Friday, November 12, 2004

u vs he... but who's he???? ....

aku ingin cinta... yang independen. mandiri. tak bergantung pada siapapun, apalagi pada apapun kecuali pada cinta itu sendiri. aku ingin cinta yang tak bergantung pada kehadiran, pada sentuhan, pada gairah, pada nafsu. pada komitmen. hell with that!
aku ingin mencintai'nya'... tak peduli 'dia' ada di sampingku atau tidak. tak peduli 'dia' milikku atau bukan. aku ingin dicintai'nya' tanpa peduli apa 'dia' pernah melihatku atau belum. aku ingin dicintai'nya' karena aku... bukan karena ke'ada'anku.
bukan cinta yang muncul karena pembiasaan. bukan pula cinta yang muncul karena kalimat "saya terima nikahnya ..." .bukan cinta yang berjalan karena komitmen, bukan pula cinta yang hadir melalui sentuhan, pelukan dan kecupan.. cinta yang sekedar cinta. itu saja inginku. sederhana bukan? xixixi
aku tak ingin semua kata2 indah'mu' itu. maaf. aku tak bisa...
'kamu' menawarkan terlalu banyak. sementara yang kuinginkan hanya 'dia' dan cinta'nya'.
hey, 'kamu' .... maaf, aku sedang tidak berminat untuk disakiti lagi. mungkin nanti... ya. but obviously not now.
"Siwa mengajak Uma bercinta. Tapi Uma menampiknya: tidakkah kau lihat sore sedang tumbuh di antara gerai gerimis? Tidak! Jawab Siwa, aku tidak melihatnya! Siwa mengejar. Uma menghindar. Demikianlah sampai Uma menjatuhkan serapah: Anjing! Bercintalah dengan malam! Sampai Siwa menjatuhkan kutuk: Anjing! Aku tak mau bercinta dengan ibu para siluman! Dan keduanya berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Suatu ancaman bagi para pejalan. Bagi para kesepian. Bagi para kesalahan. Bagi para kelelahan. "
_cetak miring oleh waktu batu. kisah2 yang bertemu di ruang tunggu_