Saturday, December 18, 2004

memukau nalar, mengguncang iman

da vinci code bakal dipilemin! dan kabar kaburna c tokoh protagonis Robert Langdon yang ahli simbolog itu bakal diperanin sama Tom Hanks ... hmmm... sejujurna, beyond my imagination gituw. ntah kenapa waktu baca buku itu aku langsung kebayang sosok seorang Matthew McCoughnahey lengkap dengan kacamata dan rambut pirangnya. masalahna aku anggep dia sukses banget meranin tokoh peneliti (ato wartawan?) di filmna di yang duku itu, A Time To Kill kalo ga salah. tapi setelah dipikir2 ... mungkin gag juga ya. matthew terlalu lembut dan cassanova untuk memerankan seorang Lngdon yang middle age-guy, tipikal kelas atas baik lifestyle mopun academically, smart, dan penuh dedikasi terhadap profesinya yang sungguh2 menarik : ahli simbolog. (pengen kali ye.. ^_^)
eh, aku blom posting tentang buku da vinci code ini ya? wax, sayang sekali gituw. uda lama c rilisna. aku aja s4 baca berkali2. dan buwatku, ini buku masuk dalam list must-read book of de year. but first, i must warn u ... da vinci ode is one of the most attractive book, but only for open-minded person. karena buku ini memuat masalah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan beberapa kelompok fanatik dengan keyakinan masing2 ... vatikan, opus dei, aparat hukum, serta kelompok scientist. bisa 'membiusmu' dalam sekejab...
cerita dimulai ketika seorang kurator terkenal dari museum louvre ditemukan mati tertembak di galeri museum yang memuat karya2 agung leonardo davinci (monalisa, last supper, madonna of the rock...). kematiannya ternyata mengungkap rahasia besar yang telah berabad2 terpendam. tentang aboslutisme ketuhanan yesus.. rahasia pemujaan pagan (ketuhanan perempuan) .. dan semua terungkap dalam kode2 tersembunyi di masing2 lukisan da vinci.
oh, well .. sebagai seseorang yang menoba untuk bersikap obyektif.. (meski posisiku sama sekali gag bisa dibilang obyektif) aku akui sempet terkeoh dengan kepiawaian Dan Brown (si penulisna) dalam meyakinkanku bahwa yang tertulis bener2 akurat adanya. almost.
benarkah alkitab telah mengalami rekonstruksi demi kepentingan politis kaisar roma pada waktu itu? was jesus married? ...xaxaxa seharusna kalo disodori semua pertanyaan itu, sebagai seorang kristen pasti langsung menolak mentah2 dunk ya. tapi inilah hebatna brown. dia menggabung2kan teori yang dia simpulkan dengan data fakta sejarah yang akurat, dan ya ... yang sempet membuatku berada dalam satu fase yang curious abis, pengen menyelidik ... hhmmm.. i like it!
it was fun kok, apalagi kalo sempet buka >situsnya. dan brown, neliti copyright lukisan2 leonardo da vinci serta artefak2 bersejarah dan permainan kode, dan kemudian menemukan bahwa fakta/teori mencengangkan yang dia simpulkan itu masuk akal adanya ... xixixi.
mungkin aja , data2 empiris tentang bangunan2 arsitektural, atau teori mengenai proporsi agung, atau bahkan data tentang perkumpulan opus dei, sejarahnya dengan vatikan, sejarah pagan dan pentagram itu benar adanya. tapi siapa yang bisa menjamin teori yang tersimpulkan dalam novel itu benar adanya? penafsiran simbol ato apalah kode2 atau bahkan penafsiran fakta2 itu sendiri pasti bervariasi bagi setiap individu. arti sebuah simbol ato kode sama saja dengan pengaruh sebuah lagu bagi perasaan seseorang. ontohnya, kerudung topeng putih Ku Klux Klan di AS adalah simbol kebencian dan rasisme, tetapi di Spanyol, kostum tersebut mengandung arti keyakinan religius.
pertama yang terbersit di benakku adalah ... penasaran dengan reaksi vatikan. garis besar dari novel ini sebenernya pertentangan antara 2 kubu. kubu pertama adalah vatikan, gereja dan aliran garis kerasnya :opus dei yang menginginkan 'rahasia' tersebut terkubur selamanya. kubu kedua adalah perkumpulan rahasia Priestess of Sion yang diketahui sebagai pemegang dokumen rahasia tersebut selama berabad2 lamanya, yang tentu tak ingin 'rahasia' tersebut dimusnahkan.
brown menghilangkan jejaknya sendiri akan tendensi novelnya. pada akhirnya dia tidak secara ekstrim membela pihak2 yang dia 'adu' dalam novelnya. oke, mungkin sampai pada halaman2 terakhir pembaca dituntun untuk memihak pada salah satu kelompok. but in the end ... kalo dicermati dan ditelaah lagi, brown masih berusaha cari aman dengan tidak menuding salah satu pihak. xixixixi.
pesan yang tersembunyi yang bisa dipetik adalah ... fanatisme, ah .. apalah gunanya?
analoginya gini, menurutku, jika kau fokuskan pandanganmu pada 1 hal dan hanya pada 1 hal, tanpa mau melihat sekitar, sedikit menengok pada realitas yang sama sekali tidak hitam putih belaka ... itu sama saja dengan kuda dokar lengkap dengan kacamatanya. pertahananmu bisa menjadi begitu rentan. bisa ditunggangi siapapun, dengan maksud apapun. seperti konflik di buku ini, kedua kubu yang bertikai masing2 keukeuh mempertahankan keyakinannya, tanpa sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan oknum tertentu.
overall.. i like this book. it's more than a common detective book or other creepy conspirational book. smart dan menggelitik. begitu banyak pengetahuan umum yang bisa didapat. dan apakah benar ... memukau nalar? oh yes... trus, mengguncang iman? ummm... wait until my next post! xexexexexe...