Saturday, April 16, 2005

stay in the middle...

Aku capek c, kalian capek tak?
Berada dalam sebuah pusaran kompetisi yang kita buat sendiri dan anehnya... tak berujung. Berada dalam sebuah ruangan yang dibatasi 4 dinding ekspektasi yang lagi-lagi.... kita buat sendiri...
Yang aku tau dulu c, manusia gag bisa lepas dari yang namanya target yang dia buat sendiri. Bahwa manusia selalu punya ekspektasi tertentu, harapan terhadap dirina sendiri... dengan demikian mempengaruhi harapan terhadap orang lain juga. Tapi ... bukankah itu memberatkan? Memberatkan ku, kamu, dan dia? Karena dalam hidup kita harus banyak belajar bahwa kita tidak selalu dapatkan apa yang kita mau. Mengapa kamu harus mengharap dia tersenyum padamu? Kamu tidak berhak mengharuskan dia tersenyum padamu, dan dia tak punya kewajiban untuk tersenyum padamu pula...

Katanya c, hidup itu lebih baik di tengah2... n god knows how hard it is to keep it stay stuck in the middle. Bagaimana meletakkan hidup itu hanya untuk waktu sekarang, karena hidup bukanlah tentang esok atau kemarin... tetapi waktu sekarang.
Sama seperti bagaimana kita memposisikan diri sendiri. Bahwa di atas kita masih banyak orang ‘lebih’ dan di bawah masih banyak orang yang ‘kurang’ pula. Menghilangkan eksklusivitas diri, serta menghilangkan kata ..’paling’ yang kita sematkan pada diri kita sendiri.... xexexe, a friend says, that we should get the big picture... berpikir secara global, bahwa meskipun kita berada di tengah antara yang ‘paling-lebih’ dan ‘paling-kurang’, kita tetap bukanlah satu2nya aktor di mana lampu selalu tersorot ke arah kita. To think of someone else... yang juga merupakan bagian dari the masterplan, the big picture... mungkin bisa membantu untuk memahami orang lain, dan yang jelas membebaskan kita dari rantai ekspektasi yang kita buat sendiri.
xixixi.... gag tau juga ya, ngomong c gampang, euy!!!