Sunday, October 17, 2004

is it really worth it?

review, review dan review. manusia ... punya kemampuan yang luar biasa untuk terus bertahan. mampu menahan derita yang amat sangat menyakitkan demi satu alasan yang diyakini. i do believe in that. the question is ... do i have that kind of reason? satu alasan kuat untuk jalani semua yang terjadi?
hidup itu pilihan, i know that. cuma kadang ... pada kondisi tertentu aku merasa, bahwa aku banyak tidak punya pilihan untuk jalani semua or not. ketika sesuatu terjadi, kadangkala aku emang ga punya pilihan. at ll! aku disodorin gitu aja masalah2 yang menyesakkan. tanpa persiapan, without warning. ini loo, u've gotta get thru this first.
tapi setelah dipikir-pikir .. sebenernya semua itu berkesinambungan. itulah kenapa aku percaya banget yang namanya karma. itu pula yang selalu didoktrinkan oleh psikolog pratiwi kepadaku (^_^ hi, mum ...). Semua itu berkesinambungan, selalu ada balasan untuk setiap kibasan tangan, dan bahkan setiap kerjapan pikiran. makanya bener kata pepatah ... "aku menjadi aku yang hari ini karena pilihan yang aku buat kemarin"
kemaren ... pada awalnya aku memang dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit. kata hati, ato masa lalu. dan seperti biasa ... i follow my heart, though it seems so wrong for everybody. but i took it. took all of the risk. mungkin emang dasarnya saya gituw lo ga bisa diem liat resiko dan tantangan (*narsis modeON*) hihihi. hey, tapi yang jelas .. bukan seperti yang kalian pikirkan lo bahwa seorang 'ta' dengan semua kondisi yang menyertainya 'hanya' merupakan sebuah resiko dan tantangan yang ingin kutaklukkan. aa..aa.. jauh dari itu, sodara2, kalo anda2 semua mau tau. resiko itu muncul tidak beerbarengan dengan kehadirannya. see, all of my life i've always follow my heart. hampir selalu ketika muncul 2, 3 ato pilihan dan kebimbangan dalam hidupku aku bisa memutuskannya dengan kemenangan di pihak suara hati ... yeyeyeye. maju mundur, berat ringan, hurts overwhelmed, i've been thru because of heart-trusting matter. hihi.
kenapa begitu? ha, yaa tidak lebih dan tidak bukan karena ... my self-confidence, i guess. kurasa aku emang terlalu percaya diri dengan kemampuanku (*narsislagi*) bahwa aku mampu .. menghadapi ekses2 yang nantinya bisa terjadi akibat dari keputusanku. perubahan paradigma yang pernah kusebutkan dulu itulah, salah satunya. salah satu senjata yang bakal kugunakan untuk menghadapi hal2 yang ga mampu kutanggung secara langsung. dan dengan pemikiran bahwa ... "hey, ini semua terjadi karena salahmu sendiri! karena keputusanmu! " dan aku selalu berpikir bahwa .. orang yang tidak bisa mempertanggungjawabkan tindakan dan keputusannya sendiri adalah orang yang gagal!!! wakakakaakaka. sudahlah. mungkin kuncinya adalah ketika at the beginning of decision-making yah? i mean, the risks ... is it really worth it? meskipun kadang pertanyaan itu mengandung dualisme. risks is always worth it, both sides. gimana bisa? yaa... kalo berhasil, kalo sukses ... of course lah, worth it (menurut kacamata umum biasa) na kalo gagal? buatku c sebenernya teteb worth it. karena at least .. kita tau kita pernah ambil resiko itu. dan toh semuanya mendewasakan kita ya ga c????
kok macet yaa...