teduh dalam tatapan matanya dan tak kuasa lepas lagi. Karena ia tahu, ia akan menyerah sepenuhnya.. begitu sepasang mata itu tajam memandangnya, merobek2 manajemen jiwa yang ia bangun lagi setelah hancur berkeping2 2 tahun yang lalu.
Tidak... tidak...
Ia tak bisa muncul di sana lagi, tidak selama ia merasa semua lagu2 cinta itu diciptakan untuknya, tidak selama ia masih merasakan gemuruh kupu2 yang beterbangan dalam perutnya. Tidak selama perasaan rindu terkutuk itu masih bagaikan racun yang menusuk otak dan jantungnya. Ia akan menunggu.. sampai semuanya reda. Oh ya, ia tahu.. semua kupu2 itu akan bersembunyi lagi pada akhirnya, sampai kemunculan berikutnya.

I heard from a friend today and she said u were in town
Suddenly the memories came back to me in my mind
How can i be strong i’ve lost my self time and time and said
that i’ll never fall in love with u again
All of the wounded heart u give, my soul u took away
Good intention u have made me, i know u did
It comes from the place that hurt, and god knows how i try
And i never want to return, never fall again....
Janet jackson_again


Bagaimana mungkin kau bisa ‘jatuh’ lagi, jika kau telah ‘di bawah’ sepanjang waktu?