Thursday, October 21, 2004

ah, judule apa ya???

ahahaha, ndak niat posting sebenernya ... tapi, makasih ya buat para commentator dan pembaca yang uda berkunjung ke blog saya ini yah... hihihi. thx, fallaz! fur all the compliment nor critique. yang jelas blog-ku ini emang ndak maksimal, kok... wong dasarnya juga iseng2 dan berangkat dari pengetahuan webdesign yang nol besar, hihihi.
eniwe, nnggg ... apa ya? pagi ini ... ntah kenapa, pusing berattttt!! bangun2 langsung berdenyut2 ga keruan. padahal aku kan termasuk jarang sakit, apalagi pusing2.. dunno why today. seperti biasa.. hari kamis (sama senin) saya teh puasa gitu, jadi malemna dah pasang weker buwat sahur. eh, ternyata itu weker keduluan sama bunyi sms dari hp yang kebetulan saya taro pas di kuping saya. uih. pagi2 ... ternyata sms dari salah satu 'pasien' klinik .. eh, padepokan cinta saya (hihihi). biasaaa minta wangsit gituw critanya. akhyakk.. petuah cinta ato sekedar kuping, eh mata, untuk membaca curhat2an sang pasien ini. ya untungnya saya teh sedang berpulsa. cuba kalo lagi pailit? kan bisa ngowoh nunggu balesan dari saya. hehehehe.
yang jelas ... nngg apa ya? ok, d i'll try to review. pada dasarnya, hidup itu pilihan yatoh? untuk hidup dengan cara apa, ato bahkan untuk hidup atau tidak pun adalah sebuah pilihan. so why should bother u anyway? ada ketakutan, oke. fear, kalo ternyata keputusan itu tidak berbuah manis seperti yang diinginkan. huhuhu, that's risk h'ni. sometimes we've gotta take it.
but that's not the point i'd like to think right now. ada dua buah pilihan. yang masing2 saling kontradiktif satu sama lain. ato kontradiktif di depan norma baik dan buruk. n what should we do? orang2 yang normatif, tentunya akan secara otomatis memilih yang baik di mata hukum ato moral. but not for me. karena dalam perjalananku selama ini aku sedikit banyak membuatku untuk jadi seorang homo sapiens (makhluk berpikir) sejati yang mengagungkan esensialisme dan mungkin sedikit agnotis (^_^) dan cenderung skeptis terhadap hukum dan norma masyarakat, jadi ... aku selalu berpikir dari kedua sisi, beserta dengan semua resiko terkandung di dalamnya.
kemarin dulu, ketika aku dihadapkan pada kondisi bahwa aku 'harus' melepaskan hubungan dan rasa sayangku terhadap seseorang, dan hampir selalu diikuti dengan kedekatanku dengan seseorang yang lain .. aku selalu beranggapan begini, ".. ah, berarti aku emang pantas lah putus sama si A, karena Tuhan ingin mempertemukanku dengan si B ini, yang mungkin lebih baik buatku" aku beranggapan bahwa, hikmah dari peristiwa putusku dengan si A adalah aku bertemu si B. gituw. so, aku ga akan ambil pusing dan mengarahkan hatiku pada si B (wakakakaka)
tapi seiring dengan berjalannya waktu ... sedikit demi sedikit aku mulai sadar, apa yang kusebut dengan mengikuti suara hati itu apa bukan sekedar justifikasi diri terhadap semua tindakanku? dan apakah istilah 'pasrah' yang kugunakan terhadap segala keputusan-Nya itu nggak salah kaprah? Tuhan memang tidak berbicara secara langsung kepadaku, jadi apakah itu yang menyebabkan aku salah paham dengan titah-Nya?
dan ternyata aku sampai pada pemikiran bahwa... aku salah. salah dengan semua konsep berpikirku selama ini. salah persepsi terhadap dogma yang kupercaya selama ini. selama ini aku bangga dengan ajaran yang kuanut, yang selalu menuntut pikiranku untuk berkembang, tapi sayangnya tanpa kusadari, itu ga kuterapkan dalam kehidupanku sehari2.
aku, memang ciptaan-Nya. dan aku menghormati Dia, sebagai junjunganku yang tertinggi. dan aku percaya dengan segala yang dia perbuat kepada-Ku adalah demi kebaikanku. tapi aku seharusnya tidak berhenti di situ saja. duduk menunggu, berpangku tangan menerima segala berkat dan cubaan yang Ia percayakan kepadaku. aku tetap harus menggunakan karunianya, sebagai makhluk berpikir, untuk ... berpikir!!! memang takdir ada di tangan-Nya, tapi .. aku tak bisa tinggal diam aja toh? jadi ketika seorang B muncul over seorang A, tetap ada 2 pilihan yang kupunya : satu, si B itu memang saviorku, dan memang dia yang diperuntukkan untukku, ato dua, Tuhan hendak mengujiku lagi, apakah aku sudah cukup dewasa dan pintar untuk menentukan langkahku sendiri. menentukan kebaikanku sendiri. inilah, misteri Tuhan.
hohohoho... terus terang, aku senang dengan 'temuanku' ini ... karena apa? karena aku lebih dimanusiakan, aku merasa lebih manusia, yang jelas. thx God ...
ouch ... ternyata jadi panjang yah ngocehna? akhyakk ... yah, kepada yang agak2 tersentil dengan uraianku kali ini, pesenku cuma satu... pikirkan baik2! logically, rationally. ocheh bro? ^klinik cinta^ 'll always be wide open... 24 hr, wakakakakaka.