Monday, November 01, 2004

agnostik = atheis? >< komunis >< agamis ???

menarik, kalo nyimak perdebatan tentang agnostik. jujur aja c semept juga terlintas pertanyaan ... apakah aku seorang agnostik? ouch, obviously.... it's kinda question i dare-not to ask widely open, xixixixi.
so .. i've learned that nothin' in this fake world is perfect, dan itu membantuku untuk menghilangkan fanatisme berlebihan terhadap segala sesuatu. fanatisme hanya melahirkan sikap chauvinisme, dan hanya diperuntukkan bagi orang2 yang berpandangan sempit! itu menurutku, c..
dibesarkan dalam keluarga yang moderat sedikit banyak membantuku untuk bersikap terbuka, luwes 'n fleksibel (narsis ^_^) terhadap perubahan dan juga hal2 baru di luar keyakinan dan prinsip dasar. well, maybe there're many people outthere who thaught the same as i do. orang2 yang mulai muak dengan fenomena agama yang diper'tuhan'kan? ketika peran agama mulai bergeser, dari sesuatu yang diyakini bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan... menjadi sebuah aturan, sebuah alat pembatas gerak manusia ... dan lebih jauh lagi, menjadi alat efektif untuk lebih mengkotak2kan manusia. am i right?
dan semua perubahan paradigma yang salah kaprah itulah yang kemudian berimplikasi langsung pada wajah dunia. aku bukannya menyalahkan ajaran agama itu sendiri. mungkin perbedaanku dengan orang2 agnostik adalah, aku tidak sepenuhnya skeptis terhadap ajaran agama, tapi aku muak pada orang2, banyak individu2 yang menyikapi ajaran tersebut secara salah kaprah. buatku, semua agama itu baik... pada dasarnya. tinggal bagaimana orang yang menjalankan, dan menginterpretasinya toh?
adanya konsep dosa, surga dan neraka.. serta dogma yang terus menerus didengungkan tentang sistem stick and carrot (baca : reward n punishment), menurutku membuat orang 'takut' hanya kepada neraka (baca: takut berbuat dosa karena takut masuk neraka) ato berbuat baik, hanya karena ingin mendapat pahala, karena ingin pujian. see? hanya di permukaan aja gitu loch. sama seperti orang melakukan kewajiban tanpa berusaha merunut ke dalam, ke esensinya. bukankah itu namanya diperbudak dan terperangkap oleh kewajiban dan juga prinsip? and i can assure u, konstruksi berpikir seperti ini hanya akan menghasilkan sesuatu yang temporer.
inilah kurasa yang ingin didobrak oleh orang2 agnostik. mereka memang secara ekstrim tidak mengakui adanya konsep 'dosa'. karena mereka tidak mau repot2 meyakini sesuatu yang kasat mata. mereka tidak meyakini adanya hukuman, karena mereka tidak ingin terjebak dalam konstruksi berpikir layaknya robot, yang 'takut terhadap hukuman', ikut aturan dan hukum yang berlaku tanpa bisa memikirkan esensi apa di balik aturan tersebut. xaxaxa, i like it. gw banget gitu loch...dalam hal ini aku akui, aku emang sedikit agnostik lah... xixixi
ada sementara anggapan bahwa dengan tidak mengakui konsep dosa, orang2 agnostik bebas melakukan apapun, dan oleh karenanya moralitasnya diragukan. ah ... moralitas apa? di sinilah hebatnya konsep agnostik, aku bilang c. dengan kebebasan berpikir mereka, mereka justru jauh dari tindakan2 amoral. ada penelitian yang membuktikan bahwa orang2 agnostik memiliki kecenderungan tindakan amoral yang lebih kecil dibanding orang2 biasa yang mengaku agamis maupun komunis. cause they do believe in conscience. ya, suara hati. orang lain mungkin tidak akan membunuh seseorang, karena takut dosa, takut dihukum. tapi orang2 agnostik tidak akan membunuh seseorang karena mereka tahu akibat dari tindakannya. tindakan itu tidak baik. itu aja. kurasa itu logis ... karena secara bawah sadar (tanpa diembel2i kata dosa) manusia tahu persis apa yang baik dan tidak baik.
pemikiran agnostik adalah pemikiran orang2 yang logis. sekuler.tapi tidak seperti orang2 atheis. mereka bukannya tidak mengakui adanya tuhan, pemikiran logis mereka berada di tengah2 antara atheis dan agamis. agnostik menyatakan tidak cukup bukti untuk menegaskan atau menolak adanya tuhan. tetapi mereka juga menyatakan bahwa eksistensi tuhan bukannya tidak mungkin... weh, dikotomis skali bukan? di sisi inilah aku ga setuju. i do believe in god. aku tahu tuhan ada, di mana2, mungkin bukan tuhan dengan konsepsi sebagai dzat pengadil dan tak tersentuh, tapi tuhan... yang kupercaya yang membawa kebaikan dan cinta kasih buatku dan sesama. tuhan yang selalu setia (meskipun aku tak setia padaNya ..hiks), tuhan yang tahu apa yang terbaik untukku. tuhan yang jadi sumber jawaban dari semua pertanyaan, dan tuhan yang tidak perlu dibela dan diberi fanatisme yang terlalu berlebihan. xixixi.
jadi, aku tu sebenernya apa dunk? agamis ... ato agnostik? weh, ini neh... kerangka berpikirnya dah mulai mengkotak2kan sesuatu... xixixi. agama sebagai sistem etika, bolehlah ... tapi bukan sebagai sistem dogma. hehe, seperti kata seseorang, " kita sedang berevolusi. prosesnya bisa diperlancar dengan berhenti menggolong2kannya. ga usah repot! ..." xixixixixi.