Friday, May 27, 2005

happy anniversary...

talking to the songbird yesterday
flew me to a place not far away
she's a little pilot in my mind
singing song of love to pass the time


ingat itu mas? it's the last time, seingatku... u sing that song in front of me
menggodaku seperti biasa with ur everlasting smile,
just because i always wants u to sing 'talk tonight' over that song
but u always sang that song, especially that last time

gonna write a song so she can see
give her all the love she gave to me
talk of better days that have yet to come
never felt this love from anyone...


bait demi bait masih terpampang dengan jelas dalam ingatanku. demikian pula semua gerakan terhalus sampai ledakan kosmos yang terjadi hari itu... masih kuingat jelas. dan masih... jadi bayangan menyenangkan yang melingkupi hari2ku.., i'm so sorry for dat.

a man can never dream these kind of things
especially when she came and spread her wings
whisper in my ear the things I'd like
then she flew away into the night


4 u to know.. mas. i never flew away until now. no matter how hard i try, i could never abandon all those memories behind.
in fact... justru hari itu ketika untuk terakhir kalinya kau tertidur di pangkuanku... i felt that. ada kekhawatiran tersendiri yang tiba2 menyeruak ke permukaan... bahwa kau akan pergi.
funny isn't it? ketika benar pada keesokan harinya.. minggu berikutnya... bulan berikutnya... hingga setahun ini..kau benar2 pergi.
hehehe...

mungkin memang benar adanya, hanya kekhawatiran yang bisa benar2 menikammu.

oh well....
now i'm here... and u were there
and i'm quite happy, swerr!!!
xixixixi
happy anniversary of broke up!!!

Sunday, May 22, 2005

now

kesabaran... kekuatan...
ada batasnya juga ternyata
and i could hardly afford it
right now

lord please save me
from the unreal
from the real
lead me from darkness
from the light
from the death
not eternal life

_melancholicbitch...departmental deities and other verses_

Thursday, May 19, 2005

otonomic science..

Kasus buyat kembali mencuat seiring dengan munculnya perkembangan baru yang ntah.. menggembirakan sungguh, atau sekedar demi tutup mulut pihak2 tertentu.. aku tak tau. Yang jelas SK Menneg Lingkungan Hidup uda turun, tentang bagaimana PT Newmont harus lebih selektif dan mengurangi pembuangan tailing-nya ke laut. Selain dibatasi volume pembuangannya, newmont kudu harus melakukan kajian secara intensif terhadap pengelolaan tailing secara keseluruhan, utamanya untuk mengurangi kandungan logam berat yang bisa membahayakan jiwa masyarakat di sekitarnya. Tidak cukup dengan itu, Menneg LH mempersingkat izin newmont dari 3 tahun menjadi 2 tahun. Pun masih ditambah dengan menempatkan tim pengawas independen untuk mengawasi kinerja pengelolaan tailing yang bermasalah itu.
Kurang jenx? Puwas?? Xixixi. Dunno lah... somehow, sisi ketidakpernahpuasanku berteriak... “will it help those people outhere directly?!” hmm ...coz it sounds like legitimate 4 me, formalitas belaka, tentang kewajiban mengurangi, review bla bla bla.
Penduduk Dusun Pante Buyat di Minahasa sana uda positif dideteksi tercemar logam berat, bapak.... Gag tanggung2. tim terpadu koordinasi dari Kementerian Lingkungan Hidup-lah yang mendeteksinya. Bahwa salah satu sampel air sumur bor milik newmont mengandung logam arsen melampaui baku mutu. Sumur bor inilah satu2nya sumber air bagi penduduk pante buyat. Belum lagi konsumsi ikan yang diduga terkontaminasi arsen dan merkuri.
Itu hasil penelitian setahun lalu, tapi sayangnya, anehnya... gag berhasil membuktikan hubungan antara hasil penelitian tersebut dengan fakta bahwa hampir seluruh penduduk pante buyat mengalami masalah kesehatan serius, dari benjol2, penyakit kulit parah, kram dan sakit kepala serius. Ntah kenapa, aku ndiri juga gag gitu ngerti tentang gimana mekanisme penelitian dan semua audit yang para pakar2 kita lakukan itu, tapi bagiku yang bodoh dan awam ini jadi terkesan gag tuntas gitu, bapak...? xexexexe.
Yah, setelah selama setaon diwarnai demo2 lsm n masyarakat dan pemberitaan media massa akhirna... kedua pion utama bergerak dalam waktu bersamaan, hanya seling beberapa hari. Pemerintah lewat sk menneg lh itu tadi, sedikit meredam kontroversi.
Sementara itu newmont gag mau kalah, dan (ini yang bikin seorang ajenx tersenyum kecut) menggandeng unsrat dalam kerangka justifikasi-nya sendiri. Pakar2 dari universitas sam ratulangi menyatakan bahwasanya tidak ada pencemaran di teluk buyat. Dan tidak ada bukti hubungan antara penyakit yang diderita penduduk pante buyat dengan pencemaran.
Xaxaxaxa..... it happened again, yes? Deja vu gituw... Kontroversi or gontok2an antara sesama ilmu pengetahuan. Buyat vs newmont. Protokol kyoto vs bush dengan ratifikasi insinerasinya, ato yang paling klasik sekalipun, evolusi-na darwin vs adam hawa-na bijbel.. memang, banyak orang yang bertahan di balik keyakinannya masing-masing, mengakui adanya perbedaan dengan berlindung di bawah pengertian bahwa perbedaan itu mungkin aja terjadi pada satu elemen, tergantung bagaimana kita memandangnya.
Tapi gimana jika suatu elemen, ato peristiwa, ato kenyataan hanya berisi hitam dan putih? Ya ato tidak? Contohna, pertentangan antara teori heliosentris yang dibawa ptolomeus sama geosentris-na copernicus, misalna. Salah satu musti kalah, jawabannya hanyalah satu... apakah tata surya mengelilingi matahari... ato bumi. Itu aja. Gag mungkin tata surya mengelilingi keduanya, toh?
Di indonesia tercinta ini sendiri banyak banget contoh gontok2an pengetahuan itu tadi. Penemuan homo floresiensis dulu itu contohnya. Masih ingat betapa ilmuwan kita dengan yakin menyatakan bahwa dia bukanlah spesies baru, tapi semata manusia biasa dari ras austramelansia yang menderita microchepali?
Ato kasus di mana ketika ilmuwan asing mendeteksi bahaya dari gunung toba yang bisa muncul sewaktu2 dengan akibat yang sangat besar. Apa kata ilmuwan kita? Tidak ada. Tidak ada sama sekali itu bahaya gunung toba meletus. Tenang sajalah... xexexexe
Budaya tenang sajalah, ntah menyepelekan, ntah gag bisa menerima pendapat orang lain, ntah defensif... yang jelas, uda memunculkan banyak kontroversi. Dan budaya pihak luar yang ntah memang berniat baik ato memang hendak menjerumuskan, gag ada yang bisa tau. Masyarakat bingung, tentu saja.
Kita semua musti belajar memahami bahwa pengetahuan sifatnya otonom. Kalo uda diintervensi sama kepentingan pihak2 tertentu, jadi gag murni lagi. Semua peneliti ato apalah ilmuwan harus menjunjung tinggi obyektivitas, mutlak.. maka, keberadaan ilmu pengetahuan sebagai fasilitator untuk terpenuhinya kebutuhan kita bisa lah dipertanggungjawabkan kesahih-annya.. weits.

Tuesday, May 17, 2005

senja-mu

hari di jokja baru saja usai. seperti seorang perempuan yang menanggalkan baju rumah dan celemek putihnya dan diganti dengan gaun biru dan kalung mutiara, hari sudah berubah, sudah berkemas, mengambil selendang, ganti pakaian untuk senja hari.
dan dengan hembusan kegembiraan yang sama perempuan itu bernafas, melemparkan mantel panjang ke lantai, melepaskan juga debu, panas dan kotoran; lalu lintas meningkat, dan di sana sini di tengah remang-remangnya bayangan pohon tergantung cahaya terang.

aku menyerah, sepertinya senja berkata begitu, dengan wajah memucat dan memudar di atas gedung2 dan tempat tinggi. meleleh, menajam, puncak2 rumah, dan sederetan toko2.
aku memudar, senja berkata.
aku menghilang.
tetapi jokja tidak terima begitu saja, dan serta merta menghunuskan pedangnya ke langit, mengunci sang senja, mengajaknya ikut serta dalam pesta poranya.

senja yang panjang adalah sesuatu yang baru baginya. kenapa panjang, kinan tak mengerti. apakah karena baru kali ini waktu seakan berhenti di semburat merah di ujung sana, yang serta merta menghentikan langkah perinya... kinan tak tau.
kinan menyukainya.
agak membakar semangat, sekaligus memunculkan sebuah melankolia yang indah dan membius.
orang2 muda, tua, lalu lalang dengan segala beban dan bahagia mereka. cahaya senja yang merah biru makin mempertajam sekaligus menghaluskan bentuk mereka; dan daun2 yang menggantung di pohon itu, mengkilap.. tampak seperti dibasahi oleh air laut...
daun2 di kota yang tenggelam.
kinan begitu terkesima oleh keindahannya.
jadi... inikah senja-mu?? bisiknya, senyumnya...

Tuesday, May 10, 2005

weird in common

just find the chord, they'll be perfect,
that life is all about..
to find the chord__

mungkin aku emang lagi jatuh cinta?
tidak!!
iya, ah...
mana mungkin??
lho.. kenapa tidak?

karena tak mungkin ... itu ajah
kurasa aku uda cukup melepaskan hampir semua keinginanku. melepas hampir semua kemelekatanku terhadap nafsu. terhadap kebutuhan untuk disentuh ... dan menyimpannya untuk saat2 yang tepat. karena aku ingin merasakan cinta yang murni bersumber dari hati, tanpa keinginan .. hanya harapan
ya ... just hope, and believe.


justru itu bukan? inilah yang kaurasakan bukan? ketika ketiadaannya pun bahkan tak menyurutkan niatmu untuk memikirkannya, untuk menempatkannya pada tempat yang paling spesial di hatimu?
ketika dia hadir dalam ketiadaan
sederhana dalam ketidakmengertian
dan tanpa perlu tersiksa oleh perasaan rindu yang menggenggam terlalu erat, meremas dan meluluhlantakkan tulang2mu...

tapi...
aku merindukannya ...
ya... aku merindukannya
dan aku cukup bahagia dengan menyimpan kerinduan itu untukku sendiri
menyimpan senyumnya untuk penguat dalam setiap jatuh keterpurukanku


kalo gitu..
mungkin benar kamu tidak sedang jatuh cinta...

Sunday, May 01, 2005

kinanti

“Hari ini gag sepanas kemaren..”
Re mengucapkan kata-kata itu dengan santai, acuh tak acuh seperti biasa. Kinan memejamkan sedikit matanya, mengalihkan pandangannya dari cangkir kopi di depannya, hingga ia hanya bisa sedikit melihar wajah teman bicaranya, pertama rahang, lalu hidung, lalu alis, dahi, seolah-olah wajah temannya rusak/cacat. Tetapi tidak, di sana temannya duduk, tampak sangat alami, dengan secangkir kopi hitam di sikunya, membaca koran pagi, dengan bibir mengerut serius, dengan kemapanan yang terpancar kuat dari sosok berbalutkan kesederhanaan alami.

Tidak ada yang mengerikan dari wajah temannya, Kinan meyakinkan dirinya sendiri, satu detik memandang temannya lagi, ketiga kali pada wajahnya, tangannya, mencari-cari apa yang mengerikan/menjijikkan dari temannya yang tengah membaca koran di pagi hari.
Hari ini gag sepanas kemaren. Cukup sejuk. Lalu kenapa harus menggerakkan kakinya, berlari lagi? Kenapa menjauhkan diri dan mengucilkan diri? Kenapa harus terguncang dan menangis sedu sedan hanya karena awan? Kenapa mencari kebenaran dan mematok pagar idealisme? Kenapa menutup pintu, menyimpan sendiri kuncinya dan berteriak2 minta dikeluarkan, sementara seorang Re duduk di depannya membaca koran pagi, dan hari tak sepanas kemaren?

Keajaiban, penceraham, kesedihan, kesepian, tenggelam ditelan samudra, tenggelam, tenggelam, dimakan api, terbakar habis, karena Kinan sudah menjadi waras, ketika ia melihat Re menyeruput kopi hitamnya, acuh terhadap keadaan sekelilingnya.

“Memang gag panas, tapi... berarti gag bakal ujan dong ya... hmm sayang sekali..” Kinan menyeletuk
Re melipat korannya, memandang ke arah luar sebentar sambil berujar, “ Kemaren2 juga gag ujan kan, meski panasnya minta ampun??”
Kinan tersenyum, “ memang selalu ada perkecualian. Tapi buatku, panas berarti harapan baru. Harapan akan turunnya ujan. Kalo dingin gini? Berarti tak ada harapan dunk? “
“ Hmm... selalu ada perkecualian katamu? Dan kalau seandainya setelah ini ujan .. bukankah itu merupakan kejutan buatmu? Dan tidakkah kejutan lebih menyenangkan daripada harapan yang terealisasi? “ kata Re, memandang Kinan dari atas cangkir kopinya.
Keduanya tertawa, lepas dan penuh rahasia, karena tak seorangpun selain mereka berdua yang mengerti apa yang mereka tertawakan.
Re meraih korannya lagi. Sambil sesekali menyebutkan headline-news dan kalimat2 yang ia anggap lucu. Well, ia tahu benar bagaimana memanfaatkan waktu santainya, pikir Kinan.

Matahari keluar dan masuk, menyinari meja, sofa, bunga2 kertas warna warni, dan dinding2 pucat. Dan Kinan menunggu saat2 kecemasan menyeruak serta dinding2 membentengi rongga hatinya. Ia menunggu detik2 kakinya berlari menjauhi tempat itu, pikir Kinan, meluruskan kakinya di bawah meja, bersandar di sofa empuk. Ia akan menunggu di tempat yang hangat ini, yang tenang, seperti yang ia rasakan saat ada di tepi hutan suatu senja, ketika, karena bayangan2 di tanah atau letak pepohonan, kehangatan menjalar ... dan angin membelai pipi seperti sayap burung.

Ia menunggu, hangat dan mengantuk. Suara kemeresek kertas koran, suara kopi diseruput, cangkir kopi beradu dengan tatakan. Re yang menertawakan salah satu peristiwa yang ia baca di koran ; Re yang santai ; Re yang sederhana ; Re yang tidak tampan ; Re yang di depannya, dan ... Ardhi? Ardhi ntah di mana sekarang.

Kinan sangat lelah. Kinan sangat bahagia. Lengkap. Ia akan tidur sekarang. Ia memejamkan matanya. Seketika ia tidak melihat apa2 lagi, suara2 Re makin menghilang dan makin aneh dan terdengar seperti seruan orang2... oh, itu suaranya sendiri... memanggil2, mencari, tidak menemukan, dan mengalir makin jauh dan jauh ... ia kehilangan Re!

Kinan terbangun ketakutan. Apa yang ia lihat? Kopinya tinggal separuh cangkir. Coklat dan masih harum. Tidak ada orang lain di ruang itu. Itulah akhirnya, sendirian.
Berdiri sendiri di kemegahan yang sepi, tubuhnya meregang ... tetapi tidak di puncak bukit, tidak di jurang terjal, tetapi di sofa ruang duduk rumahnya sendiri.
Sendirian, Kinan tersenyum. Kesendirian kali inilah ‘panas’ baginya. Karena selalu ada harapan di situ. Dan jika dingin tiba, akan ada Re (siapa dia??) ato Re-Re lain yang jadi kejutan manis dan tidak lagi membuat kaki2 kecil Kinan berlari menjauh. Lihat... gerimis turun