Friday, December 31, 2004

gunung jangan pula meletus...

this is one of well-written story i found ... ^_^

KOMPAS, Rabu, 29 Desember 2004
Gunung Jangan Pula Meletus
> > Oleh Emha Ainun Nadjib> >
KHUSUS untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-nilai kandungannya?
Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping-keping, akan kubunuh.
"Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!," aku menyerbu.
"Kamu juga tak kalah pantas memperoleh kehancuran," Sudrun menyambut dengan kata-kata yang, seperti biasa, menyakitkan hati.
"Jadi, kenapa Aceh, bukan aku dan Jakarta?"
"Karena kalian berjodoh dengan kebusukan dunia, sedang rakyat Aceh dinikahkan dengan surga."
"Orang Aceh-lah yang selama bertahun-tahun terakhir amat dan paling menderita dibanding kita senegara, kenapa masih ditenggelamkan ke kubangan kesengsaraan sedalam itu?"
"Penderitaan adalah setoran termahal dari manusia kepada Tuhannya sehingga derajat orang Aceh ditinggikan, sementara kalian ditinggalkan untuk terus menjalani kerendahan."
"Termasuk Kiai...."
Cuh! Ludahnya melompat menciprati mukaku. Sudah biasa begini. Sejak dahulu kala. Kuusap dengan kesabaran.
"Kalau itu hukuman, apa salah mereka? Kalau itu peringatan, kenapa tidak kepada gerombolan maling dan koruptor di Jakarta? Kalau itu ujian, apa Tuhan masih kurang kenyang melihat kebingungan dan ketakutan rakyat Aceh selama ini, di tengah perang politik dan militer tak berkesudahan?"
Sudrun tertawa terkekeh-kekeh. Tidak kumengerti apa yang lucu dari kata-kataku. Badannya terguncang-guncang.
"Kamu mempersoalkan Tuhan? Mempertanyakan tindakan Tuhan? Mempersalahkan ketidakadilan Tuhan?" katanya.
Aku menjawab tegas, "Ya."
"Kalau Tuhan diam saja bagaimana?"
"Akan terus kupertanyakan. Dan aku tahu seluruh bangsa Indonesia akan terus mempertanyakan."
"Sampai kapan?"
"Sampai kapan pun!"
"Sampai mati?"
"Ya!"
"Kapan kamu mati?"
"Gila!"
"Kamu yang gila. Kurang waras akalmu. Lebih baik kamu mempertanyakan kenapa ilmumu sampai tidak mengetahui akan ada gempa di Aceh. Kamu bahkan tidak tahu apa yang akan kamu katakan sendiri lima menit mendatang. Kamu juga tidak tahu berapa jumlah bulu ketiakmu. Kamu pengecut. Untuk apa mempertanyakan tindakan Tuhan. Kenapa kamu tidak melawanNya. Kenapa kamu memberontak secara tegas kepada Tuhan. Kami menyingkir dari bumiNya, pindah dari alam semestaNya, kemudian kamu tabuh genderang perang menantangNya!"
""Aku ini, Kiai!" teriakku, "datang kemari, untuk merundingkan hal-hal yang bisa menghindarkanku dari tindakan menuduh Tuhan adalah diktator dan otoriter...."
Sudrun malah melompat- lompat. Yang tertawa sekarang seluruh tubuhnya. Bibirnya melebar-lebar ke kiri-kanan mengejekku.
"Kamu jahat," katanya, "karena ingin menghindar dari kewajiban."
"Kewajiban apa?"
"Kewajiban ilmiah untuk mengakui bahwa Tuhan itu diktator dan otoriter. Kewajiban untuk mengakuinya, menemukan logikanya, lalu belajar menerimanya, dan akhirnya memperoleh kenikmatan mengikhlaskannya. Tuhan-lah satu-satunya yang ada, yang berhak bersikap diktator dan otoriter, sebagaimana pelukis berhak menyayang lukisannya atau merobek-robek dan mencampakkannya ke tempat sampah.
Tuhan tidak berkewajiban apa-apa karena ia tidak berutang kepada siapa-siapa, dan keberadaanNya tidak atas saham dan andil siapa pun.
Tuhan tidak terikat oleh baik buruk karena justru Dialah yang menciptakan baik buruk. Tuhan tidak harus patuh kepada benar atau salah, karena benar dan salah yang harus taat kepadaNya. Ainun, Ainun, apa yang kamu lakukan ini? Sini, sini..."-ia meraih lengan saya dan menyeret ke tembok-"Kupinjamkan dinding ini kepadamu...."
"Apa maksud Kiai?," aku tidak paham.
"Pakailah sesukamu."
"Emang untuk apa?"
"Misalnya untuk membenturkan kepalamu...."
"Sinting!"
"Membenturkan kepala ke tembok adalah tahap awal pembelajaran yang terbaik untuk cara berpikir yang kau tempuh."
Ia membawaku duduk kembali.
"Atau kamu saja yang jadi Tuhan, dan kamu atur nasib terbaik untuk manusia menurut pertimbanganmu?," ia pegang bagian atas bajuku.
"Kamu tahu Muhammad?", ia meneruskan, "Tahu? Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa alihi wasallah, tahu? Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai orang jelata. Tidak pernah makan kenyang lebih dari tiga hari, karena sesudah hari kedua ia tak punya makanan lagi.
Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sandalnya sendiri. Panjang rumahnya 4,80 cm, lebar 4,62 cm. Ia manusia yang paling dicintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan, tetapi oleh Tuhan orang kampung Thaif diizinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan dibiarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badan oleh racun Zaenab wanita Yahudi. Cucunya yang pertama diizinkan Tuhan mati diracun istrinya sendiri. Dan cucunya yang kedua dibiarkan oleh Tuhan dipenggal kepalanya kemudian kepala itu diseret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya. Muhammad dijamin surganya, tetapi ia selalu takut kepada Tuhan sehingga menangis di setiap sujudnya. Sedangkan kalian yang pekerjaannya mencuri, kelakuannya penuh kerendahan budaya, yang politik kalian busuk, perhatian kalian kepada Tuhan setengah-setengah, menginginkan nasib lebih enak dibanding Muhammad? Dan kalau kalian ditimpa bencana, Tuhan yang kalian salahkan?"
Tangan Sudrun mendorong badan saya keras-keras sehingga saya jatuh ke belakang.
"Kiai," kata saya agak pelan, "Aku ingin mempertahankan keyakinan bahwa icon utama eksistensi Tuhan adalah sifat Rahman dan Rahim...."
"Sangat benar demikian," jawabnya, "Apa yang membuatmu tidak yakin?"
"Ya Aceh itu, Kiai, Aceh.... Untuk Aceh-lah aku bersedia Kiai ludahi."
"Aku tidak meludahimu. Yang terjadi bukan aku meludahimu. Yang terjadi adalah bahwa kamu pantas diludahi."
"Terserah Kiai, asal Rahman Rahim itu...."
"Rahman cinta meluas, Rahim cinta mendalam. Rahman cinta sosial, Rahim cinta lubuk hati. Kenapa?"
"Aceh, Kiai, Aceh."
"Rahman menjilat Aceh dari lautan, Rahim mengisap Aceh dari bawah bumi. Manusia yang mulia dan paling beruntung adalah yang segera dipisahkan oleh Tuhan dari dunia. Ribuan malaikat mengangkut mereka langsung ke surga dengan rumah-rumah cahaya yang telah tersedia.
Kepada saudara-saudara mereka yang ditinggalkan, porak poranda kampung dan kota mereka adalah medan pendadaran total bagi kebesaran kepribadian manusia Aceh, karena sesudah ini Tuhan menolong mereka untuk bangkit dan menemukan kembali kependekaran mereka. Kejadian tersebut dibikin sedahsyat itu sehingga mengatasi segala tema Aceh Indonesia yang menyengsarakan mereka selama ini. Rakyat Aceh dan Indonesia kini terbebas dari blok-blok psikologis yang memenjarakan mereka selama ini, karena air mata dan duka mereka menyatu, sehingga akan lahir keputusan dan perubahan sejarah yang melapangkan kedua pihak".
"Tetapi terlalu mengerikan, Kiai, dan kesengsaraan para korban sukar dibayangkan akan mampu tertanggungkan."
"Dunia bukan tempat utama pementasan manusia. Kalau bagimu orang yang tidak mati adalah selamat sehingga yang mati kamu sebut tidak selamat, buang dulu Tuhan dan akhirat dari konsep nilai hidupmu. Kalau bagimu rumah tidak ambruk, harta tidak sirna, dan nyawa tidak melayang, itulah kebaikan; sementara yang sebaliknya adalah keburukan," berhentilah memprotes Tuhan, karena toh Tuhan tak berlaku di dalam skala berpikirmu, karena bagimu kehidupan berhenti ketika kamu mati."
"Tetapi kenapa Tuhan mengambil hamba-hambaNya yang tak berdosa, sementara membiarkan para penjahat negara dan pencoleng masyarakat hidup nikmat sejahtera?"
"Mungkin Tuhan tidak puas kalau keberadaan para pencoleng itu di neraka kelak tidak terlalu lama. Jadi dibiarkan dulu mereka memperbanyak dosa dan kebodohannya. Bukankah cukup banyak tokoh negerimu yang baik yang justru Tuhan bersegera mengambilnya, sementara yang kamu doakan agar cepat mati karena luar biasa jahatnya kepada rakyatnya malah panjang umurnya?"
"Gusti Gung Binathoro!," saya mengeluh, "Kami semua dan saya sendiri, Kiai, tidaklah memiliki kecanggihan dan ketajaman berpikir setakaran dengan yang disuguhkan oleh perilaku Tuhan."
"Kamu jangan tiba-tiba seperti tidak pernah tahu bagaimana pola perilaku Tuhan. Kalau hati manusia berpenyakit, dan ia membiarkan terus penyakit itu sehingga politiknya memuakkan, ekonominya nggraras dan kebudayaannya penuh penghinaan atas martabat diri manusia sendiri-maka Tuhan justru menambahi penyakit itu, sambil menunggu mereka dengan bencana yang sejati yang jauh lebih dahsyat. Yang di Aceh bukan bencana pada pandangan Tuhan. Itu adalah pemuliaan bagi mereka yang nyawanya diambil malaikat, serta pencerahan dan pembangkitan bagi yang masih dibiarkan hidup."
"Bagi kami yang awam, semua itu tetap tampak sebagai ketidakadilan...."
"Alangkah dungunya kamu!" Sudrun membentak, "Sedangkan ayam menjadi riang hatinya dan bersyukur jika ia disembelih untuk kenikmatan manusia meski ayam tidak memiliki kesadaran untuk mengetahui, ia sedang riang dan bersyukur."
"Jadi, para koruptor dan penindas rakyat tetap aman sejahtera hidupnya?"
"Sampai siang ini, ya. Sebenarnya Tuhan masih sayang kepada mereka sehingga selama satu dua bulan terakhir ini diberi peringatan berturut-turut, baik berupa bencana alam, teknologi dan manusia, dengan frekuensi jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Tetapi, karena itu semua tidak menjadi pelajaran, mungkin itu menjadikan Tuhan mengambil keputusan untuk memberi peringatan dalam bentuk lebih dahsyat. Kalau kedahsyatan Aceh belum mengguncangkan jiwa Jakarta untuk mulai belajar menundukkan muka, ada kemungkinan...."
"Jangan pula gunung akan meletus, Kiai!" aku memotong, karena ngeri membayangkan lanjutan kalimat Sudrun.
"Bilang sendiri sana sama gunung!" ujar Sudrun sambil berdiri dan ngeloyor meninggalkan saya.
"Kiai!" aku meloncat mendekatinya, "Tolong katakan kepada Tuhan agar beristirahat sebentar dari menakdirkan bencana-bencana alam...."
"Kenapa kau sebut bencana alam? Kalau yang kau salahkan adalah Tuhan, kenapa tak kau pakai istilah bencana Tuhan?"
Sudrun benar-benar tak bisa kutahan. Lari menghilang.
Emha Ainun Nadjib Budayawan

Wednesday, December 29, 2004

jangan takut merasa gelisah

Sebenernya kamu nggak perlu khawatir dengan semua kegelisahanmu, sayang… apalagi jika kamu sedang ada dalam proses kreatif seperti ini. nikmati aja. Coba kamu baca penelitian mama tentang yang ini. gimana proses berpikir seseorang selalu diwarnai oleh kegelisahan2 tertentu. Terutama untuk proses berpikir kreatif. Proses berpikir secara umum pada awalnya merupakan tanggapan dari sesuatu, kan? Jadi selalu ada sesuatu yang memicu otakmu untuk bekerja, entah itu berupa penilaian ataupun pencapaian sesuatu opini atau pendapat, atau pengetahuan yang kemudian menghasilkan sebuah kesimpulan.
Lha.. apalagi jika kamu sedang berpikir secara kreatif. Semua golakan dan gejolak yang terjadi di dalam dirimu itu jauh lebih besar dan meresahkan dibanding proses berpikir biasa. Dan akhirnya semua golakan itu akan menghasilkan sebuah AHA! .... atau sebuah enlightment.. pencerahan.
Gitu sayang.... jadi jangan takut untuk merasa gelisah. Anak muda emang uda sepantasnya punya kegelisahan2 tertentu. Asal tau gimana menyikapinya dan tau ke mana harus mencari jawaban ... ya, kamu akan dapat sesuatu yang besar dari situ.

Oh yes, mamaku sayang. Masalahnya adalah jika kegelisahan itu tak jua kunjung menepi, sementara di lain pihak ... target dan tanggung jawab mendesak. Menikmati kegelisahan dan menjadikannya cambuk alami bagi proses kreatif, kurasa membutuhkan sebuah sikap batin yang kuat. dan kurasa itu adalah salah satu bentuk idealisme yang gag senmua orang punya. Karena jika dilihat secara negatif ... kegelisahan bisa diklasifikasikan sebagai bentuk tegangan (tension) yang bagaimanapun, bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Apalagi kalo sampe kebablasen ... jadi frustrasi. Dan manusia biasanya secara alami akan mencari cara untuk menghindarkan diri dari ketidak-enakan itu.
How? Misalnya dalam sebuah kegelisahan proses berpikir kreatif, menciptakan produk tertentu misalnya... entah itu ide, desain, seni blablabla. Secara umum c, ada beberapa mekanisme pertahanan yang biasa diambil oleh manusia jika menghadapi ketidakenakan. Yang pertama.. identifikasi. Seringkali seorang manusia tahu bahwa dia dapat mengurangi atau menghilangkan rasa tak enak dengan bertingkah laku seperti orang lain... dengan mengambil identifikasi individu lain yang menurutnya omnipotent, serba dapat. Ow, ya ... ekstrimnya bisa menimbulkan sebuah plagiatism.
Trus cara yang kedua... object displacement (penggantian obyek). Jika pada suatu saat seseorang tak bisa memenuhi idealismenya sendiri ... dia akan belajar mengganti obyek yang diinginkannya itu dengan obyek lain... istilahe... nge-lukke idealismenya. Salah satunya mungkin dengan cara sublimasi ... pemindahan obyek ato idealisme dalam bentuk2 yang diterima orang lain.
Kalo menurut Freud ada beberapa mekanisme pertahanan pokok yang biasa diambil manusia, yang cenderung menuju ke arah negatif. (kenapa ya.... pertahanan itu selalu dikonotasikan negatif?>>> catenaccio di itali juga... hmmm)
Proyeksi, fiksasi, regresi, isolasi, rasionalisasi dan satu lagi transkulpasi. Fiksasi adalah berhenti pada satu fase tertentu, karena melangkah ke fase selanjutnya menimbulkan perasaan takut dan tidak enak. Regresi adalah kembali lagi ke fase yang pernah ditinggalkannya karena menghadapi situasi yang tak enak. Isolasi adalah menyisihkan sesuatu dan menganggapnya tidak penting. Rasionalisasi adalah memberikan alasan yang rasional kepada suatu kejadian yang tak enak. Dan transkulpasi adalah mengkambinghitamkan pihak lain.

Ahahaha.. ya dan kurasa semua mekanisme itu bisa dirangkum dalam satu hal : legitimasi atau justifikasi diri, yang secara alami dimiliki oleh masing2 individu jika suatu ketika menghadapi kegagalan. AHA! Kalo dipikir2... kegelisahan itu bisa juga berawal dari ketakutan akan adanya kegagalan, ya?
Dan kenapa orang harus takut gagal? Toh, kegagalan itu berarti proses pembelajaran juga. Seperti kata seseorang... setiap kegagalan pasti membawa kita selangkah lebih maju pada keberhasilan dan juga kebenaran. Makanya yang paling pertama harus ditanamkan adalah ... jangan pernah takut akan kegagalan. Meskipun sebenernya manusiawi sekali... bukan begitu benar?

suatu pagi di tengah kentang2 dan wortel2 ... dan menghasilkan 'seonggok' sup ayam yang terlalu asin .... xexexexexe, dah pengen kawin lu jenx??

doa dan simpati

justru pada saat yang tak terduga sama sekali .... semua cobaan itu akan datang menerpa.
dan untuk apa semuanya itu?
sekedar untuk mengingatkan? bahwa kuasa-Nya sedemikian besar. sehingga Ia mampu mendatangkan banjir bandang yang besar sekalipun dan meluluhlantakkan sekian ribu jiwa dalam sekejap.

apapun itu ... semoga diberi kekuatan bagi yang menderita, kehilangan.
ketika tangan tak mampu lagi terulur
ketika raga dan tenaga tak kuasa lagi membantu....
hanya doa dan harapanku, saudara2ku... yang setiap saat terlantun
agar semuanya berlalu.
dan kepada yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan.
amin.

Saturday, December 25, 2004

white-blank pages

saat yang tepat untuk memaafkan segala sesuatunya. memulai lagi lembaran baru yang putih bersih tak bercela. menjadikan segalanya nol. dan kembali ke hati nurani masing2, percaya pada kekuatan kehendak, untuk mengasihi ... dan memaafkan ... tulus.
memang.
dan seribu bla bla bla yang terucap di hati, malam itu.. 24 Desember 00.26 WIB.
ufff... tapi untuk yang pertama kalinya aku ternyata harus tunduk kepada ego yang lain, yang meruntuhkan kehendak untuk menerima semuanya.. dan terlebih untuk memaafkan dia dengan tulus.
xexexe, yah, kurasa justru aku yang harus minta maaf ta. aku blom bisa memaafkan diriku sendiri yang telah membiarkanku tergelincir lagi dalam 'permainan' itu. dan terutama ketika aku masih menjadi hilang akal setiap kali mengingatnya. u know how i hate became irrasional.
pahami aku, ta. dan beri aku waktu untuk membereskan semuanya. semua kepingan yang telah roboh kau jentikkan dalam sekejab mata. semua jeton taruhan yang telah kuletakkan di atas bahumu. dan kalau kau belum tahu .. semua kepingan dan jeton itu berharga buatku.
tiada yang salah ...
hanya aku manusia bodoh
yang biarkan semua ini
permainkanku berulang-ulang kali...
ah, sudahlah. biarlah semua menjadi apa adanya. kalau memang harus ada dendam, biarlah aku belajar untuk menikmatinya, eh.. menerimanya ding. ^0^

Tuesday, December 21, 2004

melogiskan dogma, mungkinkah??

“how can u put God into one common flesh ‘n blood???!!! “

pertanyaan itu yang biasanya membuka perdebatan tak berujung antara diriku yang muda usia dan masih dipenuhi emosi dengan seorang kekasih paling berpendirian, paling keras dan paling liar yang pernah kumiliki. dia yang selalu mencibir setiap kali kuberikan jawaban yang sebenernya menurutku cukup memuaskanku. “ karena keberadaan dan bentuk Tuhan gag perlu dipertanyakan eksistensinya. semuanya di luar akal kita sebagai common human being... itulah yang dinamakan iman. sama seperti ketika kita jatuh cinta. cinta baru dibilang cinta jika ia bisa menangkap kualitas2 tertentu yang tidak tertangkap mata...”
n still, he argued.. “ jadi cuma itu, yang kamu dapet sebagai seseorang yang mengaku manusia logic ?? di luar akal manusia? “ ohohoho, dan itu kemudian memicu jiwa mudaku untuk terus mengcounter pernyataan2nya dan membuatku terjebak untuk (sayangnya) balas menyerang kekurangan2 keyakinannya menurutku. xaxaxaxaxa.... gejolak kawula muda gitu loch.
seiring dengan berjalannya waktu... sekian pertanyaan bersidesak menghantam2 kepalaku. tak tertanggungkan, pertanyaan2 itu lalu meledak menjelma percakapan2, sendirian ataupun bersama, yang banyak di antaranya tak mengantarkanku pada apapun selain pertanyaan lain, kegelisahan lain. aku tak tahu persis apa yang memicu pertanyaan2 yang menyerap itu. aku selalu merasa ada yang tengah berubah di sekitarku. ada transisi yang samar arah tujuannya. dengan kerawanan dan kegentingannya yang tajam mengancam. bergeser di bawah permukaan, sesekali, seringkali, meriak menjelma ombak yang keras menampar2 wajah, tapi anehnya, seperti sulit sekali membuat orang2 terjaga. sesekali tamparan2 itu membuka mata, lalu terkejut dan ribut membicarakannya, lalu lupa. begitu seterusnya... amnesia! amnesia! .... (waktu_batu)
what a well-written situation described up there. ^_^ dan semuanya mengantarkanku pada sebuah pencapaian privat yang belom final, kuakui.. tapi kupegang erat2. sampai di natal ke 23 ini.
Sampai detik ini aku cukup menyukai kerangka pikir dan bahkan dogma Kristiani yang sudah disodorkan padaku sejak 23 tahun yang lalu. Ketika ayah ibuku sejak awal sudah memperkenalkan konsep puritan Tuhan sebagai seorang Yang Maha Kuasa. Yang menciptakan adanya diriku dan juga mereka, serta setiap jengkal tanah tempatku berpijak. Tapi sejalan dengan perkembanganku aku juga kemudian dikenalkan dan menyukai sosok Tuhan yang dekat denganku, terjangkau olehku ... tapi sekaligus sebagai The Almighty. Tempat pertama dan terakhir yang takkan pernah pergi meninggalkanku di saat semua kesedihan dan kemarahan menjadi tak tertanggungkan.
memang ... kalo gag percaya trinitas, gag bakal percaya yesus. Gag percaya yesus ... buat apa percaya pada natal? Pada keajaibannya... pada karunia dan berkah natal itu sendiri? Ah ya.. masalah kepercayaan ini menarik juga sebenernya. Aku percaya jika kau atau kita meyakini sesuatu, kita akan mendapatkannya, apapun itu. Jika kita percaya sungguh dalam hati bahwa keajaiban natal benar2 ada, then it shall happened. Jika kita percaya dan yakin bisa mengerjakan soal2 ujian kita, dalam batas kewajaran ... niscaya kita berhasil. Sebaliknya ... jika kita menutup semua panca indera dan hati kita dari sesuatu, yah we’ll won’t find it anyway. Semuanya adalah berkaitan dengan kekuatan pemikiran dan paradigma kita sendiri. Tentang bagaimana kita memilih kacamata yang akan dipakai untuk memandang segala sesuatu. Lihat lagi, betapa menakjubkannya kekuatan sebuah pemikiran ...

keimanan dan logika .. mungkin memang tak bisa berjalan beriringan. Harus ada salah satu yang dikorbankan dalam perjalanannya. That’s why we call it dogmatism. Tapi tetap, tidak ada salahnya kan untuk mempertanyakan semua dogma itu? Setidaknya untuk diri sendiri. Demi mendapat landasan yang lebih kuat daripada sekedar mengikuti apa yang tertulis selama beratus2 abad yang lalu. Paham puritan tentu akan mempersalahkan orang2 yang mempertanyakan kembali dogma2 yang ada. tapi apa salahnya dengan mencari kebenaran? dan kebenaran itu aku yakin.. ada dalam hati masing2 manusia. jauh di dalam sana, jika kita cukup berani untuk sejenak melepaskan diri dari belenggu kekangan dan ketakutan akan dosa .. kemudian melongok ke dalam nurani masing2.
Begitu juga dengan karunia natal. Natal ada dalam hati kita masing2, aku tahu itu. Bukan tentang dengan siapa atau di mana kita menghabiskan natal, bukan tentang baju baru atopun kue dan pohon natal. It’s about ourself. Nu born, hari baru .... pembaruan. Refleksi.
Merry christmas... joy to the world. ^0^

Monday, December 20, 2004

lelaki dengan sebungkus marlboro merah di tangan

" dingin ya... ga bawa jas hujan ?"
sedikit terlonjak mendengar perkataan yang tiba2 itu, seorang gadis menghentikan sejenak kegiatannya memandangi titik2 hujan yang turun dan sekilas melirik seorang lelaki yang entah sejak kapan ada di situ.
hanya tersenyum simpul sambil kembali memandangi hujan si gadis berkata pelan, " iya... lumayan deres juga.."
hening sejenak di antara keduanya. hanya terdengar suara hujan yang memukul2 sepotong atap di atas mereka serta suara lalulalang kendaraan yang menembus hujan. hari semakin gelap, hujan tak juga memperlihatkan tanda2 akan mereda. tapi si gadis hampir tak peduli. somehow, ia menikmati keadaan itu. berteduh di tempat tak dikenal, sejenak menyepi dalam keramaian, terisolir oleh titik2 hujan yang seakan menciptakan teralis air yang menggoda untuk ditembus. ya, ia menyukainya. kesempatan langka untuk memiliki waktu yang hanya untuk dirinya sendiri.
" rokok mbak? ...."
lagi2 si gadis terlonjak mendengar perkataan yang lagi2 tak terduga itu... hanya saja kali ini berhasil membuatnya mengalihkan perhatian dari titik2 hujan di luar sana dan mengangkat mata untuk memperhatikan makhluk ajaib macam apa yang berani menawarinya 'benda' itu... sepintas, si gadis cukup menyukai apa yang dilihatnya. lelaki tak dikenal itu menyodorkan sebungkus marlboro merah yang masih tersisa separuhnya, sementara di bibirnya yang menyunggingkan senyum malas (!) juga sudah tersampir sebatang rokok. si gadis bimbang sejenak, kemudian sambil tersenyum simpul ia mengulurkan tangannya menyambut penawaran itu. tentunya sambil memperhatikan reaksi si lelaki...
well, hampir tak ada perubahan berarti di roman muka lelaki itu. dengan tenang ia membantu menyulutkan rokok di bibir si gadis dengan korek apinya.
keduanya kembali diselimuti hening yang menyejukkan dan menyatukan keduanya. "ngerokok juga toh mbak?" lagi2 si lelaki memecah kesunyian.
" ah, enggak juga.. gag tiap hari.."
" hmm ... nggak kaya saya dong.. itungannya dah pengen berenti, tapi nggak bisa ..."
" hm, gag bisa ato gag mau mas? semuanya kan tergantung kemauan, kalo aku c..."
(lagi2 senyum malas itu terkembang dengan kurang ajarnya di bibir si lelaki) "tau aja..."
" bole nanya mas, gag heran ya ngeliat ce ngerokok? "
(heran) " lho, mang knapa? aku aja kalo sama ce-ku malah aku sodorin itu rokok, nggak pernah ngelarang dia.. uda sama2 dewasa kan? uda tau mana yang jelek mana yang bagus. semua orang berhak nentuin hidupnya sendiri, ntah itu ce ato co.."
si gadis terpana... wah.
" hey... malem minggu gini kejebak ujan, lagi mo berangkat ngapel ya mas? "
" ah, enggak. lagi mo ngumpul tempat temen. ngapelnya absen dulu lah. friend first buatku.. hehehe "
friend first? lagi2 si gadis terpana... so alike! dan tanpa disadarinya sesuatu menyeruak dalam benak si gadis. apa itu? kecemasan? kekhawatiran? ah, ya... sesuatu yang mulai akrab dengan dirinya belakangan ini.
" mau ke mana mbak? ato baru pulang nih? kok malem2 gini sendirian, malem minggu lagi." sambil tanya gitu si lelaki mengambil sebatang marlboro merah lagi dan menyodorkan lagi ke si gadis. si gadis kali ini menggeleng sambil berkata,
" xixixixi, baru mau pulang, tadi mampir2 dulu c jadi kemaleman n kena ujan de. ya terpaksa nunggu gituw. kalo ujan deres gini c, pake jas ujan juga sama aja.. ketampar2...lagian aku gag suka pake jas hujan "
" iya bener, dan nggak ada salahnya kan nunggu? kalo aku lebih suka nunggu mbak. nunggu itu menyenangkan lo, apalagi kalo nunggu seseorang. bayangin aja kalo uda ketemu sama orangnya... "
wah... buseeetttt. ini c uda keterlaluan, pikir si gadis sambil terus menatap si lelaki dengan pandangan bertanya2 ...
" eh, kenapa mbak? ada yang salah? "
" nggg... enggak c, kamu bener2 mirip seseorang yang kukenal."
" masa? tapi cakep aku kan...? " si lelaki berujar sambil tersenyum. ah, arogansi lelaki!
" bukan... bukan wajahnya kok...." sengaja menggantung, si gadis kembali menatap hujan yang kelihatannya sedikit mereda. segera, tanpa pikir panjang, menuruti kata hatinya si gadis bangkit berdiri dan mulai menyalakan motornya.. " ah, uda ya mas. keknya uda mulai reda nih. aku cabut dulu, kemaleman ntar... "
" lho, masih deres gini lo mbak... ntar sakit lho. tunggu bentar aja lah, aku nggak gigit kok" si lelaki terlihat terkejut melihat perubahan sikap si gadis.
" ehm, iya c. tapi aku dah pengen keburu bobok nih di rumah. mumpung malem minggu gituw..."
" eh... eh ... eh .. tunggu dong, kenalan dulu.. sapa namamu?"
tapi si gadis keburu menjalankan motornya menembus hujan yang memang belom reda, setelah sempat menyunggingkan senyumnya yang paling manis dan berteriak.. "makasih ya.. rokoknya..."
ah, bahkan dalam hujan si gadis masih bisa tersenyum mengingat percakapan barusan. hatinya berbisik, 'maap.. lelaki dengan sebungkus marlboro merah di tangan. bukannya aku sombong, tak ingin berkenalan denganmu. tapi aku takut. aku takut jatuh cinta padamu.. terutama aku tahu.. bahwa kemungkinan besar aku hanya akan jatuh cinta pada 'bayangan di belakangmu'. silly isn't it? memang hanya percakapan singkat. tapi entahlah ... aku hanya tau bahwa aku gag ingin melanjutkannya. still, aku masih tidak berminat untuk disakiti lagi...' mungkin nanti, ya. but not now.
story about 'parno' girl who freaked out with sumtin unnecessary to be freaked out. stupid!

Saturday, December 18, 2004

memukau nalar, mengguncang iman

da vinci code bakal dipilemin! dan kabar kaburna c tokoh protagonis Robert Langdon yang ahli simbolog itu bakal diperanin sama Tom Hanks ... hmmm... sejujurna, beyond my imagination gituw. ntah kenapa waktu baca buku itu aku langsung kebayang sosok seorang Matthew McCoughnahey lengkap dengan kacamata dan rambut pirangnya. masalahna aku anggep dia sukses banget meranin tokoh peneliti (ato wartawan?) di filmna di yang duku itu, A Time To Kill kalo ga salah. tapi setelah dipikir2 ... mungkin gag juga ya. matthew terlalu lembut dan cassanova untuk memerankan seorang Lngdon yang middle age-guy, tipikal kelas atas baik lifestyle mopun academically, smart, dan penuh dedikasi terhadap profesinya yang sungguh2 menarik : ahli simbolog. (pengen kali ye.. ^_^)
eh, aku blom posting tentang buku da vinci code ini ya? wax, sayang sekali gituw. uda lama c rilisna. aku aja s4 baca berkali2. dan buwatku, ini buku masuk dalam list must-read book of de year. but first, i must warn u ... da vinci ode is one of the most attractive book, but only for open-minded person. karena buku ini memuat masalah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan beberapa kelompok fanatik dengan keyakinan masing2 ... vatikan, opus dei, aparat hukum, serta kelompok scientist. bisa 'membiusmu' dalam sekejab...
cerita dimulai ketika seorang kurator terkenal dari museum louvre ditemukan mati tertembak di galeri museum yang memuat karya2 agung leonardo davinci (monalisa, last supper, madonna of the rock...). kematiannya ternyata mengungkap rahasia besar yang telah berabad2 terpendam. tentang aboslutisme ketuhanan yesus.. rahasia pemujaan pagan (ketuhanan perempuan) .. dan semua terungkap dalam kode2 tersembunyi di masing2 lukisan da vinci.
oh, well .. sebagai seseorang yang menoba untuk bersikap obyektif.. (meski posisiku sama sekali gag bisa dibilang obyektif) aku akui sempet terkeoh dengan kepiawaian Dan Brown (si penulisna) dalam meyakinkanku bahwa yang tertulis bener2 akurat adanya. almost.
benarkah alkitab telah mengalami rekonstruksi demi kepentingan politis kaisar roma pada waktu itu? was jesus married? ...xaxaxa seharusna kalo disodori semua pertanyaan itu, sebagai seorang kristen pasti langsung menolak mentah2 dunk ya. tapi inilah hebatna brown. dia menggabung2kan teori yang dia simpulkan dengan data fakta sejarah yang akurat, dan ya ... yang sempet membuatku berada dalam satu fase yang curious abis, pengen menyelidik ... hhmmm.. i like it!
it was fun kok, apalagi kalo sempet buka >situsnya. dan brown, neliti copyright lukisan2 leonardo da vinci serta artefak2 bersejarah dan permainan kode, dan kemudian menemukan bahwa fakta/teori mencengangkan yang dia simpulkan itu masuk akal adanya ... xixixi.
mungkin aja , data2 empiris tentang bangunan2 arsitektural, atau teori mengenai proporsi agung, atau bahkan data tentang perkumpulan opus dei, sejarahnya dengan vatikan, sejarah pagan dan pentagram itu benar adanya. tapi siapa yang bisa menjamin teori yang tersimpulkan dalam novel itu benar adanya? penafsiran simbol ato apalah kode2 atau bahkan penafsiran fakta2 itu sendiri pasti bervariasi bagi setiap individu. arti sebuah simbol ato kode sama saja dengan pengaruh sebuah lagu bagi perasaan seseorang. ontohnya, kerudung topeng putih Ku Klux Klan di AS adalah simbol kebencian dan rasisme, tetapi di Spanyol, kostum tersebut mengandung arti keyakinan religius.
pertama yang terbersit di benakku adalah ... penasaran dengan reaksi vatikan. garis besar dari novel ini sebenernya pertentangan antara 2 kubu. kubu pertama adalah vatikan, gereja dan aliran garis kerasnya :opus dei yang menginginkan 'rahasia' tersebut terkubur selamanya. kubu kedua adalah perkumpulan rahasia Priestess of Sion yang diketahui sebagai pemegang dokumen rahasia tersebut selama berabad2 lamanya, yang tentu tak ingin 'rahasia' tersebut dimusnahkan.
brown menghilangkan jejaknya sendiri akan tendensi novelnya. pada akhirnya dia tidak secara ekstrim membela pihak2 yang dia 'adu' dalam novelnya. oke, mungkin sampai pada halaman2 terakhir pembaca dituntun untuk memihak pada salah satu kelompok. but in the end ... kalo dicermati dan ditelaah lagi, brown masih berusaha cari aman dengan tidak menuding salah satu pihak. xixixixi.
pesan yang tersembunyi yang bisa dipetik adalah ... fanatisme, ah .. apalah gunanya?
analoginya gini, menurutku, jika kau fokuskan pandanganmu pada 1 hal dan hanya pada 1 hal, tanpa mau melihat sekitar, sedikit menengok pada realitas yang sama sekali tidak hitam putih belaka ... itu sama saja dengan kuda dokar lengkap dengan kacamatanya. pertahananmu bisa menjadi begitu rentan. bisa ditunggangi siapapun, dengan maksud apapun. seperti konflik di buku ini, kedua kubu yang bertikai masing2 keukeuh mempertahankan keyakinannya, tanpa sadar bahwa mereka telah dimanfaatkan oknum tertentu.
overall.. i like this book. it's more than a common detective book or other creepy conspirational book. smart dan menggelitik. begitu banyak pengetahuan umum yang bisa didapat. dan apakah benar ... memukau nalar? oh yes... trus, mengguncang iman? ummm... wait until my next post! xexexexexe...

Monday, December 13, 2004

i'm in blue....s

super-match, Arsenal – Chelsea yang super fantastic! the truth is, it’s been so long since i feel this kind of heat. an outstanding the whole 90 minutes, when I found myself hardly ever blinking. Xaxaxxaxa. One full-passionate entertainment d pokokna.
Permainan menyerang dengan tempo tinggi sama2 diperagakan secara atraktif oleh kedua tim. Hasilna? Seri 2-2. kedua tim sama2 punya kelebihan n kekurangan. Chelsea, misalnya ... mereka datang ke Highbury dengan optimisme tinggi sebagai pemuncak klasemen sementara dan dengan amunisi lengkap. Satu2nya pemain yang cedera cuma Huth yang jarang dipasang jadi starting eleven. Sementara di kubu the gunners malah justru kekurangan amunisi (karena pada dasarna emang minim) akibat cedera beberapa pilar : vieira, sama sang kiper lehmenn... eh, ljungberg juga ya?
Tapi arsenal juga punya keuntungan dengan main di highbury, di depan publikna sendiri. Plus didukung oleh data statistik, bahwasanya arsenal blom pernah kalah di highbury musim ini, dan histori bahwa chelsea blom pernah menang sekalipun atas arsenal sejak premiership digelar.
Nha kalo aku lebih menyoroti kedua ‘otak’ dibelakang kedua kubu. Chelsea bisa jadi mematikan gitu karena otak n strategi dari bapak ganteng jose mourinho (^_^). Sementara the proffessor aliyaz arsene wenger di arsenal mungkin lebih berpengalaman dan matang bertarung di premiership dibanding jose mourinho yang masih terbilang muda. Tapi ya itu.. what i admiere so much from mourinho adalah bahwa dia sangat cerdas, smart. Rajanya detil dan strategi. Dia tau persis skenario apa yang harus dia ambil setiap kali timnya mengalami kebuntuan, dari perkiraan waktu, posisi, dan pergantian pemain yang akurat. Dan kurasa problem solving-na mourinho lebih bagus dibanding wenger. Keliatan kok dari beberapa komparasi statement yang dikeluarkan keduanya.
Apapun itu, aku jelas jagoin chelski. Belakangan ini mereka berkembang jadi kekuatan yang menakutkan. Sementara arsenal keliatan belom pulih dari trauma pasca kekalahan dari MU kemaren dulu itu.
Makanya sempet kaget waktu ga terduga henru melesakkan gol di 5 menit awal pertandingan. Meskipun kesel tapi musti diakui golna super duper indah. Xexexe. Tapi bisa senyum lebar lagi waktu si ‘the-most-dangerous-head, John Terry’ menyamakan kedudukan 1-1. huwaa... ruang tiviku serasa meledak ngeliatnya.
Aha, tapi trus mulai misuh2 lagi waktu arsenal lewat gol kontroversial henry (lagi) jadi unggul 2-1. aarrrgh, gimana ga kesel coba ... gimana ga kontroversial, anak kecil aja tau itu gol mustina dianulir. Jelas2 wasit blom niup peluit tanda freekick dimulai, lagi kiper Cech blom juga siap... eh si henry uda keburu nendang. Plis de.
Anehnya .. mourinho teteb keliatan cool di pinggir lapangan. Cuek ngunyah permen karetna, but i can see his mind rollin’ deep inside there xixixixi. Tempo permainan ga terpengaruh karena gol itu. Chelsea (anehnya) tetep mendominasi pertandingan. Tanpa henti mengalirkan serangan, sementara arsenal mengandalkan serangan balik yang cepet, yang hampir selalu kandas di tangan terry cs di belakang. Oh yes, four thumbs up de buat barisan pertahanan chelsea, mereka mungkin yang terkuat di premiership kali ye. Duet terry-makalele yang seakan ga tertembus, n mustn’t be forgotten, duo wingback yang diboyong mourinho dari porto : ferreira – carvalho. Kompak!
Bagian tengah? Di sinilah chelsea punya seseorang yang kalo kuliat bagaikan 2 sisi mata pedang. Sosok seorang frank lampard! Oh yes, uda bukan rahasia lagi kalo lampard ini uda jadi semacam jiwa bagi permainan chelsea. Terlalu banyak bukti yang mendukung statement ini. Sisi mata pedang yang menguntungkan menampilkan lampard sebagai playmaker yang luar biasa cerdik, dengan jam terbang main melebihi siapapun di premiership (xaxaxa). Striker2 chelsea bisa menjadi mesin gol efektif karena umpan2 dari lampard inilah. Seorang arjen robben bisa meliuk2 di depan gawang, karena suplai bola yang pas dari lampard dari tengah. Sisi mata pedang yang merugikan adalah bila lawan mengetahui bahwa lampard adalah kunci permainan chelsea, dan mengetahui cara membungkamnya, mereka bakalan terkonsentrasi ke lampard dan secara otomatis membungkam permainan chelsea secara keseluruhan. Strategi ‘matikan-lampard’ inilah juga yang diterapkan manchester city ketika akhirnya jadi tim pertama yang membekap chelsea dengan kekalahan 1-0. (hiks... itu juga kan karena penalti gitu loch)
Ahaa... dan kemaren arsenal emang belajar banyak dari the citizens dan ikut2an menjalankan strategi ‘matikan-lampard’ itu tadi. Hasilna.. it works juga c, lampard dibekap.. dan striker2 chelsea kaya gudjohnsen, duff n robben dibikin frustrasi dengan banyaknya perangkap offside, n salah umpan. Suasana memanassss...
Tapi seperti yang uda kuperkirakan sebelomna.. mourinho ga ilang akal. Sebelomna aku mengira bahwa dia bakalan narik keluar lampard, or at least masukin gelandang baru ... ato narik robben lebih ke tengah, trus masukin drogba ato kezman. Anything lah pokokna biarin de konsentrasi semua pemain arsenal terkonsentrasi ke lampard (dan terry) sehingga pemain chelsea lain bisa curi kesempatan. Ternyata.. oh, itupun ga semudah yang dibayangkan. Arsenal emang berkonsentrasi menjaga setiap celah yang bisa disusupi lawan.. tapi yang bikin bingung adalah bahwa komposisi mereka acak. Ga jelas sapa yang jaga sapa. Susah antisipasi jadinya.
Drogba masuk, parker masuk. And it happened! In a funny way, bahwa perkiraanku tadi benar (menjebak arsenal dengan memanfaatkan strategi ‘matikan-lampard’). Xixixi, tapi arsenal bukannya terjebak oleh siasat ‘matikan-lampard’ melainkan oleh siasat ‘matikan-terry’...
Oh yes, kepala si kapten terry emang luar biasa dangerous. Sebagai bek sentral yang mencetak gol dengan kepalanya di hampir setiap pertandingan tentu juga bakalan menarik perhatian lawan toh ya. Setelah kecolongan di babak awal tadinya waktu terry memamerkan kebolehan kepala-emasnya, mereka ga mau kecolongan di babak kedua waktu uda unggul 2-1, n secara ketat mengcover dia juga. xixixi, hasilnya? Chelski menyamakan lagi 2-2 lewat kemelut di depan gawang arsenal gara2 bek2 arsenal terkonsentrasi ke terry dan melupakan striker asli, gudjohnsen yang akhirnya menceloskan bola ke gawang kiper kedua arsenal (amonisi? Amonia? ... lali jenenge). itu juga dari umpan brilian si lampard. Oh yesss!!!! Rasanya ... luarrr biasaaa... bagaikan di puncak gairah.. (xixixi, emang kalo di puncak gairah gimana c? *tampangpolos*).
Sekali lagi ... mourinho menjawab tantangan wenger dan juga sir alex ferguson .. dan mungkin publik inggris, yang menuduh ia hanya terkena euforia kemenangan, dan bakalan terjatuh dalam waktu dekat ini.
Eh, lagian kalo dia jatuh so what gitu loch? Bukankah kejatuhan dan kemalangan itu yang bikin segala sesuatunya jadi lebih humanis.. beradab. Ya toh? justru kejatuhan itu yang bikin seseorang jadi lebih berkualitas. katana c, kepribadian seseorang justru lebih berkembang di saat ia ada di putaran roda yang terbawah. wax... setujuuuu..!!!! ^_^

Friday, December 10, 2004

Haloscan commenting and trackback have been added to this blog.

just one last time

"tiba-tiba kangen ..."
xixixi, inget dulu masih sering nyeletuk kaya gitu, dan hampir selalu dijawab dengan :
"kekekeke.... kangen kok tiba2! pasti ga disengaja ya? ..." sambil tersenyum lebar dan acuh tak acuh, always kinda make me ...^%$#%^&! couldn't help it, xixixixixi.
wah, ya maap ya mas. bahkan waktu itupun rinduku tidak menetes sebanyak tetes gerimis. dan bukannya tak terhitung, karena jika kau mengambil kertas dan pensil, kau masih bisa menghitungnya dengan coretan garis. dan andaikan kau genggam jantungku dan menghitung denyutannya... tidak sebanyak itulah aku merindukanmu.
tapi seingatku ... aku menyukainya. aku menyukai kondisiku denganmu waktu itu, ketika rindu tidak menjadi terlalu akrab denganku dan kamu. dan aku menyukai merindukan sang rindu itu sendiri. bisa merasakan bentuk2 kebahagiaan yang simpel, it's a bless 4 me. xixixi. tapi ayolah, kita hitung bareng2 kalo memang bener dulu rindu itu masih bisa terhitung.
seingatku, aku pernah merindukanmu ketika aku beranjak tidur dan bangun lagi keesokan harinya. aku merindukanmu lagi ketika kamu ada di bagian soundsystem, sementara aku wirawiri di backstage, sibuk dengan urusan masing2 dan berada di tempat terpisah ketika ekor terakhir fireburst yang indah itu ditembakkan ke udara. aku merindukanmu ketika kamu tertidur di pangkuanku, setelah sepagian bergulingan di pasir, playin' rugby with the boyz, tanpa peduli pasir2 pantai itu masih melekat di sekujur tubuhmu. juga ketika kita berada dalam perahu terpisah, kamu dengan pria2 jahil itu, dan aku di perahu lain.. trapped, n could do nothin' everytime one of them dropped u down di setiap jeram! again i missed u waktu kamu jemput aku di rumah dalam keadaan hujan badai, basah kuyub hanya tuk bilang kita ga jadi pergi aja (set de mas, telpon ato sms nape?). aku bahkan merindukanmu di sela2 rapat mingguan kita di kantor, lon-separated seat dan hanya bisa saling bertukar pandangan. i missed u alot when u sing with ur guitar, staring at me... ato ketika kita teriak2 bareng nonton bola.
lagi? seingatku aku pernah merindukanmu ketika akhirnya kamu memutuskan bertualang sebulan penuh ke rinjani. aku juga rindu waktu aku berkutat dengan lembaran2 skripsiku di ruang komputer kantor, dan kamu tertidur menemaniku di kursi depan. pernah juga pagi itu, di kaki merapi, di tengah2 survey.. ketika kita masih sempet2nya melakukan 'rutinitas' itu : perdebatan yang selalu kunikmati setiap detiknya. lebih2 lagi waktu aku menantimu turun di basecamp lawu, kondisi ujan derez dan kaki kirimu yang cedera. apalagi waktu malam itu, ketika aku marah2 n ngomel tanpa henti dan yang kaulakukan hanya memelukku hingga semua kemarahan itu menguap begitu saja... hiks.
lagi? aku dulu rindu petikan jari2mu di atas dawai gitar : all nirvana n oasis songs itu. i missed ur liam gallagher hairstyle, ur kurt cobain voice, ur lazy smile, mata tak-acuhmu, ur protecting arms, ur everlasting fragrance.. rindu songbird-talktonight-wonderwall-standby me-sad song ; heart shaped box-oh me-about a girl-dumb-the man who sold the world-where did u sleep last night ; don't forget me-road trippin-soul to squezze-under the bridge ; peterpan ; so7, bla bla bla ...
ah, ya... aku lupa satu hal. semua rindu padamu itu memang bisa dihitung.. tapi butuh kertas yang tak terhitung panjangnya ... xixixixixi.
itu dulu. dan sampe sekarang pun aku masih bisa bilang, semuanya itu hanyalah sepenggal 'dahulu', yang masih menjadi 'bayangan menyenangkan' yang menyelimuti hari2ku..
ya, aku memang pernah merindukanmu mas. dan aku sungguh bersyukur karenanya. karena detik ini, aku bisa mengenang semuanya dengan senyum tulus. bukan dengan kerutan di kening, tidak dengan perasaan menyesal, tapi dengan senyum. perkenankan aku menyimpan penggalan itu, hanya untuk diriku sendiri. xixixixixi. one last time...
well, ....have a good time! ^_^

Wednesday, December 08, 2004

impulse versus well-organized.

Ow ow ow ... petualanganku di negeri metropolitan ini masih berlanjut, sembari nunggu deal job yang tiada berujung .. huhuhuhu kecian d aku niy. (masih di warnet 10.000 cyberia bintaro plaza).
Ternyata, setelah kupikir2 .. satu lagi sifat yang kupunya : IMPULSIF! Oyeah, temuan yang cukup aneh kalo kubilang. Karena di lain pihak i do love everything well-organized sejak dulu. Bentrok antara kedua sifat yang kontradiktif itu? Pernah ga ya? Ga juga c. Keduanya g pernah muncul bersamaan... or... have they? Ahahaha, ya pernah c mungkin in sort of time. Tapi kurasa keduanya muncul dalam bentuk sebab akibat.
See.. at first, i got impulse, yang kemudian melahirkan tindakan impulsif itu tadi. N then, sebagai bentuk kewajiban/akibat/pertanggungjawaban diriku secara otomatis mengorganisir segala sesuatunya hingga menjadi well-organized menurut versiku.
Contohnya hari ini : bangun pagi jam 05.30 ga mikir apa2. pagi ini bener2 bakal kuhabisin buat santai. Nelpon temen, baca koran, n then baru mikir urusan kerjaan, beberpa keputusan yang musti diambil (cieehh... macam direktur ajah ko jenx) o yeah, aktivitas pagi liburan di rumah sodara : minum cappucino, baca kompas, nonton berita metrotv.
En sudden ... tttrrrrriiinngg!! Tiba2 sesuatu menyala dalam benakku : aku pengen nonton JIFFEST!! Ohohoho, mumpung lagi di jakarta gituw. Ini neh impulse-na. Sumtin’ really really unsuspected tapi mendesak. Dasar ajenx! Kalo dah punya kemauan... xixixi. Dan akhirna kurasakan roda2 di otakku mulai berputar kuenceng; planning sumtin’ well-organized itu tadi.
Pertama2 : temen. Sapa? Di jkt ni kayana ga da tmn2 yang kukenal yang gandrung ma hal2 begituan. (huaaa kaciaaannn). No problemo! I could go by myself. Bisa lebih mobile gituw.
Kedua : how??? FYI : aku terakhir ke jkt setaon yang lalu n ga pernah pergi sendirian. Domisiliku di kawasan bintaro jaksel, sementara JIFFEST yang mo kutonton di kawasan Taman Ismail Marzuki di Jakpus.
Iya enggak iya enggak... mo tinggal di rumah nonton ceriwiz sama spongebob, ngadem di kamar AC n mungkin ol bentar nantinya, ato berpanas2 ria naik angkot ga jelas dengan t4 tujuan yang blom pernah kuliat seumur idupku.. buat nonton film yang bukan mainstream hollywood.
Well, if u know who ajenx really is, u’ll figure out the answer precisely. Xixixixi. Berbekal optimisme tinggi (meski ga tau apa2) aku melancong ke ‘benua lain’ ituw. Wew, di jogja aja ga pernah naik bis, jadi bisa dibayangin dunk o’on-nya diriku nanya sana sini, ganti bis 3x plus naik bajaj dan baru 3 jam berikutnya sampe di halaman TIM yang luas n sejuk ituw. Mo nonton yang jam 11.00 ; short movie from singapore gagal! Soalnya sampe sana uda jam 12.45 dan langsung nerobos masuk kampus IKJ (kampuse keren bow) ; dan kemudian tenggelam dalam suasana taun 80an di filmna Sjuman Djaja (retrospective) yang judulnya Kerikil Kerikil Tajam. Film ini pernah menang Citra Award for Best Story. Ceritanya ... standard c kalo untuk ukurang sekarang. Kisah tentang remaja desa dari Cilacap yang always kalah oleh nasib. Christine Hakim, Ray Sahetapy (uiih, tjakeb!!), Dedy Mizwar, Roy Marten, Meriam Bellina, Astri Ivo.. sapa lagi ya?
Main frame-nya adalah ketika Ganjar (Ray Sahetapy) mencari tunangannya, Retno (Christine Hakim) dan adiknya Inten yang terdampar di Jakarta dan mengalami perlakuan yang always ga menyenangkan. Khas yang melukiskan jkt sebagai monster yang siap menelan siapapun.
Lumayan c, dengan durasi 2 jam, alurnya cepet ga bertele2, semua problem dibabat habis tanpa banyak cincong. Dan endingnya ... interesting. Sebuah ending yang sangat menggugah ketika Ganjar akhirnya menemukan Inten sang adik. Kenapa hanya sang adik? Tunangannya? Di sinilah cerdiknya skenario ini. Digambarkan inten dan retno terpisah sementara, sehingga Ganjar hanya menemukan Inten. Tapi sebelomnya digambarkan pula Retno sedang menuju ke t4 inten berada.
What i meant is... skenarionya cerdik, dengan membuat ending tak terlupakan yang membuat prnonton terduduk sejenak di kursinya ketika credit title muncul, dan berfantasi mengenai pertemuan 2 orang kekasih : retno-ganjar..
Abis itu, pengen nonton ‘Atheis”, another Sjumandjaja retrospective yang diputer di Teater Kecil. Oiya, teater kecil gedungnya baru ya? Belom jadi malah kayana. Di sana sini masih keliat pekerja bangunan bekerja menyelesaikan interiorna. Tapi eksterior dah lumayan jadi. Keren juga. Bergaya post-mo dan hitech.. (tapi kurang membumi ya kayanya? Internasional banget gayanya) banyak pake elemen steel n kaca biru ijo. Kalo sekilas ngintip interiornya c dah 60% jadi. Lift uda dipasang. Cuma emang, finishing sana sini belom. Masih polos. Tapi, induk bangunan aliyaz TIM itu sendiri jadi tenggelam di sampingnya.
Pengen ngeliat gedung erasmus huis juga.. tapi tyt katanya ada di cilandak. (wew, dah males nanya2 lagi) mending lanjut nonton film itali : Io Non Hora. Kereenn... natural gituw.
Seblom pulang s4 mampir ke toko buku TIM. Lengkap juga meski kecil n ga teratur. N pulang akhirna sambil nenteng buklet JIFFEST plus 2 buku : Epistemologi Obyektif karangan Ayn Rand.
What was it? IMPULSIF?? Yeah, but it’s fun! xaxaxaxa

kolonial kuliner... nyammm

"Walah... kalo mo makan bakso mihun, mending beli di depan kompleks aja jenx... mumpung di sini, mbok ya pesen yang lain.."
gitu kata Om Indra waktu aku bilang pengen makan bakso. waktu itu serombongan keluarga Bintaro lagi diajak dinner bareng keluar. om indra ma nyonya tante vivin, si kembar reano n reihan, yangkung yangti (ayah ibunya om indra), eyang santosa (ayah ibunya tante vivin), aku plus 1 babysitter.
Deutch Family Resto di kawasan Radio Dalam. sebuah resto ala netherland (perasaan wisata kulinerku always beraroma kolonial d). Kemaren di Semarang ngabisin eskrim, salad n kue2 Belanda di resto De Koneng ; sekarang di Jakarta di DFR.
Dari luar, kesan Belanda-nya Cuma keliatan dari windmill warna2 yang dipasang di fasade. Begitu masuk ke dalam kesannya semakin kuat terpancar dari interior ato lebih tepatnya pernik2 kecil yang tertata rapi di rak, such as miniatur sepatu2 belanda dari porselen.. trus lukisan pemandangan Belanda yang mendominasi tiap dinding dan yang paling jelas adalah puluhan bunga tulip imitasi besar2 dan warna warni yang jadi pembatas tiap area makan. Tapi untuk keseluruha, sebenernya kurang mewakili citra bangunan belanda. Langit2 rendah dan ada beberapa ketinggian lantai berbeda yang semakin mempersempit suasana. Usut punya usut, ternyata itu resto dulunya resto Jepang. Hmm i guess itu menjelaskan kenapa ada banyak bukaan2 yang ga perlu n panggung2 tempet naro tatami kali ye..
Xixixi, tapi ada lagi yang menarik. Di atas salah satu lukisan sepanjang 5x2 meter itu ada terpajang pernik2 lucu dan kuno. Ada lentera, miniatur lampu kota kuno.. n 2 buah setrika tembaga. Inget banget dulu pernah punya soalnya. Setrika bahan bakar arang dan ada ayam2an kecil di atasnya. Inget dulu sampe gondrong ngipasin arang dalam setrika jadi.
Eniwe, back to the food. Abis ‘dimarahi’ gara2 mesen bakso di resto belanda (wax, sebagai fans bakso yang uda 4 hari ga makan bakso.. wajar dunk ya) lagian sapa bilang aku cuma mo makan bakso ajah? Itu kan cuma appetizer gituw.. ^_^
Pokoke i’ve warned u loh, om. Xixixi.
Well, pertama2 : 3 bitterballen kroket met mayo yang superduper delicione...sumpah uenak bangedd!!. Trus disambung ama poffertjess vanilla yang manis2 menggigit. Poffertjess ni kaya apem ato serabi kecil2 yang di atasnya ditaburi gula halus.. hmm maniss. N then masuk ke main buffett. Pilihanku adalah sanfransisco beef minged steak. Kirain porsi kecil. Walah ternyata steak satu ini ada breadnya. Jadi selain ada kentang, bentuknya burger terbuka dengan 2 daging sapi giling di atasnya dengan saos steak.
Is that all? Ohohoho... belom dunk. Ternyata para tetua aliyaz eyang2ku pada ga abis dengan makanan pilihannya masing. Jadilah... setengah porsi sirloin steak import, seperempat porsi hutspot n setengah porsi nasi goreng DFR masuk ke peyutku.. astagaaa!!! Mentang2 aku ga bisa gemuk apa ya? O iya, FYI, hutspot itu... apa ya? Mmm semacam boiled potato dengan siraman daging n saus fettuccini di atasnya. Lezat n berlemak, for sure. Trus nasgornya, yang unik pake dibungkus omelet telur sgala.. jadi kaya dadar gulung isi nasi gituw. Ga abis kalo yang satu ni, ga suka nasgor soalna.
Xaxaxa campur2 de semua ada di peyut. Dan semuanya lezaaaaadd..
O iya, dessertnya? Mustn’t be forgotten : huzaren sla favoridku. Plus chocolate float, yang seingetku , ga ada tandingannya di manapun rasanya.
Oh enough! Enough! Gitu aku musti bilang everytime each of them menyorongkan piring mereka ke hadapanku. Tapi dengan senyum jahil juga mereka always bilang... “ayolah, biar cepet gedhe.. kan uda insiyur, kok masih kecil aja c??” hey!
Ah, kalo makan banyak gitu kan malu gituw.. masa, di resto mahal makannya kaya di warteg gituw glups tapi bisa juga c dibilang gitu... “lah kapan lagi bisa ditraktir di resto mahal sepuasnya gitu jenx?” xixixixi. Aji mumpung.

Monday, December 06, 2004

suatu sore di negeri antah berantah

ntah uda berapa toko n retail kumasuki, ntah uda berapa puluh meter jalan sepanjang plaza itu kususuri, bahkan masih juga kusempetin OL waktu nemu warnet di lantai dasar.. (aww... ceban perjam! plis de) dan akhirna... dateng juga yang ditunggu.
jam digital di ponselku menunjukkan pukul 17.30 ketika kami bertiga duduk di salah satu pojok yang nyaman di cafe Oh La La di tengah hiruk pikuk keramaian Bintaro Plaza, Jakarta.
berteman secangkir hot moccalatte dan sepiring croissant bertiga kami ngobrol ngalor ngidul. aneh juga.. padahal dari dulu jarang banget ngobrol, meski sekampus.. tapi beda angkatan. eh.. sekarang begitu ketemu segala hal diomongin, dari urusan kerjaan, gosip kampus.. n one topic that shall not be forgotten.. marriage thing!

" Iya lho jenx, dulu itu cita2ku pokoknya abis lulus langsung nikah (*lirik2 yang di sebelahnya*) paling kerja dulu dalam itungan bulan, trus langsung nikah. tapi begitu pindah ke sini, atmosfirnya tu lo beda!!!"

waxaxaxa... bener juga c. tapi ya tergantung individunya kan. kalo diliat dari statement di atas kan berarti hambatannya karena faktor eksternal. lingkungan yang kemudian menetapkan standar perilaku yang bisa berbeda dengan idealisme selama ini. ntah itu faktor eksternal yang bersifat positif, ato negatif terhadap idealisme kita.
seberapapun menyiksanya faktor eksternal itu... we could never abandon it. mengabaikannya gitu aja, jelas butuh suatu sikap n paradigma tentang kebebasan berpikir yang sangat kuat.

Thursday, December 02, 2004

iseng isengngng

aheemmm...
buwat yang berbaik haati ninggalin comment di tagboard... saya taro tagboard baru loh, ituuu tuh, di bawah tagboard lama, punyanya wdcreezz.. sementara pake yang baru aja yaa... bbiar saya bisa gampang nge-reply gituw... trus kalo yang mo ngomment di bawah postingan.. hmm keknya dulu aku punya dari haloscan de biar gampang post comment, ko tiba2 raib ya? hmmm... gini ney, amatiran.. xixixixixi.
xixixixi. buat yang mau ajah, kalo ndak mao ya udah!
indraa indraaaaaa.... pakabarnya cucu favoridku??? iya ney, eyang lagi mello.. but don't worry dah.. nuthin' happened kok.
hee... apa gara2 nnuthin' happened ya? xixixixixixi.

forgive me father.. i have sinned

Born on a different cloud
from the ones that have burst round town
It's no surprise to methat yer classless, clever and free
Loaded just like the gun
You're the hero that's still unsung
Living on borrowed time
You're my sun and you're gonna shine
Talking to myself again
This time I think I'm getting through
It's funny how you think
It's funny when you do


my hero.... xixixixi.. strange isn't it? after all these years... i'm thinking of u righhht now.
gara2nya.... akhyakkk... ga tau.
suddenly, incidentally, missing u. xaxaxaxa.
apa kabarnya di sana?
llaawrednow ym??? ^_^