Saturday, December 25, 2004

white-blank pages

saat yang tepat untuk memaafkan segala sesuatunya. memulai lagi lembaran baru yang putih bersih tak bercela. menjadikan segalanya nol. dan kembali ke hati nurani masing2, percaya pada kekuatan kehendak, untuk mengasihi ... dan memaafkan ... tulus.
memang.
dan seribu bla bla bla yang terucap di hati, malam itu.. 24 Desember 00.26 WIB.
ufff... tapi untuk yang pertama kalinya aku ternyata harus tunduk kepada ego yang lain, yang meruntuhkan kehendak untuk menerima semuanya.. dan terlebih untuk memaafkan dia dengan tulus.
xexexe, yah, kurasa justru aku yang harus minta maaf ta. aku blom bisa memaafkan diriku sendiri yang telah membiarkanku tergelincir lagi dalam 'permainan' itu. dan terutama ketika aku masih menjadi hilang akal setiap kali mengingatnya. u know how i hate became irrasional.
pahami aku, ta. dan beri aku waktu untuk membereskan semuanya. semua kepingan yang telah roboh kau jentikkan dalam sekejab mata. semua jeton taruhan yang telah kuletakkan di atas bahumu. dan kalau kau belum tahu .. semua kepingan dan jeton itu berharga buatku.
tiada yang salah ...
hanya aku manusia bodoh
yang biarkan semua ini
permainkanku berulang-ulang kali...
ah, sudahlah. biarlah semua menjadi apa adanya. kalau memang harus ada dendam, biarlah aku belajar untuk menikmatinya, eh.. menerimanya ding. ^0^