Thursday, June 02, 2005

in de middle of rush-hour

hidup itu harus dijalani dengan menapak ke depan, dengan bertumpu pada hari ini, detik ini. hidup itu sekarang, dengan berkemas untuk menjemput/menghadapi esok. itu resep hidup yang kuanut selama ini. dengan ditambah bumbu tawa dan senyum supaya terasa lebih lezad. dan tanpa ditambahkan zat keluhan, biar lebih sehad.
itulah hidup ideal ala ajenx.... ;p

rumusna atu, but still .... banyak jalan menuju hidup ideal tersebut. well, yaa.. at least 2-lah, mainstream-na. oportunis... ato militan. dulu aku milih oportunis sebagai 'jalanku'. ketika suatu kondisi uda jadi gag kondusif contohna, bisa dipastikan aku bakal angkat kaki dari situ. don't give a damn of what people say, as long as i enjoy.. meski semua opini publik itu menikamku dari belakang.

but now? aku merasakan ada yang berubah. ntah perubahan yang positip ato negatip i dunno. aku mulai belajar memahami seni hidup yang satu ini dan mulai jatuh cinta padanya hampir seketika. apa itu? seni hidup untuk bertahan dalam keadaan yang susah dan sulit, sampai pada titik tertentu di mana kebertahanan itu akan membawaku pada sebuah enlightment. pencerahan. dengan hasil yang sama sekali gag bisa kuduga, karena hasilna emang gag selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. tapi di situlah menariknya... xexexexe. mo dibilang sok idealis kek yang jelas i enjoy it. dan itu cocok untuk gaya hidupku yang sekarang. weits...

sankhya yoga 48. (bhagavad-gita) menyatakan seperti ini:
"bertindaklah engkau ... tanpa kemelekatan... anggaplah keberhasilan dan kegagalan itu sama ... jangan biarkan hasil tindakan menjadi motifmu, juga janganlah engkau berniat menghindari tindakan...."

xexexexe, dats quote of de month, i guess. seni bertahan dalam kondisi gag kondusif termasuk di dalamnya. kuncinya adalah tanpa kemelekatan itu tadi. karena yang aku yakini adalah, tak peduli hasil apapun yang kita peroleh dari apapun yang kita kerjakan hari ini, detik ini, we'd still gain one big achievement.... apa itu? kekuatan. sebuah serat emosional yang kokoh dan lebih tebal dari sebelumna.
dan kenapa aku membutuhkan kekuatan itu? karena hidup bagiku selalu punya 1001 cara untuk membuatku terjatuh dan terbangun. dan tuhan junjunganku, bentengku, perisaiku, batu karangku, panglimaku.... (lho kok malah nyanyi ;p) pun punya 2002 rencana dan jawaban untukku, untuk masing2 dari kita.
kekuatan untuk berharap, untuk bertahan dalam 2002 rencana-nya itulah yang aku cari.
dan yang paling penting, kekuatan untuk memahami, rencana-nya, segalanya. memahami bahwa tidak semuanya dapat dihitung secara matematis. bahwa ketika milan uda menang 3-0 di babak pertama, tiba2 keadaan berbalik secara tragis dan mereka kalah.... uwaaaaaaa!!!
ato ketika seorang kimi yang merajai 27 lap dan siap naik podium tertinggi tiba2 di final lap ban-na meleduk, sehingga seorang alonso bisa lenggang kangkung.... (hiks)
ato ketika mengharapkan seorang fauzi baadillah yang bodina nyam nyam sslllurrrpp, ternyata dikasihna seorang aming... (??#$@!) xixixixi

eniwe, ... understanding, bahwa yah... hidup tak selalu seperti yang kita inginkan. dan tersenyum n berbahagia di saat yang paling tidak menguntungkan sekalipun, benar2 membutuhkan kekuatan. n dats what i'm tryin to reach now, more than anythin else...