Sunday, April 24, 2005

garasi_melB_epocus

waktu batu #3 goes to berlin..
itu judulna, dan berawal dari salah persepsiku mengenai judul poster yang kubaca sekilas itu, aku bersemangat banget, bela2in nyempetin sebelom lembur nonton bentar,
kirain another sekuel dari waktu batu, kisah2 yang bertemu di ruang tunggu... ternyata... sama sajah. wong tontonan gratis itu 'hanya' sekedar rehearsal buat mereka pentas di berlin juni besok... xixixi
tapi gpp.. teater garasi always worth it buat ditonton, gag peduli seberapa seringnya suatu lakon dimainkan.
nonton bedua bareng herman irfani yang juga diculik bentar dari kesibukannya di studio. ketemu banyak temen di gedung societat militer (eh, taman budaya ding sekarang namanya). dari yang terduga sampe yang gag terduga. berharap ketemu temen sesama 'komunitas takut terbang' di sana.. ternyata orangna gag muncul, xixixixi.
nuthin 2 say, but grrrreeeaaaaattttt! suatu pertunjukkan olah tubuh yang memukau. yang menyajikan bukan sekedar emosi ato kemarahan serta kritik sosial yang meletup-letup. tapi sebuah hiburan sekaligus sebagai media apresiasi, untuk kita berpikir, menggali apa yang masing2 temukan dari pertunjukkan itu. beda2 mungkin apresiasi dari tiap kepala. di situ menariknya. aku sendiri uda banyak curi start c sebelomna, soale sebelomna, dulu banget uda nguplek2 browsing tentang waktu batu ini. dan bukunya pun aku punya, jadi... mungkin apresiasi-ku sendiri gag murni muncul dari diriku sendiri, uda ter-influence sama kesan n pendapat orang lain.

ada satu surprise manis malem itu. bonus lah, bisa dibilang. band jokja yang paling aku tunggu2 performance-na ternyata tampil malem itu!!! they give one soft launch after de show. who else but MELANCHOLIC BITCH?? waaaaa.... gag kebayang de rasane. kaya ketiban duren.. sebenerna dah bisa diduga c kemunculan mereka, lha wong mereka kan yang in charge di setiap musik2 garasi. tapi aku gag duga mereka bakal tampil live, ngeluarin kaset pula! ck ck ck ck. masih inget dulu bener2 muterin jokja buat nyari kaset-na MelB, baru dapet sekarang.
tampil dengan 4-5 lagu, aku lagi2 terbius. dunno what to say. they always amaze me. ada ironi, kemarahan, kesedihan, sekaligus semangat dalam setiap lagu mereka. kata fani si.. radiohead-na jokja. tapi teteb beda kalo menurutku. dari warna vokal ajah dah beda. ugo lebih berat dan serak, sementara tom bjork ringan dan nyaring. tapi gilanya sama... xixixixi. i love their style. apa adanya, dan aku merasakan ada kejujuran di setiap komposisi lagu mereka.
biasanya klo lagi nikmati satu live performance aku kebawa buat misah2in setiap elemen... jadi tau alur apa yang band itu anut, dan bagaimana mereka bermusik. tapi khusus buat MelB.. i can't do that! aku terlalu asik menikmati keutuhan komposisi mereka. gumaman2 tak jelas yang bagi sebagian orang membosankan, tapi buatku gumaman itu bercerita banyak. tentang cinta, tentang kegelisahan, kemarahan dan kebosanan itu sendiri

epocus, jazz in concert.. auditorium LIP
4 hari sebelomna berada di antara penikmat2 jazz di auditorium LIP, dan yaa... sekali lagi meruntuhkan paradigma bahwa sebuah karya musik mempunyai sebuah alur ato pegangan yang jelas. karena epocus, grup musik jazz asal jepang ini seakan ingin berkata bahwa, seni.. terutama musik harus dirasakan di dalam hati secara langsung. padahal, orang2 kita.. uda terbiasa memahami seni lewat logika.
gag mudah memahami dan menikmati musik epocus, apalagi jika kita melihatnya dari sistem bermusik mereka. karena mereka sendiri begitu bebas berkarya. hampit tidak ada harmoni, tapi anehnya menyatu. hanya terdiri dari 3 alat musik: drum, bass dan piano tapi karya yang dihasilkan bisa begitu luas dan dalam, serta bervariasi yang pasti. tanpa panduan text book dan tanpa terpenjara dalam alur akor2, mereka bisa bebas berimprovisasi.
nice..