Monday, November 22, 2004

bertanya 2nd edition

" Kenalilah dirimu sendiri. Siapakah kita ini, manusia, makhluk kecil yang nampak tidak bermakna di tengah alam raya yang maha luas?" maha pertanyaan yang diajukan maha-tokoh philosphy, Socrates ini membuka perburuan tokoh2 filsuf lain dalam perburuan tiada bertepi mengenai.. yah hakikat manusia, bahkan sampai pada detik ini. wew, kadang aku bisa takjub sendiri kalo baca2 biografi ato karya2 dan pemikiran tokoh2 filsuf jaman dulu. gosh! bagaimana mungkin mereka bisa begitu metodis dan sistematis memikirkan segala sesuatunya.. dan begitu cerdasnya menghubungkan semua benang2 keperakan itu, benang2 pengetahuan yang saling tumpang tindih dan menghasilkan suatu maha pemikiran yang ... logis! dan keragaman pemikiran mereka itu loo... ck ck ck.. bener2 kuasa-Nya kalo gituw, bisa menciptakan benda kelabu dalam kepala manusia yang bisa memuat begitu banyak pemikiran setajam silet. xaxaxa.
oiya... salah satu literatur yang kutemukan (elements of philosophy-nya Louis O.Kattsoff) secara lugas mencoba memberikan penyelesaian akan pertanyaan hakikat manusia.. yaituu..:(sik sik sik ... terlalu banyak sebenernya yang musti dipaparkan di sini, tapi ya singkat aja lah)
1. penyelesaian realisme klasik
2. penyelesaian teologisme
3. penyelesaian idealisme
4. penyelesaian materialisme historis
xixixi, ternyata usahaku dalam kategorisasi yang kemaren ga terlalu melenceng jauh ya.. maksudku, sebagai orang awam ternyata tak jauh kalah dengan filsuf terkenal. xixixixi.
1. penyelesaian realisme klasik; yang menonjol dari kategori ini adalah paradigma yang diajukan aristoteles, yaitu manusia merupakan makhluk hylomorfis, yang mempunyai 2 bagian yang hakiki, 2 prinsip yang menyusunnya yaitu : raga material yang terorganisir dan hidup rasional yang menggerakkannya. ato dengan kata lain ia mendefinisikan manusia sebagai hewan yang rasional. (Introduction to Realistic Philosphy, Jon Wild)
2. penyelesaian teologisme, ini yang kusebut kemaren dengan paham metafisika. muncul sekaligus sebagai kritik atas penyelesaian realisme itu tadi. pertanyaan awalnya adalah, jika manusia memang merupakan hewan rasional, mungkinkah menganggap dirinya sebagai seorang hakim sekaligus pihak yang dihakimi? masuk akalkah manusia menanggapi hidup ini sebagai sesuatu yang tidak berharga dan melakukan bunuh diri.. ato menciptakan dogma agama yang mengabaikan hidup, jika ia semata2 seekor hewan? oiya, teologisme di sini tentunya ga bisa dilepaskan dari ajaran kristiani yang berawal dari pemikiran bahwa dalam perjalanan mencari penyelesaian orang tentunya menemukan unsur transedensi yang mengacu pada sesuatu yang lebih besar di luar manusia. singkatnya, dari penyelesaian ini muncul jawaban hakekat manusia sebagai makhluk yang bebas, tetapi juga merupakan makhluk berdosa, dan dibuat menurut citra Tuhan. (The Nature and Destiny of Man - Reinhold Niebuhr) hmm, kaitannya dengan iman, itu pasti.
3. penyelesaian idealisme. oh, well... bagiku penyelesaian yang satu ni rada kabur. foggy gituw, ndak jelas. ato karena otakku ndak nyampe aja ya? xixixi. eniwe, yang bisa kutangkep adalah bahwa penyelesaian ini (lagi2) hanya merupakan salah satu kritik terhadap paham aristoteles, (manusia sebagai animale rationale), tapi manusia disebut sebagai animal symbolicum. mungkin bisa dipahami dari analogi berikut ini, misalnya ada pertanyaan : "apakah seorang penulis itu?" dan dijawab dengan "seseorang yang menulis" kemudian muncul pertanyaan lain lagi : "apakah menulis itu?" dan dijawab lagi dengan :"ada buku2, karangan2, risalah2, dsb. penulis adalah seorang yang buah pikirannya diungkapkan dalam perkataan2 yang tertulis ato tercetak seperti ini"
nha, lewat analogi ini ditemukan penyelesaian idealisme tadilah.. bahwa definisi manusia dapat diselidiki berdasar hasil2 karyanya, berdasar simbol2 yang ia punya... yang tidak dipunya oleh makhluk lain (baca:hewan) di sinilah perbedaan dengan paham makhluk hylomorfis tadi. manusia dipandang bukan sekedar bisa menemukan alat2 kerja, ato mempunyai jari dan ibu jari yang berjajar. tidak hanya hidup dengan akalnya, tetapi manusia terlibat dalam jalinan simbol2 yang diungkapkan melalui dan di dalam bahwasa yang dipakai, bentuk kesenian, simbol mitos, dan upacara keagamaannya. (An Essay on Man-Ernst Cassirer) aaaaaaarrrrrrrgggghh.... jadi??? nngggg... ada yang bisa membantuku ngeliat benang merahnya? xixixixi. aku bisa ngeliat c, samar2... tapi ya itu, aku ndak tau gimana menyampaikannya. wahahahaha.
4. penyelesaian materialisme historis; penyelesaian yang berdasarkan pada hukum evolusi... dan marxisme. bahwa definisi manusia pun mengalami perubahan. (hakekat manusia sesungguhnya mengalami perubahan). manusia tidak selamanya ada, dan tidak selamanya sama. menurut paham evolusi toh, semula tidak ada hidup, kemudian timbul hidup tetapi belum ada manusia. selanjutnya berkembang manusia berasal dari suatu anorganis yang berawal dari eksistensi molekul2 protein. inilah yang juga diyakini dalam marxisme dan memunculkan istilah dialektika : (perubahan merupakan akibat adanya pertentangan di antara kekuatan2 yang saling berlawanan dan tidak dapat didamaikan) ketika pertentangan mencapai suatu intensitas tertentu, secara tiba2 terjadilah perubahan bentuk.

ahh, tolong... saya kewalahan. xaxaxaxaxa. kewalahan menyerap segalanya. ga jelas ya? sama...wahahaha, ya maap gituw, abis semuanya itu kan jelas2 ndak bisa jelas dalam satu dua kalimat. seperti yang udah kuperkirakan sebelumnya.. aku pasti nantinya gagal jadi metodis dan sistematis kalo uda mulai menjelaskan sesuatu. ga tau knapa, di dalem sel abu2 ku tu terlihat jelas.. tapi klo dah mulai ngungkapinnya... ...xixixi. ndak papa, lah. kurasa itu malah bagus. setidaknya pokok pemikiran utamanya kan ada, terserah interpretasi masing2 ajah. kan justru itu yang bikin sebuah debat dan pemikiran jadi menarik. menggali apa yang masing2 kita temukan dalam perjalanan, dalam labirin otak kita. xixixi.
waw, iya dee. untuk sementara cukup sekian. end of case.. banyak yang protes soalna kalo postingannya terlalu berat. wew, coba kalo ada pensieve-nya dumbledore ya? bisa naro sebagian pemikiran dan memoriku biar ndak terlalu berat. hohohohoho.