Friday, October 08, 2004

have a cigar ??#@!

apa sebenernya makna dari sebatang rokok di tangan?? i kinda thought it's interesting to reveal any phylosophy behind the reason why people smoking. soale kurasa ini deket banget sama sisi psikologis orang yang bersangkutan .. yatoh? banyak alasan menarik yang bisa ditemukan terutama di awal masa2 seseorang mulai merokok.
in a strange ways ... i'd love to see seseorang merokok (no gender involved here, i can assure) dengan catatan ... dia kelihatan enjoy melakukannya (well, actually ... i'd love to see everybody doin' anything dengan enjoynya).rokok ... konotasinya negatif, obviously. stress, patah hati, nervous, cemas, panik ... apalagi? night life.. freedom, rebel. apalagi kalo itu rokok ditemukan menyala di tangan seorang perempuan. yeah, dunia emang dah kebalik2 dan modernisasi emang dah merambah ke mana2, but u've got to face the reality that there're still too many people outthere yang ga bisa menerima kenyataan secara khusus bahwa perempuan pun berhak merokok, sama seperti para lalaki. budaya timur kita masih terlalu kental untuk tidak menabukan 'modernisasi' yang semacam ini. itu secara sosial
dan kalo diurut logika dan secara medis ... menurut penelitian antah berantah ... cigarette ato lebih tepatnya zat nikotin itu lebih banyak merugikan terutama bagi kaum hawa. detilnya?? (hmm.. ntar lah).... ^_^ well, lets get rid off medical effects 'n social patron, for a while ... 'n getting close to what interesting me most : why do they smoke?
para non-smoker yang dengan gigihnya memperjuangkan what they called 'fresh-air for people' dan menjudge para smoker sebagai salah satu polutan paling berbahaya yang pernah berjalan di muka bumi ini mungkin ... mungkin nggak tau, ga pernah tau kenikmatan apa yang dihasilkan dari sebatang rokok. kenikmatan dari awal mula menghisap, menghembuskan, menikmati bagaimana asap yang keluar bebarengan dengan hembusan nafas itu membubung ke angkasa. mungkin ada juga yang kemudian menjadikan rokok sebagai salah satu atribut untuk meningkatkan kepercayaan diri? it could be.lain lagi mungkin sama smoker kawakan yang baginya rokok uda jadi bagian penting tak terpisahkan dari hidupnya.
ada 2 kelompok alasan kenapa orang jadi perokok, kupikir. satu ... alasan sosial dan 2 ... alasan pribadi. murni pribadi. alasan sosial ini masih terbagi 2 lagi : positively dan negatively. see, yang kumaksud dengan alasan sosial adalah ketika dia merokok demi kepentingan publik, kepentingan orang lain... (uff .. how i hate people doin' anythin' like this) mungkin karena dia pengen gaul, pengen dibilang fnky, keren (hoekkk) ... ato lingkungan emang memaksa dia seperti itu. inilah yang kubilang positively social reason (hihi, sak'penake bikin istilah ajah)
trus yang negative? hmm.. mungkin kebanyakan dialami oleh kaum hawa dengan segala ke-complicated-annya. pernah denger teori kebalikan? ketika seseorang melakukan sesuatu yang mungkin drastis dan outstanding (??) nngg ... bukan ... outrage?? yah pokoke menonjol gituw, untuk mendapatkan hasil yang dia inginkan (yang notabene merupakan kebalikan dari tindakannya). contohnya, ada cewe' patah hati diputusin cowo'nya. she want him back with any ways. so.. she smokes. in front of anybody, to show everyone and especially him ... kalo dia stress, 'n because of him she became like that. dia seperti ingin bilang ke semua orang, Blame Him!! wahaha, she thinks she could win him back thru that way ...(yeah, won his pity, unfortunately..)
cieh, berapi2 sekali ya ibu satu ini critanya.. ^_^ ehm, ya.. the truth is, i've been there before, a few years ago, doing that silly thing. yeah, i've got what i want that time. dengan cara itu aku memang bisa tahu bahwa seseorang itu masih care (hi, MG ... the best 'bigbro' i've ever had)
tapi setelah kupikir2 ... busuk banget ga c?? cara itu maksudna. i've got nothin' but his pity (uh, jauh2 de..) bahwa dia kembali padaku .. memang, tapi nggak tulus. karena belas kasihan, karena rasa tanggung jawab, karena nggak tega. lha, kalo dia nggak cinta buat apa gitu loch dia kembali lagi padaku?? (*masih berapi-api*) 'n isn't it true, it made me looks pathetic, vulnerable, which is my pride could never accept it. wahahaha, masih punya pride ternyata ...
nggg ... lanjut lagi. alasan kedua... what was it?? oh ya. private reason. ini nih, aku sangat sangat menghargai perokok2 yang merokok karena alasan pribadi. tulus, natural (cieeh, kayaknya ni tema buat bulan ini nih :tulus dan tidak munafik). keliatan kok. dari asap yang dihembuskan, dari sorot mata dan dari cara dia pegang ... beda. bakal ada aura kebebasan, kenikmatan dan keliaran di sana. karena toh, menurutku ... cigarette adalah murni konsumsi pribadi. dia ada di situ karena aku butuh. dia adalah teman. teman yang bisa kukontrol semauku. dan 'teman' yang sama sekali tak kuijinkan memperbudakku. well, oke d.. ada unsur stress 'n kesepian 'n a little bit brokenheart ^_^ juga c sebenernya ketika aku mulai lagi setelah 2 taon free nikotin. tapi teteb!! aku rasa nggak ada influence dari person2 tertentu kali ini. nggak ada tujuan apapun selain memang karena aku butuh, dan aku menikmatinya untuk diriku sendiri. once again, i'm not trying to win anybody back. not him nor his pity.
hanya bebaskan diriku barang sejenak.. that's all. ^_^