Wednesday, January 12, 2005

punch me again...

mungkin aku emang salah ...
tapi tak taulah.
kalo gag salah, kenapa semua itu terus menerus 'mengusikku'? just when i thought everything's alright ... they come again and again. bagai topan yang terus menampar-nampar wajahku ...
WAKE UP!!! they say, loud and clear. don't u dare to sleep or hide... u've got to accept it!
dunno lah ...

yang aku tau, perasaan bersalah itu bagai rumput ilalang, meski coba dimusnahkan dengan berbagai cara dan dipendam dalam tanah, dia tetap hidup. pada saat-saat yang memungkinkan, dia muncul kembali di permukaan bumi. yupp, just like guilt. meski dilupakan, disembunyikan dan ditutupi, namun perasaan itu tetap saja hidup dalam hati kita. dengan tajam, dia bakal ngingetin kita akan peristiwa atau laku salah dan dosa kita di masa lampau. hidup suram ... dan jiwa yang muram .... xaxaxaxax... hiperbolic, yes?

U SHOULD'VE THINK OF SOMEONE ELSE'S FEELING!!!
aku tak tau, justifikasi apa lagi yang bisa kusampaikan. well, haruskah?
semua bilang : HARUS!!! harus, jenx... kamu harus bisa bela dirimu sendiri
tapi kurasa aku emang gag pernah membela diri, dan aku memang tak ingin. biarlah semua apa adanya. karena toh, bila emang benar aku salah .. i deserve all this, yes? caci maki aku, ludahi aku... tampar aku ... jika itu bisa melegakanmu, melegakan kalian semua. do it once, and straight, till it all clear. cos can't u see i'm tired of all this, when those knife stabbing me over and over again, everytime i feel save?
seseorang di masa lampau pernah mengajariku untuk tidak mempedulikan apa kata orang, apa penilaian orang ... in a positive way. it'll help u a lot to be more 'you', he said. and u know what jo? u godamned right this time ...

aku hampir-hampir tak peduli, kau persalahkanku atau tidak. biar nuranimu sendiri memutuskannya. karena ... semua yang terjadi ini punya seribu wajah. tergantung dari sudut mana kau melihatnya. i prefer my own angle. and i believe u've got your own angle. paradigma mempengaruhi segalanya, sayang. semua tergantung pada koridor pemikiran mana yang kaupilih.
just once ... hanya sekali mungkin, aku akan menunjukkan koridor mana yang kupilih, for u to know. bukan untuk membela diri, bukan pula demi mendapatkan maaf dan pengertianmu. karena jika kau benar-benar mengenalku, aku bukan orang yang akan membiarkan tujuan2 semacam itu mendistorsi apapun yang kulakukan.

aku hanya ... tak menyukai kemunafikan, itu saja
so, don't give me one...
xixixixi