Monday, April 11, 2005

think global, act local

katanya kita harus bisa mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda... agar tercapai keseimbangan dan harmoni dalam hidup, dan membantu kita menjalani hidup dengan lebih ringan, dan bahagia.
isu kenaikan harga BBM misalna. aku berani bertaruh 90% dari rakyat indonesia pasti menlak eksepsi kenaikan BBM yang dikeluarkan pemerintah sby-jk. lha ya emang, BBM seakan uda jadi darah yang mengaliri arteri setiap aspek hidup kita. bbm naik, sudah pasti harga barang2 ikut membubung tinggi. hampir semua orang menjerit, rakyat miskin merasa semakin tercekik dengan adanya kebijakan yang katanya 'untuk rakyat' itu.

but... sebenernya, benarkah begitu? gag c, aku cuma sedikit bertanya2 ajah setiap kali ketemu orang yang vokal menyerukan penolakan kenaikan harga bbm. benarkah semua ini terjadai semata akal2an orang2 (baca:pemerintah) yang semakin kapitalis, memperkaya si kaya dan mempermiskin si miskin?? ntahlah... di sinilah aku coba untuk membaca garis merahna... to read between the line.
fakta yang paling jelas terlihat adalah bangsa indonesia dah gag bisa melepaskan ketergantungannya terhadap bahan bakar minyak. kebutuhan bbm di indonesia sendiri mencapai 215 juta liter/hari. padahal ... produksi bbm ato minyak mentah dalam negeri indonesia hanya mencapai 178 juta liter/hari. soo.. konsekuensina, untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan seluruh rakyat, negara harus mengimport bbm sebanyak 40 juta liter/hari. sapa yang bayar? inilah yang disebut subsidi bbm dari negara. dengan beban utang negara yang uda menumpuk sekian juta triliun... bisa dibayangin betapa subsidi bbm ini sebenernya juga mencekik leher keuangan negara. masih ditambah lagi, karena isu permintaan minyak mentah yang meningkat, harga minyak mentah di pasaran luar negeri naik jadi sekitar 40 - 60 US$ / barrel. hal ini disinyalir bakal menambah beban keuangan negara menjadi bertambah sekitar 70 triliun rupiah.. (gosh)

padahal lagi.... dari 5 jenis bbm yang disubsidi (premium, minyak tanah, solar, diesel, dan minyak bakar), diketahui bahwa untuk bensin... orang2 non miskin mengkonsumsi 8 kali lebih banyak dibanding orang miskin. dan untuk solar, non miskin mengkonsumsi 99 kali lebih banyak dibanding orang miskin. hal ini ditambah riset dari bappenas, bahwa sekitar 50% subsidi bbm dinikmati oleh 20% kelompok berpendapatan tertinggi. sementara hanya 6% dinikmati oleh masyarakat miskin.

jadi? kalo gituw, kebijakan pemerintah dalam mengurangi subsidi dan kemudian menaikkan harga bbm masuk akal dunk, dan harusnya bisa diterima. harga bbm akan naik, apapun yang terjadi, siapapun pemerintahnya... dan tugas kita semua untuk memahami dan meyikapinya dengan wajar... tidak berlebihan, dan bersama-sama memikirkan jalan keluar bagi semuanya, bukan untuk kepentingan sendiri... dan berusaha untuk lebih memperjuangkan clean system n clean government untuk semua aspek. check this out.. logika yang paling gampang adalah ..bbm memang harus naik, dan dengan begitu bisa sedikit menekan ketergantungan kita terhadap bbm.. sehingga nantinya permintaan di pasar menurun, dan harga minyak mentah di pasaran luar negeri pun ikut turun.. otomatis, harga yang harus rakyat tanggung pun bisa diminimalisir ..ya tak?
ato, bbm naik (baca: premium, solar dkk), harusna bisa memicu pengalihan pemakaian ke bahan bakar non migas. seperti bioetanol, misalna. sekarang kabarna uda banyak dikembangkan bahan bakar yang berasal dari bahan2 agraria. well, that's really gud nuws 4 me, i tell ya! toh, katanya kita negara agraris...(meski tetep ngimpor beras), kalo bahan bakar bisa didapat dari sekitar kita, bukankah itu sebuah penghematan besar2an? apalagi katana si bioetanol ini lebih ramah lingkungan, serta lebih murah. ya... sip dah.

pemerintah sendiri sebenernya uda memberikan jalan lewat program2 kompensasi bagi rakyat miskin, yang diambil dari dana pengurangan subsidi. 17,8 triliun dilemparkan ke masyarakat, untuk dikelola masyarakat demi perbaikan taraf hidup. 5,6 triliun untuk program pendidikan, 2,1 triliun untuk program kesehatan... 5,4 triliun untuk raskin, beras untuk rakyat miskin.... dan (ni bagianku niiy xexexexe) 3,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur perdesaan.
ada kemajuan, aku liat... dan sedikit memupus skeptisisme-ku terhadap pola pikir dan sistem pemerintah indonesia. kebocoran emang gag mungkin ditekan 100%, but at least.. we've tried, to do de best for this country.. xaxaxaxa. idealis kali pun! think global and act local, man!