Friday, April 01, 2005

goyang....

it happened again. dalam selisih waktu yang gag jauh beda. benturan lempeng tektonik australia dari selatan yang menyusup masuk ke lempeng asia dari utara. pertemuan dari dua arah berlawanan yang mengakibatkan lempeng asia disusupi, subduksi dengan energi yang tumbuh yang lebih besar dari kekuatan batu/lempengan ... sehingga terjadi patahan. patahan dan energi yang dilepaskan tiba-tiba menyebar ke segala arah dan terjadilah ... gempa. tanpa warning, tiba-tiba ... begitu saja di tengah malam (lagi) ... di lokasi yang sama (meski dengan episentrum yang berbeda), tanpa tsunami ... tapi voila! 2000 nyawa saudara-saudara kita menghilang begitu saja keesokan paginya, tertimpa tumpukan serta puing-puing reruntuhan bangunan.

goyangan sebesar 8,7 R itu telah meluluhlantakkan nias, simelue. tanpa tsunami, memang. tapi meski tanpa gulungan air raksasa yang menghitam itu pun sudah cukup menggoncangkan batin kita semua. bagiku pribadi, bikin aku bertanya-tanya ... kenapa bisa terjadi (lagi)? kenapa lagi2 alam yang kucintai kembali merenggut ribuan nyawa manusia? benarkah jika alam bisa bicara mereka akan mengatakan ... "look what u've done, human!" inikah akibat dari kesalahan kita manusia, yang terlalu mengedepankan arogansi terhadap segala sesuatunya?

jawabannya adalah ... mungkin ... tapi tidak secara langsung, khusus untuk masalah gempa. dari yang kubaca adalah, bahwa gempa merupakan salah satu fenomena alam yang gag bisa diduga datangnya ... karena bukan merupakan sebab akibat yang jelas terlihat. see, kalo dibandingin sama banjir misalna, ato erosi, di situ jelas terlihat bahwa banjir merupakan akibat dari kelalaian manusia : membakar hutan, ato buang sampah sembarangan. tapi gempa, adalah sebuah fenomena yang masih susah diduga timing serta penempatannya.

early warning system? khusus untuk bencana gempa di indonesia emang blom ada. lain halnya dengan early warning system untuk tsunami, yang akan bekerja setelah gempa terhadi. sistem yang bekerja dengan analisis geologis ini akan memberitahu bakal datangnya tsunami dari sejak goncangan gempa yang pertama sampe naiknya air laut di pantai. tapi untuk gempa khususna mang blom ada alatnya. yeah, so? haruskah kita berpangku tangan saja? tidak bisakah kita melakukan sesuatu? setidaknya bukan dalam kerangka mencegah, tapi antisipasi.

inilah ... di sini terlihat bahwa kebanyakan paradigma orang indonesia (mungkin sedikit banyak dipengaruhi falsafah jowo : nrimo..) yang selalu menerapkan manajemen reaktif terhadap segala sesuatu, khususnya terhadap bencana gempa. padahal, seluruh kawasan indonesia adalah benar2 kawasan rawan gempa (kecuali kalimantan). terutama disebabkan karena di indonesia terdapat garis patahan pertemuan lempeng asia dan lempeng australia itu tadi. garis gempa yang memanjang dari nias, bengkulu, ujung kulon, pelabuhan ratu, banjar negara, YOGYAKARTA, pacitan, blitar, bali, lombok, flores ... dan naik ke maluku serta irian. na, kalo uda diketahui ada garis gempa semacam ini, can't we do sumtin ya? mungkin bukan dalam kerangka pemikiran untuk mencegah terjadinya bencana ... tapi ya, kesadaran, kepedulian yang sering masih terlambat untuk menyikapi bencana dan tanggap bencana.

kita liat srilanka.. malaysia... dan negara2 tetangga yg juga kena dampak dari gempa kemaren. mereka jelas terlihat lebih siap menghadapi dan mengantisipasi bahaya yang akan datang. begitu goncangan pertama terjadi penduduk yang berada dalam zona berbahaya langsung diinstruksikan untuk berlindung sejauh 2 km. apa yang dilakukan jepang yang uda sadar bahwa negaranya rawan gempa? rumah dari kayu, tempat2 perlindungan, dll...

garis di alor, nabire, NAD dan nias uda menggoncang indonesia... where's next? dan pemerintah serta masyarakat blom tersadar, masih tertidur dalam selimut krisis moralnya, dan yaa... hanya bisa bersikap reaktif itu tadi (meski banyak terlambat dan cuma hangat2 tahi ayam). n blame it to other people. xaxaxa.... tentang yang ini, aku pernah denger 'statement' yang dikeluarkan oleh salah satu paranormal paling terkenal di negara kita, yang menyatakan bahwa ... sebenarnya gempa itu tidak lain diciptakan oleh negara barat. ada alat khusus utk itu. (???????!!!!!!1#$#&!) hellooo??? knock, knock ... anybody hoom? xixixixi