Wednesday, July 20, 2005

ter to hok soe hok gie

gie..
a film u've got to see..
dalam 2,5 jam aku langsung dibikin jatuh cinta dengan sosok seorang soe hok gie. bukan karena diperanin sama nico saputra yang kewl kewl ganteng itu c, xexexe. but, yah.. simply becoz of its character, yang bikin aku head over heels terhadap sosok satu ni. yang memenuhi hampir semua kriteria tak terucap-ku akan sosok lelaki... idaman? xexexexe. yang (ahem) sedikit menggeser kedudukan seorang a'beemz di sudut sana as my role model... xaxaxaxa, gag ding mas.. (berlebihan modeON)

eniwe... smart, a fighter, keras, idealis, satra, penulis, ... dan ... pecinta alam!!! demonstran on his own way. bukan sosok pejuang djaman doeloe yang berteriak2 turun ke jalan. tapi pejuang yang berjuang dengan intelektualitas dia, tanpa harus terjebak di dalamnya.

Seorang lelaki yang hampir sempurna justru karena kekurangan2 yang ia miliki dan yang pasti karena kejujurannya. dat he never done anything without his moral objective on his mind.

Baca juga 'Catatan Seorang Demonstran' (yang langsung kubeli detik aku keluar dari blok m theatre sore itu).. ato 'Malam Bersama Soe Hok Gie' (yang berhasil kubujuk2 temenku buat beli..xixixi) .. u can see there, betapa nafas kejujuran begitu kuat terpancar dari goresan penanya.

gie .. adalah cendekiawan murni (cieh, bahasana dah mujadul bangget niy) yang secara alami dalam dirina memancar sikap melawan, negasi, sikap untuk say 'no' kepada pilihan untuk menyembah kekuasaan dan harkat dirinya.

anti kekuasaan, tapi anehnya.. dia juga sadar sepenuhnya bahwa untuk menggulingkan kekuasaan itu ia juga butuh kekuasaan. isn't dat great gitu? sama seperti apa yang aku pikirkan selama ini.. bahwa ketika kita tidak menyukai sesuatu.. hal ato kondisi, sumtimes we just can't abandon it. dan mungkin kita justru harus terjun ke dalam lumpur tersebut untuk bisa menghilangkan ketidaksukaan kita.

salah satu contohnya.. gie membenci kekuasaan dan politik, amat sangat. tulisnya: "Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. tetapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.. Dan jika sekiranya saatnya sudah sampai, aku akan ke lumpur ini.."

di sinilah kita bisa melihat betapa lurusnya pemikiran gie. bahwa entah secara sadar/tidak seluruh sel tubuh dan pemikirannya bertumpu pada satu hal:moral.
well, bagi sementara orang memang terlihat seperti ketidakkonsistensian, tapi benarkah begitu? ambil contoh satu hal, pada awal perjuangannya menggulingkan rezim Soekarno, Gie secara sadar mengikuti arus, bekerja sama dengan tentara dan aktivis2 mahasiswa yang tidak ia sukai, untuk melawan rezim Soekarno. Ini menegaskan pernyataannya, bahwa "suatu saat aku akan terjun ke lumpur ini".
yang mengagumkan dari gie adalah pertimbangan moralitasnya berada di atas segala2nya. bahwa setelah tujuannya tercapai (rezim soekarno runtuh) ia tidak lantas dimabuk kemenangan. keberaniannya lah yang menuntun dia untuk mengkritik balik aktivis mahasiswa dan tentara yang berjuang bersama2 dengannya karena telah bertindak fasistis dan menindas rakyat..

i found dat amazing.. to know that kekuasaan tidak akan pernah bisa berdamai dengan moralitas. dan keberanian gie, untuk secara berani dan sadar berjalan menjauhi kekuasaan untuk memperjuangkan idealismenya...
wish i have dat courage
xexexexe... jadi malu ndiri niy..

Wednesday, July 13, 2005

sebuah rahasia..

tiba-tiba aku lelah..
bukan karena tak tidur berminggu-minggu..
bukan karena kerja tanpa kenal waktu ini

well, it's the hardest month of my life, i guess.. tapi kurasa aku blom pernah selelah hari ini.
coz... hmm, tidak bisakah kau menghargai perasaanku just for a second?
ups... salah, tentunya 'kau' tak bisa disalahkan ya dalam hal ini? bahwa bukan 'kamu' yang tidak menghargai perasaanku. bahwa mereka, bahwa kondisi, bahwa (lagi-lagi) ketidakberuntunganku yang uda menaruhku dalam 'tempat' ini.
a 'place' where i hardly can move. sebuah tempat yang bukan merupakan sebuah ruangan.

ini bukan kisah tentang beban kerja yang terasa menekan. ini bukan keluhan tentang 24 jam terhimpit dalam kubangan multi task di lantai 4 gedung ini.
ini sebuah balada..
mengenai sebuah topeng kemunafikan yang harus kupasang waktu demi waktu..
dan bahwa aku tak bisa menguraikan semua ini kepada siapapun..
tentang sebuah rahasia.. yang harus kusimpan rapat2 tanpa kumau.
tentang sebuah senyum palsu di tengah semua banjir kata2

ah, aku tidak menyukainya.
'kamu' menyukainya bukan?
the way u made my life ruined just for a second
the way dat u forced me to hide those all
the way dat u forced me to smile above it all
the way dat u pushed me to pretend dat nuthin's happened

it's the way dat i have to get thru.. all by myself

Friday, July 08, 2005

Antara Kecoa dan Hargaku

seekor kecoa ternyata lebih berharga daripadaku
karena dengan kekecoa-annya
ia mampu memamah bulan di matanya
menjadi sekuntum seruni yang begitu bercahaya

sementara aku,
telur yang kuerami sejak cadar mega itu masih senja
hingga waktu mulai keropos
tak mampu memasak hati
padahal begitu inginnya kugoreng
untuk hidangan bersama hujan

seekor kecoa ternyata lebih berharga
daripadaku
karena dengan kekecoa-annya itu
ia mampu menohok angkuh-mu

by_ rhez