Saturday, September 18, 2004

pro ...

something's not right ...
how come?? banyak orang bilang .. "i've never get things that everything're alright. right people, with the right condition 'n right position.'
so?? bukankah banyak orang juga bilang ... jangan menunggu orang lain membawakan bunga untukmu...
Intina adalah ... jadilah proaktif!!! jangan hanya jadi reaktif...
Tapi susah juga c, sebagai perempuan aku kadang masih terjebak dogma bahwa agresivitas bukanlah porsi perempuan. (yayayayaya, u may called me an orthodoks or sumtin) dan aku bukan feminist yang menggembargemborkan emansipasi...
I'm proud to be a woman dan kadang menggunakan sisi gender female-ke sebagai alasan untuk beberapa tindakanku, memang. Tapi ... aku pernah juga baca buku tentang ... proaktif, yang bukan berarti agresif / memaksakan kehendak. Mengambil insiatif terlebih dahulu, mengubah paradigmaku, mengubah diri sendiri sebelum mengubah orang lain ... itulah proaktif.
Tapi ada satu fenomena yang cukup menarik juga c. salah satu dogma yang kupercaya selama ini ternyata punya kelemahan dan mulai kuragukan kebenaranna...
DO FOR OTHERS WHAT YOU WANT THEM TO DO FOR YOU
Yah, kalo pernah baca buku Stephen Covey tentang 7 Habits of Highly Effective People.. pasti tau dong tentang teori Etika Kepribadian dan Etika Karakter.. Etika Kepribadian muncul di dunia setelah Etika Karakter. Dengan kata lain, orang jaman sekarang lebih menganut prinsip etika kepribadian (antara lain ... mementingkan citra sosia) sementara etika karakter lebih mengedepankan karakter personal seseorang, yang terdiri antara lain atas kejujuran, keberanian, tanggung jawab dll. Nha, dogma "do for others ..." itu merupakan salah satu ciri etika kepribadian, menurutku. Bahwa di sini citra sosial sangatlah penting ; dan mengesampingkan prinsip2 yang masuk di Etika Karakter.
Manusia seakan jadi robot sosial yang selalu harus menyesuaikan diri dengan kriteria 'benar' menurut lingkunganna.
Kenapa orang nggak bisa membebaskan diri????
Status.
Itu jawabna. Orang butuh dianggap baik oleh lingkungan. Proses ADAPTASI telah berkembang jadi proses menyamakan diri sesuai standard lingkungan. dan bagi beberapa orang, itu tidak menimbulkan rasa nyaman. (lah, bukanna tujuan dari adaptasi itu notabene adalah rasa nyaman toh???)