Wednesday, December 29, 2004

jangan takut merasa gelisah

Sebenernya kamu nggak perlu khawatir dengan semua kegelisahanmu, sayang… apalagi jika kamu sedang ada dalam proses kreatif seperti ini. nikmati aja. Coba kamu baca penelitian mama tentang yang ini. gimana proses berpikir seseorang selalu diwarnai oleh kegelisahan2 tertentu. Terutama untuk proses berpikir kreatif. Proses berpikir secara umum pada awalnya merupakan tanggapan dari sesuatu, kan? Jadi selalu ada sesuatu yang memicu otakmu untuk bekerja, entah itu berupa penilaian ataupun pencapaian sesuatu opini atau pendapat, atau pengetahuan yang kemudian menghasilkan sebuah kesimpulan.
Lha.. apalagi jika kamu sedang berpikir secara kreatif. Semua golakan dan gejolak yang terjadi di dalam dirimu itu jauh lebih besar dan meresahkan dibanding proses berpikir biasa. Dan akhirnya semua golakan itu akan menghasilkan sebuah AHA! .... atau sebuah enlightment.. pencerahan.
Gitu sayang.... jadi jangan takut untuk merasa gelisah. Anak muda emang uda sepantasnya punya kegelisahan2 tertentu. Asal tau gimana menyikapinya dan tau ke mana harus mencari jawaban ... ya, kamu akan dapat sesuatu yang besar dari situ.

Oh yes, mamaku sayang. Masalahnya adalah jika kegelisahan itu tak jua kunjung menepi, sementara di lain pihak ... target dan tanggung jawab mendesak. Menikmati kegelisahan dan menjadikannya cambuk alami bagi proses kreatif, kurasa membutuhkan sebuah sikap batin yang kuat. dan kurasa itu adalah salah satu bentuk idealisme yang gag senmua orang punya. Karena jika dilihat secara negatif ... kegelisahan bisa diklasifikasikan sebagai bentuk tegangan (tension) yang bagaimanapun, bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Apalagi kalo sampe kebablasen ... jadi frustrasi. Dan manusia biasanya secara alami akan mencari cara untuk menghindarkan diri dari ketidak-enakan itu.
How? Misalnya dalam sebuah kegelisahan proses berpikir kreatif, menciptakan produk tertentu misalnya... entah itu ide, desain, seni blablabla. Secara umum c, ada beberapa mekanisme pertahanan yang biasa diambil oleh manusia jika menghadapi ketidakenakan. Yang pertama.. identifikasi. Seringkali seorang manusia tahu bahwa dia dapat mengurangi atau menghilangkan rasa tak enak dengan bertingkah laku seperti orang lain... dengan mengambil identifikasi individu lain yang menurutnya omnipotent, serba dapat. Ow, ya ... ekstrimnya bisa menimbulkan sebuah plagiatism.
Trus cara yang kedua... object displacement (penggantian obyek). Jika pada suatu saat seseorang tak bisa memenuhi idealismenya sendiri ... dia akan belajar mengganti obyek yang diinginkannya itu dengan obyek lain... istilahe... nge-lukke idealismenya. Salah satunya mungkin dengan cara sublimasi ... pemindahan obyek ato idealisme dalam bentuk2 yang diterima orang lain.
Kalo menurut Freud ada beberapa mekanisme pertahanan pokok yang biasa diambil manusia, yang cenderung menuju ke arah negatif. (kenapa ya.... pertahanan itu selalu dikonotasikan negatif?>>> catenaccio di itali juga... hmmm)
Proyeksi, fiksasi, regresi, isolasi, rasionalisasi dan satu lagi transkulpasi. Fiksasi adalah berhenti pada satu fase tertentu, karena melangkah ke fase selanjutnya menimbulkan perasaan takut dan tidak enak. Regresi adalah kembali lagi ke fase yang pernah ditinggalkannya karena menghadapi situasi yang tak enak. Isolasi adalah menyisihkan sesuatu dan menganggapnya tidak penting. Rasionalisasi adalah memberikan alasan yang rasional kepada suatu kejadian yang tak enak. Dan transkulpasi adalah mengkambinghitamkan pihak lain.

Ahahaha.. ya dan kurasa semua mekanisme itu bisa dirangkum dalam satu hal : legitimasi atau justifikasi diri, yang secara alami dimiliki oleh masing2 individu jika suatu ketika menghadapi kegagalan. AHA! Kalo dipikir2... kegelisahan itu bisa juga berawal dari ketakutan akan adanya kegagalan, ya?
Dan kenapa orang harus takut gagal? Toh, kegagalan itu berarti proses pembelajaran juga. Seperti kata seseorang... setiap kegagalan pasti membawa kita selangkah lebih maju pada keberhasilan dan juga kebenaran. Makanya yang paling pertama harus ditanamkan adalah ... jangan pernah takut akan kegagalan. Meskipun sebenernya manusiawi sekali... bukan begitu benar?

suatu pagi di tengah kentang2 dan wortel2 ... dan menghasilkan 'seonggok' sup ayam yang terlalu asin .... xexexexexe, dah pengen kawin lu jenx??