Thursday, April 28, 2005

teach me how..

memisahkan antara kekaguman dan cinta ... mungkinkah?
apa jadinya nanti?
kenapa aku merasa aku tak mungkin lagi mencintai seseorang, head over heels, just like the old time?
ku ingin, tapi kutak bisa. ato tak mau?
just teach me how..

It's not always rainbows and butterflies
It's compromise that moves us along
My heart is full and my doors always open
You come anytime you want

Sunday, April 24, 2005

garasi_melB_epocus

waktu batu #3 goes to berlin..
itu judulna, dan berawal dari salah persepsiku mengenai judul poster yang kubaca sekilas itu, aku bersemangat banget, bela2in nyempetin sebelom lembur nonton bentar,
kirain another sekuel dari waktu batu, kisah2 yang bertemu di ruang tunggu... ternyata... sama sajah. wong tontonan gratis itu 'hanya' sekedar rehearsal buat mereka pentas di berlin juni besok... xixixi
tapi gpp.. teater garasi always worth it buat ditonton, gag peduli seberapa seringnya suatu lakon dimainkan.
nonton bedua bareng herman irfani yang juga diculik bentar dari kesibukannya di studio. ketemu banyak temen di gedung societat militer (eh, taman budaya ding sekarang namanya). dari yang terduga sampe yang gag terduga. berharap ketemu temen sesama 'komunitas takut terbang' di sana.. ternyata orangna gag muncul, xixixixi.
nuthin 2 say, but grrrreeeaaaaattttt! suatu pertunjukkan olah tubuh yang memukau. yang menyajikan bukan sekedar emosi ato kemarahan serta kritik sosial yang meletup-letup. tapi sebuah hiburan sekaligus sebagai media apresiasi, untuk kita berpikir, menggali apa yang masing2 temukan dari pertunjukkan itu. beda2 mungkin apresiasi dari tiap kepala. di situ menariknya. aku sendiri uda banyak curi start c sebelomna, soale sebelomna, dulu banget uda nguplek2 browsing tentang waktu batu ini. dan bukunya pun aku punya, jadi... mungkin apresiasi-ku sendiri gag murni muncul dari diriku sendiri, uda ter-influence sama kesan n pendapat orang lain.

ada satu surprise manis malem itu. bonus lah, bisa dibilang. band jokja yang paling aku tunggu2 performance-na ternyata tampil malem itu!!! they give one soft launch after de show. who else but MELANCHOLIC BITCH?? waaaaa.... gag kebayang de rasane. kaya ketiban duren.. sebenerna dah bisa diduga c kemunculan mereka, lha wong mereka kan yang in charge di setiap musik2 garasi. tapi aku gag duga mereka bakal tampil live, ngeluarin kaset pula! ck ck ck ck. masih inget dulu bener2 muterin jokja buat nyari kaset-na MelB, baru dapet sekarang.
tampil dengan 4-5 lagu, aku lagi2 terbius. dunno what to say. they always amaze me. ada ironi, kemarahan, kesedihan, sekaligus semangat dalam setiap lagu mereka. kata fani si.. radiohead-na jokja. tapi teteb beda kalo menurutku. dari warna vokal ajah dah beda. ugo lebih berat dan serak, sementara tom bjork ringan dan nyaring. tapi gilanya sama... xixixixi. i love their style. apa adanya, dan aku merasakan ada kejujuran di setiap komposisi lagu mereka.
biasanya klo lagi nikmati satu live performance aku kebawa buat misah2in setiap elemen... jadi tau alur apa yang band itu anut, dan bagaimana mereka bermusik. tapi khusus buat MelB.. i can't do that! aku terlalu asik menikmati keutuhan komposisi mereka. gumaman2 tak jelas yang bagi sebagian orang membosankan, tapi buatku gumaman itu bercerita banyak. tentang cinta, tentang kegelisahan, kemarahan dan kebosanan itu sendiri

epocus, jazz in concert.. auditorium LIP
4 hari sebelomna berada di antara penikmat2 jazz di auditorium LIP, dan yaa... sekali lagi meruntuhkan paradigma bahwa sebuah karya musik mempunyai sebuah alur ato pegangan yang jelas. karena epocus, grup musik jazz asal jepang ini seakan ingin berkata bahwa, seni.. terutama musik harus dirasakan di dalam hati secara langsung. padahal, orang2 kita.. uda terbiasa memahami seni lewat logika.
gag mudah memahami dan menikmati musik epocus, apalagi jika kita melihatnya dari sistem bermusik mereka. karena mereka sendiri begitu bebas berkarya. hampit tidak ada harmoni, tapi anehnya menyatu. hanya terdiri dari 3 alat musik: drum, bass dan piano tapi karya yang dihasilkan bisa begitu luas dan dalam, serta bervariasi yang pasti. tanpa panduan text book dan tanpa terpenjara dalam alur akor2, mereka bisa bebas berimprovisasi.
nice..

skeptic me... :(

Yah... akuilah.. aku salah. Salah memilih.
Menyesal? Mungkin juga.. tanpa kumau, penyesalan itu menyeruak ke permukaan, dan tangan2nya yang tak terlihat seakan membentur2kan kepalaku ke dinding sebelah ... menyisakan sebuah pening yang hampir tak terasa, karena begitu seringnya.
Oi, separah itukah resiko sebuah tindakan memilih? Ntah lah, aku bahkan tak tau, ato belom melihat keuntungan dan kelebihan dari pilihan ini. Bahwa sebuah idealisme... dan sebuah niat luhur dan tulus belom tentu dihargai oleh ‘sang hidup’ dengan semestinya.

I used 2 believe that life’s about choice. All about making choice. Selalu ada 2,3 ato 10 pilihan dalam hidup. dalam tataran sekecil apapun. Mau makan apa hari ini??? ... itu pilihan. Bahkan lebih di atasnya.... mau makan ato tidak??? ...pilihan lagi... Dan lebih di atas lagi ... kamu memilih untuk memilih ato memilih untuk tidak memilih... (nahlhooo, mbulet ta..)

pokokna, semua tentang pilihan. Kamu percaya itu? Aku percaya... dulu, kemaren dan sekarang, karena dengan pilihan kita berkembang. Karena dengan pilihan kedewasaan seseorang diuji. Karena dengan berada di tengah pilihan adalah berada di tengah kawah candradimuka..
Tapi selain pilihan.. ada juga konsekuensi dari memilih itu sendiri... karena kita yang sekarang adalah akibat dari pilihan yang kita buat kemarin dan dulu.

Selalu ada 2 pilihan, dua jalan untuk ditempuh. Yang satu mungkin mudah, landai... yang lain terjal dan berliku. Tapi bagiku, ganjaran ketika memilih yang mudah adalah ... bahwa jalan itu mudah, itu saja. Tidak seperti jalan yang susah, terjal dan berliku. Ada sebuah... kepuasan, dan aktualisasi diri... kebanggaan ... ketika berhasil melewatinya. Menjadikan sebuah puncak dan tujuan sebagai sebuah orgasme yang memuaskan...

Dat’s the final answer why i pick that choice, i know... i stand against all odds. Pilihan yang kuambil meruntuhkan semua pertanyaan yang diajukan padaku.. why didn’t i pick that offer, that opportunity, that golden chance (they say).. kenapa??
Dunno lah, since de first time i heard bout that offer, my heart strongly doubt it, tanpa bisa kucegah. Tak peduli betapa overwhelming-na fakta yang menyertai ‘tawaran’ itu. Dan aku sempat mengira bahwa aku abnormal, karenanya...

There’s sumtin’ bout workin’ 8 to 4 per day behind the desk, no overtime guaranteed, with high salary...... that afraids me. Xexexe. Bukan takut c, sebenerna... tapi, ya... it’s just... bukan aku banget gitu loo. Dan memang... mungkin aku emang abnormal, ato uda beranjak gila tanpa kusadari, karena banyak orang di luar sana yang tidak memahami dan menyayangkan ‘paradigma’ yang kupunya. Face it, narsis ato bukan... aku sama sekali bukan seseorang yang materi oriented. Bagiku, uang dan materi adalah nomer sekian... above it, there’s still many things to consider, such as... experience. Betapa pengalaman, dan sebuah kesempatan untuk mengeksplor segalanya, termasuk mengeksplor diriku sendiri itu jauh lebih penting bagiku. Apalagi dengan kondisiku sekarang... ketika aku sedang memiliki aku yang milikku sendiri, ketika aku belum perlu memikirkan langkah dan perasaan orang lain secara khusus.

Dan ada sebuah idealisme sederhana yang mungkin bisa menunjukkan sisi lain dari pilihan yang telah kubuat.. sisi yang luhur, my dad said.. yang membuat beliau yakin... bahwa bukan semata temporary passion ato gejolak kawula muda yang meletup2 yang mendasari pilihanku.., Yaitu aku selalu melatih diriku tuntas dalam mengerjakan sesuatu. Itu yang selalu kupegang dalam hidup ini, bahwa aku tidak bisa begitu saja meninggalkan pilihan yang telah kubuat kemaren. Itulah konsekuensi. Bukan mengenai keterikatan terhadap pekerjaan... tapi lebih kepada keterikatan pada diriku sendiri... bukan karena aku tak ingin berkhianat terhadap dia, kamu ato apapun... tapi karena aku tak ingin mengkhianati diriku sendiri....

See that? Di mana salahnya logika itu? Tell me, ntah aku buta ato terbutakan, aku hanya tak mengerti ketika sekarang aku merasa ... tidak nyaman... menyesal. Haruskah aku mengalah dan menginginkan jalan lain yang ber-iming2kan kemapanan, materi dan kenyamanan? Dan haruskah aku menyerah di jalanku sendiri, ketika berjumpa gundukan berupa perasaan tidak dihargai dan tak berarti serta suasana yang tak kondusif?

I'm not saying right is wrong
It's up to us to make the best of all things that come our way
...the answer's in the looking glass
There's four and twenty million doors down life's endless corridor
___oasis

Wednesday, April 20, 2005

semua tak sama

"sraaattt....: hampir tanpa suara, selarik cahaya warna-warni keluar dari tubuh mungilnya. bersamaan dengan itu mereduplah sinar matanya, yang pada awalnya bersinar2 oleh harapan dan optimisme. hanya sedikit memang. mungkin kalo diumpamakan layar ponsel 65 ribu warna, sekarang hanya tinggal 60 ribu warna...
si gadis hampir tidak menyadarinya, ato sadarkah dia???

apa yang terjadi sayang?
hanya ada 2 hal besar dalam hidup ini ternyata, katanya lirih. cinta dan kematian. dan jika kau telah siap menerima keduanya, kau telah dapatkan apa yang kau cari... bukankah begitu?

ntahlah ... memang hanya ada 2 hal itu... dan aku telah memberanikan diri untuk bersikap angkuh, bahwa aku telah mengalami hampir semuanya tentang cinta
tapi kematian ... aku tak tahu.
karena ada sesuatu yang mengguncangkan raga dan pikiranku sejak pagi itu, di tengah 2 letusan pistol yang membahana membelah kesunyian tempat di mana aku biasa mencari kedamaian dan ketenangan...
well, i know that .. bahwa setiap bertambahnya satu detik hidup kita, kita pun beranjak menjadi suatu pribadi yang berbeda. dan seorang ajenx yang menginjakkan kaki di depan kapel gereja pagi itu dengan hati penuh harapan berbeda dengan ajenx sedetik kemudian yang sedikit kalut mendengar letusan pistol... dan berbeda pula dengan seorang ajenx yang dengan tangan mendekap mulut menyaksikan seorang anak muda tampan tergeletak di depan pietta.. terbujur dengan genangan darah segar yang masih mengucur deras dari pelipis dan hidungnya... blood blood n blood everywhere...

gosh.. dan semua tidak akan pernah sama
dan aku tidak pernah melewatkan hari yang sama sejak saat itu. it's getting hard to catch my mood after dat...
betapa ketakutan... kecemasan... kekhawatiran... kerapuhan menjadi begitu dekat denganku. yappp, betapa semuanya menjadi begitu unpredictable. kita tak pernah bisa tau apa yang tersimpan di bawah sadar seseorang. bayangan seseorang yang sedetik sebelumnya tersenyum kepadamu... tapi detik berikutnya telah terbujur kaku dengan sebutir peluru bersarang di kepalanya?? hmm...
sedemikian beratnyakah beban hidup ini bagimu, baginya, bagi kalian???
semoga tidak...

Saturday, April 16, 2005

balada sambel terasi

“Jeng.. kamu ke studio jam berapa? Aku jam 10-an paling... kutunggu yaa”
dhueengg... sms jam 7 pagi itu cukup membuat kepalaku terjatuh lagi ke atas bantal dengan sukses.
Wah... gagal lagi jadual memasakku minggu ini. xexexexexe.
Minggu lalu, sayur asem plus ikan goreng n sambel terasi dah tertunda... minggu ini, jadual sayur lodeh juga gagal dunk... xixixi lagi getol2na belajar masak sayur2 kampuang, gara2ne kemaren dikritik mbahputri dari papa, waktu masakanku selalu berkisar di seputar daging, ayam dan kue2 barat. Hohoho
Waktu itu, sambil makan ayam jamur buatanku... dan beliaona berkata gini, “ hmm.... enak, enak banget c nduk, tapi yoo mbok yao, kalo mangsak iku ojo ayam2an terus. Lha, masak ayam ki mesti enak!, nek ra enak, berarti aneh. Coba masak sayur2 biasa.. sayur lodeh, nyambel trasi, oseng2 kacang, ato kikil... bapakmu kan seneng tu oseng2 kikil... simbah tu salut banget karo ibukmu. Ibukmu ki wong pinter, wanita karir, tapi nggak segen turun ke dapur, ato nyikat kamar mandi. dulu waktu nganten muda trus mau kerja jadi dosen itu ibukmu minta ijin karo simbah.. simbah juga bilang gini... yo ra popo, nek koe arep kerjo wik, tapi ojok lali... karo anak bojone. Ojo dumeh kerjo trus ra tau ning dapur.. lha, ngko sopo sing nyambelke bojomu... gitu. Kamu juga gitu... belajar lah masak sithik2... mulai dari sayur lodeh. Wis ta.. ngko nek wis iso masak lodeh sing enak, mesti iso masak sing liyane... bahan2ne ki kayak gini lho... blablabla...”
Manggut manggut...
xixixi.
ya maap, mbah... titahmu blom bisa terlaksana je... habiiiissss... hiks.
Janjian jam 10 pagi ini, jam 9 uda mulai siap2 mandi... teng tong.... ada tamu dateng, bawa... apa coba??? Lele guedhe guedheeee dan masih hiduppp!!! Dhueeng lagi...
Yo wis pie meneh... daripada abis ditowel2 sama kucing gilaku yang keliatan uda ngiler, terpaksa dee semua jadual pergi pagi ini di cancel bentar.. bersenjatakan munthu dan palu!! Kami berempat.. (aku, mama n 2 adekku) berperang melawan 8 lele raksasa itu. Waxaxaxa... seru juga loh. Biasane aku masak lele uda mati beneran n dibersihin sama si penjual. Lha ini... lele masih hidup, seger meger meger guedhe guedhe lagii.. hiii... terjadilah, pembunuhan berantai. Dan gila, ternyata lele itu hewan paling keukeuh sedunia ya? Abis gimana coba? Uda dipukuli berpuluh2 kali, bahkan insang, jantung n jeroanne uda pada diambili masih kuat juga lompat lompat... xixixixi. Seru juga
Abis itu... nyambel terasi... (akhirna).. ya mbah, sayur lodehna c blom.. tapi seenggaknya sambel terasi pesenanmu uda jadiii xexexexexe. Nyam.

stay in the middle...

Aku capek c, kalian capek tak?
Berada dalam sebuah pusaran kompetisi yang kita buat sendiri dan anehnya... tak berujung. Berada dalam sebuah ruangan yang dibatasi 4 dinding ekspektasi yang lagi-lagi.... kita buat sendiri...
Yang aku tau dulu c, manusia gag bisa lepas dari yang namanya target yang dia buat sendiri. Bahwa manusia selalu punya ekspektasi tertentu, harapan terhadap dirina sendiri... dengan demikian mempengaruhi harapan terhadap orang lain juga. Tapi ... bukankah itu memberatkan? Memberatkan ku, kamu, dan dia? Karena dalam hidup kita harus banyak belajar bahwa kita tidak selalu dapatkan apa yang kita mau. Mengapa kamu harus mengharap dia tersenyum padamu? Kamu tidak berhak mengharuskan dia tersenyum padamu, dan dia tak punya kewajiban untuk tersenyum padamu pula...

Katanya c, hidup itu lebih baik di tengah2... n god knows how hard it is to keep it stay stuck in the middle. Bagaimana meletakkan hidup itu hanya untuk waktu sekarang, karena hidup bukanlah tentang esok atau kemarin... tetapi waktu sekarang.
Sama seperti bagaimana kita memposisikan diri sendiri. Bahwa di atas kita masih banyak orang ‘lebih’ dan di bawah masih banyak orang yang ‘kurang’ pula. Menghilangkan eksklusivitas diri, serta menghilangkan kata ..’paling’ yang kita sematkan pada diri kita sendiri.... xexexe, a friend says, that we should get the big picture... berpikir secara global, bahwa meskipun kita berada di tengah antara yang ‘paling-lebih’ dan ‘paling-kurang’, kita tetap bukanlah satu2nya aktor di mana lampu selalu tersorot ke arah kita. To think of someone else... yang juga merupakan bagian dari the masterplan, the big picture... mungkin bisa membantu untuk memahami orang lain, dan yang jelas membebaskan kita dari rantai ekspektasi yang kita buat sendiri.
xixixi.... gag tau juga ya, ngomong c gampang, euy!!!

Monday, April 11, 2005

think global, act local

katanya kita harus bisa mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda... agar tercapai keseimbangan dan harmoni dalam hidup, dan membantu kita menjalani hidup dengan lebih ringan, dan bahagia.
isu kenaikan harga BBM misalna. aku berani bertaruh 90% dari rakyat indonesia pasti menlak eksepsi kenaikan BBM yang dikeluarkan pemerintah sby-jk. lha ya emang, BBM seakan uda jadi darah yang mengaliri arteri setiap aspek hidup kita. bbm naik, sudah pasti harga barang2 ikut membubung tinggi. hampir semua orang menjerit, rakyat miskin merasa semakin tercekik dengan adanya kebijakan yang katanya 'untuk rakyat' itu.

but... sebenernya, benarkah begitu? gag c, aku cuma sedikit bertanya2 ajah setiap kali ketemu orang yang vokal menyerukan penolakan kenaikan harga bbm. benarkah semua ini terjadai semata akal2an orang2 (baca:pemerintah) yang semakin kapitalis, memperkaya si kaya dan mempermiskin si miskin?? ntahlah... di sinilah aku coba untuk membaca garis merahna... to read between the line.
fakta yang paling jelas terlihat adalah bangsa indonesia dah gag bisa melepaskan ketergantungannya terhadap bahan bakar minyak. kebutuhan bbm di indonesia sendiri mencapai 215 juta liter/hari. padahal ... produksi bbm ato minyak mentah dalam negeri indonesia hanya mencapai 178 juta liter/hari. soo.. konsekuensina, untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan seluruh rakyat, negara harus mengimport bbm sebanyak 40 juta liter/hari. sapa yang bayar? inilah yang disebut subsidi bbm dari negara. dengan beban utang negara yang uda menumpuk sekian juta triliun... bisa dibayangin betapa subsidi bbm ini sebenernya juga mencekik leher keuangan negara. masih ditambah lagi, karena isu permintaan minyak mentah yang meningkat, harga minyak mentah di pasaran luar negeri naik jadi sekitar 40 - 60 US$ / barrel. hal ini disinyalir bakal menambah beban keuangan negara menjadi bertambah sekitar 70 triliun rupiah.. (gosh)

padahal lagi.... dari 5 jenis bbm yang disubsidi (premium, minyak tanah, solar, diesel, dan minyak bakar), diketahui bahwa untuk bensin... orang2 non miskin mengkonsumsi 8 kali lebih banyak dibanding orang miskin. dan untuk solar, non miskin mengkonsumsi 99 kali lebih banyak dibanding orang miskin. hal ini ditambah riset dari bappenas, bahwa sekitar 50% subsidi bbm dinikmati oleh 20% kelompok berpendapatan tertinggi. sementara hanya 6% dinikmati oleh masyarakat miskin.

jadi? kalo gituw, kebijakan pemerintah dalam mengurangi subsidi dan kemudian menaikkan harga bbm masuk akal dunk, dan harusnya bisa diterima. harga bbm akan naik, apapun yang terjadi, siapapun pemerintahnya... dan tugas kita semua untuk memahami dan meyikapinya dengan wajar... tidak berlebihan, dan bersama-sama memikirkan jalan keluar bagi semuanya, bukan untuk kepentingan sendiri... dan berusaha untuk lebih memperjuangkan clean system n clean government untuk semua aspek. check this out.. logika yang paling gampang adalah ..bbm memang harus naik, dan dengan begitu bisa sedikit menekan ketergantungan kita terhadap bbm.. sehingga nantinya permintaan di pasar menurun, dan harga minyak mentah di pasaran luar negeri pun ikut turun.. otomatis, harga yang harus rakyat tanggung pun bisa diminimalisir ..ya tak?
ato, bbm naik (baca: premium, solar dkk), harusna bisa memicu pengalihan pemakaian ke bahan bakar non migas. seperti bioetanol, misalna. sekarang kabarna uda banyak dikembangkan bahan bakar yang berasal dari bahan2 agraria. well, that's really gud nuws 4 me, i tell ya! toh, katanya kita negara agraris...(meski tetep ngimpor beras), kalo bahan bakar bisa didapat dari sekitar kita, bukankah itu sebuah penghematan besar2an? apalagi katana si bioetanol ini lebih ramah lingkungan, serta lebih murah. ya... sip dah.

pemerintah sendiri sebenernya uda memberikan jalan lewat program2 kompensasi bagi rakyat miskin, yang diambil dari dana pengurangan subsidi. 17,8 triliun dilemparkan ke masyarakat, untuk dikelola masyarakat demi perbaikan taraf hidup. 5,6 triliun untuk program pendidikan, 2,1 triliun untuk program kesehatan... 5,4 triliun untuk raskin, beras untuk rakyat miskin.... dan (ni bagianku niiy xexexexe) 3,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur perdesaan.
ada kemajuan, aku liat... dan sedikit memupus skeptisisme-ku terhadap pola pikir dan sistem pemerintah indonesia. kebocoran emang gag mungkin ditekan 100%, but at least.. we've tried, to do de best for this country.. xaxaxaxa. idealis kali pun! think global and act local, man!

Thursday, April 07, 2005

one 'TRRRIIIINNGGG AHA!' after da chelsea n milan victory.. :D

belajar untuk memandang segala sesuatunya dari banyak sisi, bahkan dari sisi yang paling tidak kita sukai, yang paling tidak enak sekalipun. itu kan membantu kita untuk bisa memahami orang lain. karena ... apalah yang lebih penting selain mencoba untuk mengerti? karena seluruh aspek hidup kita, bahkan sampe nafas yang terkecil sekalipun harus disertai desahan pengertian, dan hembusan undaztandng ... dalam percintaan, persahabatan, pekerjaan, kompetisi, bahagia, derita ... melepaskan egosentris, fanatisme dan belajar memposisikan diri pada kacamata orang lain. paradigma untuk mengerti bahwa gerbang perubahan selalu dijaga oleh masing-masing pribadi, dengan kunci yang terletak pada nurani dan conscience. tak ada orang lain yang mampu membukanya, tidak melalui bujukan, anjuran, maupun himbauan emosional.

untuk mengerti bahwa setiap partikel dunia ini memiliki kepribadian yang unik. tidak pernaah sama satu dengan yang lain. dan oleh karenanya harus bisa menyikapi segala perbedaan itu dengan kepala dingin, kedewasaan berpikir ... dan lagi-lagi, pengertian itu tadi. bahwa perbedaan itu bukanlah sebuah kekurangan ato sebuah lubang yang harus ditambal, melainkan sebuah nilai plus yang pasti akan memperkaya batin kita.. ^_^

dan membuka diri terhadap segala bentuk perubahan, n anticipating, of course.. karena itulah hidup. dinamis, sumtimes unpredictable, kadang kejam ... tapi tak jarang penuh dengan kejutan manis, penuh warna (tergantung bagaimana kita memandangnya). life's like a box of chocolate ... gump said. dan dunia, ato hidup, bukanlah hidup jika tak ada derita, demikian sebaliknya. terjadi banyak pengalaman, dan pengalaman lagi, seperti perubahan mimik wajah selama bertahun-tahun ... dari yang semula merah muda oval tanpa dosa menjadi wajah yang ramping, tegas, sekaligus tegang. tetapi semua ini, bahkan ibu yang paling teliti mengamati pun hanya akan menggumamkan apa yang dikatakan seorang tukang kebun ketika membuka pintu kaca di suatu pagi dan menemukan bunga baru di tamannya : Sudah mekar ; mekar dari kesombongan, ambisi, idealisme, hasrat, kesendirian, keberanian, kemalasan, bibit2 biasa, yang tercampur aduk dalam adonan semen pengalaman hidup.

that it takes two to tango ... harus ada hitam, untuk memunculkan putih. ada awesome ... untuk memunculkan kata awful. ada di setiap jengkal hidup kita, so ... why can't we live with both of them? hitam, putih, dan kita. semua ada dalam dimensi ruang dan waktu yang sama ... sejajar dalam sebuah himpunan semesta ... (bukan begitu eyang hendrik? xexexexe)

yupp, dan belajar untk menertawakan kebodohan diri sendiri, belajar untuk menertawakan kesusahan sendiri tanpa bermaksud meremehkan ato menyepelekan. karena sedikit tarikan di sudut bibir bisa mengubah landscape dunia, teman ... i do believe on that. tertawa, lepas dan lugas ... or at least, tersenyumlah. karena senyummu, dia, mereka dan ku-lah yang mewarnai hidupku.

dan belajar .. belajar .. dan belajar .. bagaimana untuk menjadi orang bodoh sekalipun. xexexe, seperti ajaran taoisme bilang .. mencapai 'inner wisdom' dengan tidak berpengetahuan. tidak berpengetahuan yang justru merupakan keadaan yang 'penuh'. bukanna anti terhadap ilmu pengetahuan, ato yang sok kebodoh2an... tapi tentang bagaimana merenungkan 'Ketunggalan Agung (tao)' sampai pada taraf menyatu, di mana tidak ada lagi tempat tersisa untuk sesuatu yang dinamakan 'pengetahuan'.

lagi? never push too hard on ur self. this one goes to many friends outthere. semua akan indah pada waktunya. xixixi ... u'll never know what u're gonna find next, anyway. target dan ambisi could kill sumtimes ... but don't let go down on hope. mempertahankan harapan dan keinginan... in a positive way..

review.. dan review lagii.. :D

Friday, April 01, 2005

goyang....

it happened again. dalam selisih waktu yang gag jauh beda. benturan lempeng tektonik australia dari selatan yang menyusup masuk ke lempeng asia dari utara. pertemuan dari dua arah berlawanan yang mengakibatkan lempeng asia disusupi, subduksi dengan energi yang tumbuh yang lebih besar dari kekuatan batu/lempengan ... sehingga terjadi patahan. patahan dan energi yang dilepaskan tiba-tiba menyebar ke segala arah dan terjadilah ... gempa. tanpa warning, tiba-tiba ... begitu saja di tengah malam (lagi) ... di lokasi yang sama (meski dengan episentrum yang berbeda), tanpa tsunami ... tapi voila! 2000 nyawa saudara-saudara kita menghilang begitu saja keesokan paginya, tertimpa tumpukan serta puing-puing reruntuhan bangunan.

goyangan sebesar 8,7 R itu telah meluluhlantakkan nias, simelue. tanpa tsunami, memang. tapi meski tanpa gulungan air raksasa yang menghitam itu pun sudah cukup menggoncangkan batin kita semua. bagiku pribadi, bikin aku bertanya-tanya ... kenapa bisa terjadi (lagi)? kenapa lagi2 alam yang kucintai kembali merenggut ribuan nyawa manusia? benarkah jika alam bisa bicara mereka akan mengatakan ... "look what u've done, human!" inikah akibat dari kesalahan kita manusia, yang terlalu mengedepankan arogansi terhadap segala sesuatunya?

jawabannya adalah ... mungkin ... tapi tidak secara langsung, khusus untuk masalah gempa. dari yang kubaca adalah, bahwa gempa merupakan salah satu fenomena alam yang gag bisa diduga datangnya ... karena bukan merupakan sebab akibat yang jelas terlihat. see, kalo dibandingin sama banjir misalna, ato erosi, di situ jelas terlihat bahwa banjir merupakan akibat dari kelalaian manusia : membakar hutan, ato buang sampah sembarangan. tapi gempa, adalah sebuah fenomena yang masih susah diduga timing serta penempatannya.

early warning system? khusus untuk bencana gempa di indonesia emang blom ada. lain halnya dengan early warning system untuk tsunami, yang akan bekerja setelah gempa terhadi. sistem yang bekerja dengan analisis geologis ini akan memberitahu bakal datangnya tsunami dari sejak goncangan gempa yang pertama sampe naiknya air laut di pantai. tapi untuk gempa khususna mang blom ada alatnya. yeah, so? haruskah kita berpangku tangan saja? tidak bisakah kita melakukan sesuatu? setidaknya bukan dalam kerangka mencegah, tapi antisipasi.

inilah ... di sini terlihat bahwa kebanyakan paradigma orang indonesia (mungkin sedikit banyak dipengaruhi falsafah jowo : nrimo..) yang selalu menerapkan manajemen reaktif terhadap segala sesuatu, khususnya terhadap bencana gempa. padahal, seluruh kawasan indonesia adalah benar2 kawasan rawan gempa (kecuali kalimantan). terutama disebabkan karena di indonesia terdapat garis patahan pertemuan lempeng asia dan lempeng australia itu tadi. garis gempa yang memanjang dari nias, bengkulu, ujung kulon, pelabuhan ratu, banjar negara, YOGYAKARTA, pacitan, blitar, bali, lombok, flores ... dan naik ke maluku serta irian. na, kalo uda diketahui ada garis gempa semacam ini, can't we do sumtin ya? mungkin bukan dalam kerangka pemikiran untuk mencegah terjadinya bencana ... tapi ya, kesadaran, kepedulian yang sering masih terlambat untuk menyikapi bencana dan tanggap bencana.

kita liat srilanka.. malaysia... dan negara2 tetangga yg juga kena dampak dari gempa kemaren. mereka jelas terlihat lebih siap menghadapi dan mengantisipasi bahaya yang akan datang. begitu goncangan pertama terjadi penduduk yang berada dalam zona berbahaya langsung diinstruksikan untuk berlindung sejauh 2 km. apa yang dilakukan jepang yang uda sadar bahwa negaranya rawan gempa? rumah dari kayu, tempat2 perlindungan, dll...

garis di alor, nabire, NAD dan nias uda menggoncang indonesia... where's next? dan pemerintah serta masyarakat blom tersadar, masih tertidur dalam selimut krisis moralnya, dan yaa... hanya bisa bersikap reaktif itu tadi (meski banyak terlambat dan cuma hangat2 tahi ayam). n blame it to other people. xaxaxa.... tentang yang ini, aku pernah denger 'statement' yang dikeluarkan oleh salah satu paranormal paling terkenal di negara kita, yang menyatakan bahwa ... sebenarnya gempa itu tidak lain diciptakan oleh negara barat. ada alat khusus utk itu. (???????!!!!!!1#$#&!) hellooo??? knock, knock ... anybody hoom? xixixixi